BatamNow.com – Bahan bakar minyak (BBM) mengalami kenaikan harga per 1 Desember 2025 se-Indonesia, kecuali tiga provinsi yang terdampak bencana alam.
“PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) Umum dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum,” dikutip dari laman Pertamina.
Sales Area Manager PT Pertamina Patra Niaga Kepulauan Riau (Kepri), Bagus Handoko, membenarkan adanya kenaikan harga BBM. “Betul… ada penyesuaian se-Indonesia, kecuali 3 provinsi terdampak bencana, Aceh, Sumut dan Sumbar,” katanya melalui pesan WhatsApp kepada BatamNow.com, Senin (01/12/2025).
Menurutnya, stok beberapa jenis BBM masih aman menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 ini.
“Stok produk Pertalite, Pertamax, Biosolar dan Dexlite sangat aman secara supply sudah stabil,” terangnya.
Namun untuk keandalan suplai Pertamax Turbo dalam upaya penstabilan, meski stoknya masih aman untuk 4-5 hari ke depan.
“Untuk Pertamax Turbo saat ini sementara aman dengan Covarage Day 4 – 5 hari ke depan. Namun, kehandalan supply masih belum stabil. Best effort semoga aman,” ucapnya.
Sementara terkait realisasi kuota BBM untuk Kota Batam, diperkirakan (prognosa) berada di angka 90 persen lebih per akhir tahun ini.
“Terkait dengan kuota hanya berlaku untuk BBM subsidi (Pertalite dan Biosolar). Jenis nonsubsidi akan dipenuhi sesuai kebutuhan konsumen (tidak ada kuota). Kota Batam, Biosolar, kuota 1 tahun di 58.790 KL (prognosa, realisasi di akhir Desember di 98%), Pertalite di 295.751 (prognosa realisasi di akhir Desember di 93%),” urainya.
Untuk Kota Batam, Pertamax mengalami kenaikan harga dari Rp 11.700 menjadi Rp 12.250 per liter. Harga di Pertashop juga naik dari Rp 11.600 ke Rp 12.150.
Pertamax Turbo naik menjadi Rp 13.100 per liter, sebelumnya Rp 12.450.
Dexlite naik harga menjadi Rp 13.950 per liter, sebelumnya dibanderol Rp 13.200.
Sementara harga Pertamina Dex naik menjadi Rp 14.300 per liter dari sebelumnya Rp 13.500.
Sedangkan BBM subsidi jenis Pertalite di Batam belum ada perubahan, masih seharga Rp 10.000 per liter. Harga Biosolar juga masih Rp 6.800.
Berikut ini daftar lengkap harga per liter BBM di Kota Batam per 1 Desember 2025:
- Pertalite: Rp 10.000
- Pertamax: Rp 12.250
- Pertamax (Pertashop): Rp 12.150
- Pertamax Turbo: Rp 13.100
- Dexlite: Rp 13.950
- Pertamina Dex: Rp 14.300
- Biosolar: Rp 6.800.
Harga BBM di Kepri
Di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), harga BBM nonsubsidi di Kota Batam lebih murah dibandingkan 6 kabupaten/kota lainnya yang juga mengalami kenaikan per 1 Desember 2025.
Untuk daerah di Kepri selain Kota Batam, harga Pertamax naik menjadi Rp 13.350 dari Rp 12.800 per liter. Sementara harga di Pertashop menjadi Rp 13.250, sebelumnya Rp 12.700.
Lalu harga Pertamax Turbo yang sebelumnya hanya Rp 13.700 menjadi Rp 14.350 per liter.
Dexlite juga naik menjadi Rp 15.300 per liter, sebelumnya dibanderol Rp 14.500.
Sementara harga Pertamina Dex naik menjadi Rp 15.600 per liter dari sebelumnya Rp 14.800.
Sedangkan harga Pertalite di Kepri juga belum ada perubahan, masih Rp 10.000 per liter. Harga Biosolar juga masih Rp 6.800.
Berikut ini daftar lengkap harga per liter BBM di Kepri kecuali Kota Batam per 1 Desember 2025:
- Pertalite: Rp 10.000
- Pertamax: Rp 13.350
- Pertamax (di Pertashop): Rp 13.250
- Pertamax Turbo: Rp 14.350
- Dexlite: Rp 15.300
- Pertamina Dex: Rp 15.600
- Biosolar: Rp 6.800 . (D)

