BatamNow.com – Krisis air minum jaringan perpipaan kian hari, tampaknya kian meluas di Batam.
Kini giliran warga Bengkong Permai yang terdampak, setelah sebelumnya dikeluhkan warga Tanjung Sengkuang, Taman Sari Tiban dan daerah lainnya yang mengalaminya selama bertahun-tahun.
Sudah seminggu ini warga RW 03 Bengkong Permai, Kecamatan Bengkong, merasakan saluran air dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) perpipaan mati total.
“Bahaya ini, sudah lebih seminggu air mati total ke Bengkong Permai ini,” ujar Wendi, warga yang menghubungi BatamNow.com, Rabu (04/03/2026).
Warga di sana, kata Wendi, terpaksa membeli air minum galon untuk keperluan mandi, mencuci, serta kebutuhan memasak.
“Terpaksa lah, kami membeli galon untuk mandi anak-anak serta untuk kebutuhan lainnya, mau bagaimana lagi, ketika dimintai tangki air ke ABH, hingga kini tidak ada jawaban pastinya,” ujarnya.
Kata warga lainnya, ketika warga terdampak meminta agar ABH mengirimkan tangki air untuk memenuhi sebagian kebutuhan persediaan air, warga disuruh koordinasi terlebih dahulu dengan perangkat RT/RW setempat.
“Ketika kita minta tangki air ke ABH, ABH menyuruh kita untuk koordinasi dengan perangkat RT/RW terlebih dahulu,” katanya.
Memang, kata beberapa warga lain, hingga sore hari ini, ada sekitar 10 mobil tangki air dari ABH di Bengkong Permai.
Namun akibat banyaknya warga yang terdampak, kemungkinan RT tempat Wendi tinggal diperkirakan tidak kebagian. Itu pun setelah beberapa hari diminta.
“Setelah beberapa hari diminta, baru hari ini tangki air datang Bengkong Permai ini, warga di RT kami tidak semua kebagian karena banyak warga yang terdampak,” jelasnya.
Warga Diduga Diimbau Tidak Publikasikan
Masih menurut warga Bengkong Permai, bahwa PT ABH diduga mengimbau perangkat RT/RW wilayah yang terdampak agar tidak mempublikasikan permasalahan tersebut.
“Kami mendapat informasi lagi, bahwa ABH mengimbau perangkat warga di sini (terdampak) agar jangan mempublikasikan ataupun memberikan informasi kepada wartawan terkait air yang mati ini,” ujar beberapa warga di sana.
Menurut mereka, imbauan itu disampaikan kepada masyarakat, diduga agar permasalahan air jangan sampai muncul di berita.
“Mungkin agar jangan sampai dipublikasikan di berita, nanti kalau diberitakan dan sampai ke Bu Li Claudia Chandra, kan mereka kenak tegur lagi, itu sih menurut kami,” ujar beberapa warga lainnya.
Atas permasalahan ganguan suplai air minum tersebut, BatamNow.com telah mengirimkan konfirmasi kepada Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait; Kepala Biro Umum BP Batam, Muhamad Taofan; serta Direktur PT ABH, Yuni Supriyanto.
Namun hingga berita ini diterbitkan ketiganya belum merespons. (A)

