Batam Hendaknya Belajar dari Kasus Cesium-137 - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Batam Hendaknya Belajar dari Kasus Cesium-137

by BATAM NOW
17/Nov/2025 13:55
74 Kontainer Limbah B3 Asal Amerika Ditindak di Batam, Re-Ekspor Menunggu Kapal
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

Catatan Redaksi

Kasus paparan radioaktif Cesium-137 (Cs-137) yang mengguncang Indonesia beberapa bulan terakhir sudah menjadi alarm keras bagi pemerintah, dunia industri, dan institusi pengawasan lingkungan.

Kasus itu tidak hanya membuat produk Indonesia ditolak di luar negeri, tetapi juga mempermalukan sistem pengawasan nasional karena terungkap bukan oleh otoritas dalam negeri, melainkan oleh FDA Amerika Serikat dan Bea Cukai Belanda.

Di tengah kegaduhan nasional itu, muncul fakta lain yang tak kalah mengkhawatirkan: sebanyak 472 kontainer limbah elektronik impor yang diduga mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) ditemukan masuk ke Batam dan kini ditahan oleh Bea dan Cukai bersama lintas Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di Pelabuhan Batu Ampar.

Lagi-lagi, temuan ini bukan berasal dari BP Batam yang mengeluarkan perizinan lalu lintas barang atau aparat Indonesia, tetapi dari organisasi internasional Basel Action Network (BAN) yang berbasis di Amerika Serikat.

Dua kasus ini sama-sama menunjukkan satu persoalan mendasar: Indonesia—termasuk Batam—masih rawan dalam pengawasan limbah dan barang berbahaya impor.

Baca Juga:  Ini Penjelasan Bea Cukai Batam tentang SPPB Limbah Elektronik Impor Disorot Azhari

Karena itu, ketika BP Batam kini meminta masa transisi lima tahun kepada KLH agar tetap diizinkan mengimpor limbah plastik non-B3, wajar jika publik menilai permintaan itu sebagai langkah yang tidak sensitif terhadap situasi dan tidak belajar dari krisis yang baru saja terjadi.

Kasus Cs-137 Jangan Sampai Terjadi di Batam

Batam adalah pintu perdagangan internasional strategis, sekaligus wilayah FTZ yang arus barangnya sangat tinggi.

Jika kasus Cs-137 saja bisa lolos dari radar nasional dan hanya terdeteksi dari luar negeri, maka potensi hal serupa yang lebih besar bisa terjadi di Batam.

Faktanya, gejalanya sudah terlihat: 472 kontainer e-waste masuk tanpa terdeteksi, mengandung limbah yang diduga B3, dan baru terungkap setelah BAN mempublikasikannya.

Jika e-waste diduga mengandung B3, bisa masuk ke Batam, bagaimana dengan limbah lain yang lebih berbahaya?

Apakah Batam siap jika suatu hari ada limbah radioaktif atau kontaminasi berbahaya yang tidak terdeteksi di pelabuhan?

Batam semestinya belajar dari kasus Cs-137. (Red)

Berita Sebelumnya

Kasus Cesium-137 dan 472 Kontainer Limbah Elektronik di Batam Diungkap dari Luar Negeri

Berita Selanjutnya

Sejumlah SPBU di Batam Kosong Pertamax, Pertamina: Awal Desember Baru Normal Kembali

Berita Selanjutnya
BPH Migas Minta Pertamina Monitor dan Amankan Stok. Agustiawan: Sampai Desember Penyaluran BBM Dijamin Terkendali

Sejumlah SPBU di Batam Kosong Pertamax, Pertamina: Awal Desember Baru Normal Kembali

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com