Tangis Orangtua Almarhum Bripda Natanael Pecah di Sidang, Ungkap Dugaan Pemerasan hingga Ancaman - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Batam
  • Kepri
  • Wawancara
  • Internasional
  • Opini
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Wawancara
  • Internasional
  • Opini
No Result
View All Result
BatamNow.com

Tangis Orangtua Almarhum Bripda Natanael Pecah di Sidang, Ungkap Dugaan Pemerasan hingga Ancaman

07/Agu/2026 10:57
Tangis Orangtua Almarhum Bripda Natanael Pecah di Sidang, Ungkap Dugaan Pemerasan hingga Ancaman
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Suasana sidang lanjutan perkara dugaan pembunuhan Bripda Natanael Simanungkalit di Pengadilan Negeri Batam, Jumat (07/08/2026), membuka kembali pilu orangtua almarhum.

Ayah dan ibu Natanael tak kuasa membendung air mata saat mengenang detik-detik terakhir putra mereka dikabarkan meninggal dunia.

Dalam kesaksiannya di hadapan majelis hakim, ayah korban, Royamser Simanungkalit, mengungkap bahwa beberapa jam sebelum meninggal, Natanael sempat mengadu kepada ibunya mengenai dugaan pemerasan yang dilakukan seniornya, Bripda Arawna Sihombing, yang kini duduk sebagai salah satu terdakwa.

Mendengar pengakuan itu, Roy yang saat itu berada di Tanjungpinang langsung pulang dan menghubungi putranya melalui video call untuk memastikan kebenaran cerita tersebut.

“Terus nak, berapa kali kau diminta uang sama si Arawna? ‘Udah berulang-ulang, Pak’,” tutur Roy mengulang percakapannya dengan almarhum di hadapan persidangan.

Namun, sekitar pukul 20.00 WIB pada malam yang sama, Roy kembali mencoba menghubungi Natanael. Teleponnya tak pernah dijawab.

“Karena saya kurang sehat, langsung tidur saya di kamar itu. Subuhnya saya ditelepon Ipda Nadri, katanya datang ke Rumah Sakit Bhayangkara, anak bapak sudah tidak ada,” ucap Roy dengan suara bergetar.

Kabar itu menjadi awal dari duka yang tak pernah dibayangkan keluarga. Sesampainya di Rumah Sakit Bhayangkara, Roy mendapati putranya telah meninggal dunia.

Ia kemudian bertanya kepada pejabat yang berada di rumah sakit mengenai penyebab kematian anaknya.

“Ini kenapa? ‘Dijawab diduga ada pertikaian’. Siapa yang melakukan? ‘Dijawab diduga seniornya’,” kata Roy menirukan percakapan tersebut.

Melihat kondisi jasad anaknya, Roy langsung meminta dilakukan autopsi.

“Saya sudah lihat dadanya biru, saya pegang dadanya lembek. Ternyata sesuai keterangan yang saya dengar tulang dadanya patah, tulang punggungnya juga patah,” ungkapnya.

Saat menceritakan luka-luka yang dilihat di tubuh putranya, Roy tak lagi mampu menahan tangis. Suasana ruang sidang pun ikut diliputi pilu.

Kesedihannya semakin memuncak ketika mendengar dugaan bahwa penganiayaan terhadap Natanael dipicu hanya karena korban dituding tidak mengikuti kurve atau kerja bakti.

“Saya tanya apa itu kurve? ‘Bersih-bersih rumah danton’. Lho kok bisa anak saya jadi babu di situ,” ujar Roy.

Tak lama berselang, tangis sang ibu almarhum juga pecah. Ia terlihat tak sanggup menahan kesedihan hingga akhirnya dibawa keluar ruang sidang oleh keluarga untuk menenangkan diri.

