BatamNow.com – Kemacetan setiap pagi dan sore hari kembali dikeluhkan para warga pengendara di ruas Jalan KH Ahmad Dahlan menuju kawasan Marina Opus Bay, Sekupang.
Kondisi ini disebut sudah berlangsung beberapa hari terakhir dan semakin parah saat jam berangkat kerja dan pulang kerja.
Seorang warga yang melintas setiap hari di jalur tersebut menuturkan bahwa kemacetan panjang kendaraan kerap terjadi akibat adanya pekerjaan perbaikan jalan.
Namun, pengelolaan atau pengaturan lalu lintas di lokasi perbaikan jalan itu dinilai tidak memadai.
Menurutnya, kontraktor di lapangan tidak menempatkan petugas untuk sistem buka-tutup arus kendaraan, padahal alat berat masih berada di badan jalan. Situasi ini membuat pengendara harus saling berebut jalur di titik penyempitan.
“Tidak ada rambu yang jelas. Ada yang sekadarnya, bahkan beberapa titik sama sekali tidak dipasang rambu peringatan,” katanya kepada BatamNow.com, Jumat (05/12/2025).
@batamnow Kemacetan setiap pagi dan sore hari kembali dikeluhkan para warga pengendara di ruas Jalan KH Ahmad Dahlan menuju kawasan Marina Opus Bay, Sekupang. Kondisi ini disebut sudah berlangsung beberapa hari terakhir dan semakin parah saat jam berangkat kerja dan pulang kerja. Seorang warga yang melintas setiap hari di jalur tersebut menuturkan bahwa kemacetan panjang kendaraan kerap terjadi akibat adanya pekerjaan perbaikan jalan. Namun, pengelolaan atau pengaturan lalu lintas di lokasi perbaikan jalan itu dinilai tidak memadai. Menurutnya, kontraktor di lapangan tidak menempatkan petugas untuk sistem buka-tutup arus kendaraan, padahal alat berat masih berada di badan jalan. Situasi ini membuat pengendara harus saling berebut jalur di titik penyempitan. “Tidak ada rambu yang jelas. Ada yang sekadarnya, bahkan beberapa titik sama sekali tidak dipasang rambu peringatan,” katanya kepada BatamNow.com, Jumat (05/12/2025). Pengguna jalan juga menyoroti kondisi lampu penerangan jalan umum (PJU) yang mati di sejumlah titik, terutama di sekitar PT Seloko Batam Shipyard hingga menjelang Simpang Marina. Pada malam hari, kondisi gelap ini dinilai sangat membahayakan dan disebut rawan tindak kriminal. “Kalau malam gelap sekali. Sudah sering terjadi pembegalan di area itu,” ujarnya. Warga menyebut pekerjaan perbaikan jalan sudah berlangsung sekitar empat hari, namun belum ada peningkatan pada pengaturan lalu lintas maupun perhatian terhadap keselamatan pengguna jalan. Sementara itu, lampu PJU di Jalan Raya Marina dilaporkan sudah lama tidak berfungsi. “Sudah tahunan tidak hidup,” tambahnya. Pengendara berharap pihak terkait segera memperbaiki sistem pengamanan proyek dan melakukan perbaikan penerangan jalan agar arus lalu lintas kembali lancar dan keamanan pengguna jalan terjaga. BatamNow.com telah mengirimkan konfirmasi kepada Kapolsek Sekupang, Kompol Hippal Tua Sirait, melalui pesan di WhatsApp dengan tanda centang dua, namun hingga berita ini diterbitkan ia belum merespons. Baca beritanya di BatamNow.com #batam #batamnow #batamtiktok #batamnews #fyp ♬ News, news, seriousness, tension(1077866) – Lyrebirds music
Pengguna jalan juga menyoroti kondisi lampu penerangan jalan umum (PJU) yang mati di sejumlah titik, terutama di sekitar PT Seloko Batam Shipyard hingga menjelang Simpang Marina. Pada malam hari, kondisi gelap ini dinilai sangat membahayakan dan disebut rawan tindak kriminal.
“Kalau malam gelap sekali. Sudah sering terjadi pembegalan di area itu,” ujarnya.
Warga menyebut pekerjaan perbaikan jalan sudah berlangsung sekitar empat hari, namun belum ada peningkatan pada pengaturan lalu lintas maupun perhatian terhadap keselamatan pengguna jalan.
Sementara itu, lampu PJU di Jalan Raya Marina dilaporkan sudah lama tidak berfungsi. “Sudah tahunan tidak hidup,” tambahnya.
Pengendara berharap pihak terkait segera memperbaiki sistem pengamanan proyek dan melakukan perbaikan penerangan jalan agar arus lalu lintas kembali lancar dan keamanan pengguna jalan terjaga.
BatamNow.com telah mengirimkan konfirmasi kepada Kapolsek Sekupang, Kompol Hippal Tua Sirait, melalui pesan di WhatsApp dengan tanda centang dua, namun hingga berita ini diterbitkan ia belum merespons. (A)

