Tiga Kali Mediasi Buntu, Keluarga Almarhum Security Kukuh Tuntut Tanggung Jawab PT Yin Baa Steel - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Tiga Kali Mediasi Buntu, Keluarga Almarhum Security Kukuh Tuntut Tanggung Jawab PT Yin Baa Steel

by BATAM NOW
01/Apr/2026 20:24
Tiga Kali Mediasi Buntu, Keluarga Almarhum Security Kukuh Tuntut Tanggung Jawab PT Yin Baa Steel

Aksi unjuk rasa di depan PT Yin Baa Steel di kawasan industri Sempurna Wahyu Metalindo, Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, Batam, Rabu (01/04/2026). (F: ist)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Ratusan massa menggelar aksi unjuk rasa di depan PT Yin Baa Steel yang berlokasi di kawasan industri Sempurna Wahyu Metalindo, Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, Batam, Rabu (01/04/2026).

Aksi tersebut dipicu oleh meninggalnya seorang petugas keamanan (security) berinisial AR (59), yang wafat di lingkungan kerja perusahaan pada 7 Februari 2026.

Perwakilan keluarga almarhum menyebutkan, pada hari kejadian AR berangkat kerja dalam kondisi sehat. Setibanya di lokasi, korban sempat melakukan absensi fingerprint sebelum akhirnya terjatuh dan tidak sadarkan diri.

Sekitar setengah jam kemudian, rekannya yang juga personel security dan karyawan perusahaan melarikan AR ke Klinik Dunia Farma, yang terdekat di sana.

“Setelah melakukan fingerprint, adik kami (AR) dibawa salah satu temannya ke klinik, karena dia terjatuh dan tidak sadarkan diri,” ujar Rahman kepada BatamNow.com, Rabu (01/04).

Namun, setibanya di klinik, AR dinyatakan meninggal dunia karena serangan jantung.

“Setelah sampai di rumah, almarhum adik kami ini kepalanya berdarah. Karena keluarga tidak mau berpikiran aneh, kami melaporkan ke kepolisian dan membawanya untuk dilakukan autopsi,” jelasnya.

Berdasarkan hasil autopsi, luka di kepala korban diduga terjadi akibat benturan saat korban terjatuh, yang dipicu oleh kondisi jantung yang membengkak akibat penyumbatan aliran darah.

“Karena jantungnya membengkak dan almarhum tidak sadarkan diri, kemudian terjatuh dan terbentur ke aspal. Itulah hasil dari autopsinya,” jelas Rahman.

Keluarga Tuntut Kejelasan Perusahaan

Aksi ini diikuti keluarga masyarakat Alor Fukalang di Batam serta mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Indonesia Timur (HMIT).

Mereka menilai hingga kini belum ada kejelasan maupun tanggung jawab dari pihak perusahaan terkait kematian korban.

Sejak pagi, massa telah berkumpul di kawasan Sei Binti, Kelurahan Tanjung Uncang, dengan membawa berbagai atribut aksi seperti spanduk, poster tuntutan, sound system, hingga kendaraan komando.

Dengan pengawalan aparat kepolisian, massa bergerak menuju gerbang PT Yin Baa Steel dan menyampaikan tuntutan secara terbuka.

Keluarga korban mengaku kecewa lantaran selama hampir dua bulan pascakejadian, pihak manajemen perusahaan belum pernah menemui mereka secara langsung.

Untuk meredam situasi, mediasi kembali digelar di ruang pertemuan perusahaan dengan melibatkan perwakilan massa, penasihat hukum kedua belah pihak, manajemen perusahaan, aparat kepolisian, serta pihak pengelola kawasan industri.

Namun, seperti dua mediasi sebelumnya, pertemuan tersebut kembali berakhir tanpa kesepakatan.

Penasihat hukum keluarga korban, Edward Kamaleng, mengatakan tidak adanya titik temu disebabkan pihak perusahaan dinilai tidak memberikan penjelasan yang memadai.

“Sudah tiga kali mediasi dilakukan, tapi tidak ada hasil. Pihak perusahaan juga tidak pernah menemui keluarga secara langsung,” ujarnya.

Sementara itu, pihak perusahaan melalui direktur Gherry menyatakan bahwa korban meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja, melainkan karena sakit.

Pernyataan tersebut memicu ketegangan dalam forum mediasi. Keluarga korban menilai perusahaan berupaya menghindari tanggung jawab.

Di sisi lain, penasihat hukum perusahaan, Diki, mengeklaim bahwa pihaknya telah menyampaikan belasungkawa melalui kepala keamanan.

Namun, hal tersebut dibantah oleh pihak keluarga yang mengaku tidak pernah menerima kunjungan maupun ucapan resmi dari perusahaan. (A)

Berita Sebelumnya

Kekayaan Cen Sui Lan Belum Tampak di e-LHKPN 2025 di Tengah Sorotan Rp 293 Miliar, Ada Apa?

Berita Selanjutnya

Milad ke-60 BRK Syariah, Mantan Direksi Tekankan Penguatan SDI dan Teknologi

Berita Selanjutnya
Milad ke-60 BRK Syariah, Mantan Direksi Tekankan Penguatan SDI dan Teknologi

Milad ke-60 BRK Syariah, Mantan Direksi Tekankan Penguatan SDI dan Teknologi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com