@batamnow Royamser Simanungkalit dan istrinya Rosdewi Br Napitupulu, sempat menangis dalam persidangan perkara dugaan pembunuhan anak mereka, Bripda Natanael Simanungkalit di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (06/08/2026). Awalnya, di hadapan terdakwa Arawna Sihombing, Royamser menjelaskan kronologi bagaimana ia mendapat kabar tentang kematian anaknya yang diduga mengalami penganiayaan dari senior dan rekannya di Mess Bintara Remaja Polda Kepri. Namun setelah ia menceritakan soal bekas-bekas luka yang diliat pada jenazah anaknya, sang ayah tak kuasa menahan air matanya. Apalagi disebut pemicu Bripda Natanel dianiaya hanya karena dituding tidak ikut kurve (kerja bakti). “Saya tanya apa itu kurve? ‘Bersih-bersih rumah danton’. Lho kok bisa anak saya jadi babu di situ,” ujar Royamser di hadapan majelis hakim. Namun tak lama kemudian, giliran tangis sang ibunda almarhum yang pecah. Ia kemudian dibawa keluarruang persidangan untuk menenangkan diri. Dalam persidangan, Royamser juga mengungkap soal transfer dana dari Bripda Natanel yang pernah dilakukan kepada Arawna yang diduga adalah pemerasan. Simak video ini untuk kesaksian lengkap ayah almarhum Bripda Natanael Simanungkalit dalam persidangan terdakwa Arawna Sihoming. Selain Arawna, ada tiga lagi terdakwa dalam kasus ini yaitu Guntur Sakti Pamungkas, Asrul Prasetya, dan Muhammad Al-Farisi. Sebelumnya, keempatnya telah disanksi Pemberhentian Tidak Dengan Didak Hormat (PTDH) lewat Sidang Komisi Kode Etik Profesi (KKEP) pada Jumat (17/04/2026) di Ruang Sidang Komisi Kode Etik Polri Polda Kepri. Baca beritanya di BatamNow.com #batam #batamnow #fyp #batamtiktok #batamhits #batampunyacerita #polisiindonesia #polri ♬ original sound – BatamNow.com

Dugaan Pemerasan Berulang

Dalam kesaksiannya, Roy juga mengaku berusaha mencari informasi dengan mendatangi rekan-rekan korban di Rusunawa Polda Kepri setelah kematian putranya. Dari sejumlah keterangan yang diperoleh, ia menyebut terdakwa diduga beberapa kali mencari-cari Natanael bahkan sebelum malam kejadian.

Roy juga menemukan adanya transaksi keuangan dari rekening putranya yang diduga berkaitan dengan permintaan uang oleh terdakwa.

Menurut Roy, berdasarkan pengakuan Natanael kepada ibunya, permintaan uang tersebut terjadi lebih dari satu kali.

Dalam persidangan, saat majelis hakim menanyakan soal transfer uang itu, terdakwa Bripda Arawna Sihombing mengakui hanya satu kali menerima transfer sebesar Rp 2 juta.

Namun Roy membantah pengakuan tersebut.

“Katanya satu kali. Ternyata cerita almarhum sama istri saya, sudah berulang kali,” tegasnya.

Roy juga mengungkap dugaan intimidasi yang dialami putranya sebelum peristiwa yang berujung maut itu. Menurutnya, Natanael pernah diancam agar tidak menceritakan perlakuan yang diterimanya kepada orang tua.

Kesaksian emosional orang tua korban menjadi salah satu momen paling menyayat dalam persidangan lanjutan perkara yang menjerat Bripda Arawna Sihombing sebagai terdakwa atas dugaan penganiayaan yang menyebabkan kematian Bripda Natanael Simanungkalit. (H)

ADVERTISEMENT
Berita Sebelumnya

Mahasiswa Demo di BNN RI, Desak Pengusutan Tuntas Kasus Narkoba di Batam dan Pemeriksaan AH

Berita Selanjutnya

1.315 Reklame Ditumbangkan, Pajak Reklame Batam 2025 Capai Rp 17,8 Miliar, Ini Sumbernya!

Berita Selanjutnya
Wajah Baru Batam Tanpa Billboard: Adakah Regulasi Baru ?

1.315 Reklame Ditumbangkan, Pajak Reklame Batam 2025 Capai Rp 17,8 Miliar, Ini Sumbernya!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Central Tiban
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Wawancara
  • Internasional
  • Opini

© 2021-2026 BatamNow.com