BatamNow.com – Persoalan masalah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Batam seperti tak berujung.
Isu persoalan air kini merambah warga Perumahan Pesona Bukit Laguna 1 dan 2 di Kelurahan Tanjung Piayu, mengalami permasalahan air minum.
Adapun RT yang terdampak, antara lain RT 01 sampai dengan RT 05/ RW 16, Kecamatan Sungai Beduk dengan jumlah 1.300 Kepala Keluarga (KK) harus merasakan sulitnya mendapat air minum jaringan perpipaan sejak 6 tahun yang lalu.
Menurut ketua RT 04, Kelana Putra, warga di sana telah mengalami kesulitan untuk mendapatkan air minum sejak PT Adhya Tirta Batam (ATB) tidak lagi mengelola SPAM.
Permasalah itu berupa, aliran air yang sering mati seharian tanpa adanya pemberitahuan ke warga terdampak.
“Air itu hidupnya kalau pagi sekitar pukul 05.00 hingga 06.30 WIB, kemudian air kembali tak mengalir hingga pukul 13.00 hingga 15.30 WIB, lalu mati lagi hingga malam, dan hidup kembali pukul 22.00 WIB,” ujar Putra menghubungi BatamNow.com, Selasa (28/04/2026).
Sementara itu, letak perumahan berbukit. Jika rumah warga berada paling atas, air akan hidup pada pukul 02.00 dini hari hingga 04.30 dengan aliran air yang kecil.
“Jika posisi rumahnya paling atas, maka air yang mengalir hanya dua jam setengah, itu pun dengan aliran air yang kecil,” ujarnya.
Meski Air Tak Lancar, Pembayaran Melonjak
Meski air yang diterima warga tidak lancar dan lebih lama mati ketimbang hidupnya, warga juga menjerit akibat harus menerima lonjakan pembayaran.
Selama tahun 2026, dari Januari hingga Februari, pembayaran tagihan air di rumah Putra berkisar Rp 50 ribu stiap bulannya. Namun di bulan Maret, tagihan itu melonjak hingga tiga kali lipat.
Padahal menurutnya, pemakaian masih normal dan tak ada tambahan penghuni ataupun tidak ditemukan kebocoran pipa sambungan ke dalam rumahnya.
“Namun pas bayar di bulan Maret, tagihannya mencapai Rp 171 ribu, dan warga lain juga mengalami hal yang sama dengan saya,” ujar Putra.
Lokasi Perumahan Dekat dengan IPA
Sementara itu, Instalasi Pengolahan Air (IPA) Duriangkang, hanya berjarak sekitar ± 3 kilometer (Km) dari perumahan yang mengalami kesulitan air minum tersebut.
Meski dengan jarak bergitu dekat, kesusahan untuk mendapatkan aliran air dengan normal sudah dialami warga bertahun-tahun.
Warga Telah Melapor Namun Tak Ada Tanggapan
Permasalah ini mencuat saat Anggota DPRD Kepri, Taba Iskandar melakukan reses pada, Minggu (26/04/2026) malam, di Perumahan Pesona Bukit Laguna tepatnya di RT 05.
“Saat pak Taba reses pada Minggu kemarin, kami juga sudah menyampaikan persoalan yang kami hadapi selama bertahun-tahun ini,” ujar Putra.
Dalam pertemuan kegiatan reses itu, kata Putra, Taba menyampaikan bakal menyurati SPAM BP Batam serta PT Air Batam Hilir (ABHi).
Sementara itu, Taba yang dihubungi BatamNow.com mengatakan sudah mengirimkan surat ke PT ABHi terkait persoalan air yang tengah dirasakan warga.
“Surat telah kami kirimkan,” ujar Taba secara singkat.
Warga Menyurati PT ABHi
Selain menyampaikan keluhan warga ke Taba, serta Anggota beberapa Anggota DPRD Kota Batam, para perangkat warga juga telah bersurat ke PT ABHi.
Pada 14 April 2026, warga mengirimkan surat ke PT ABHi perihal keluhan permasalahan air.
Dalam surat tersebut warga mengeluhkan 3 hal:
- aliran Air yang sering mati (seharian) tanpa pemberitahuan sebelumnya
- tekanan air yang sangat kecil sehingga tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari
- kualitas air yang keruh dan tidak layak digunakan.
Kemudian, warga berharap agar PT ABHi sesegera mungkin untuk melakukan tindakan, antara lain:
- melakukan pemeriksaan dan perbaikan terhadap jaringan distribusi air di wilayah mereka
- pemberian informasi yang jelas apabila ada gangguan pelayanan
- peningkatan kualitas pelayanan agar masyarakat dapat memperoleh air bersih secara layak dan berkelanjutan.
Atas keluhan warga itu, BatamNow.com telah mengirimkan konfirmasi kepada Humas PT ABHi, Ginda Alamsyah, Direktur SPAM dan Fasilitas Lingkungan (Fasling) Iyus Rusmana, melalui pesan WhatsApp.
Namun hingga berita ini diterbitkan, keduanya belum merespons. (A)

