BatamNow.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkapkan tidak tertutup kemungkinan Tjahaja Basuki Purnama alias Ahok akan diperiksa terkait dugaan korupsi Rp 193,7 triliun di kasus oplosan Pertalite dengan Pertamax.
Dan seperti gayung bersambut, mantan komisaris utama (Komut) Pertamina itu bukan hanya siap diperiksa, tapi justru siap memberi data-data berbagai masalah krusial yang membuat Pertamina selalu bermasalah besar.
Ahok bersedia diperiksa dan mendorong Kejagung siap mengusut “segudang” masalah di Pertamina mulai dari hulu sampai ke hilir.
“Sudahlah hidup ini hanya sekali seumur hidup, biar kita mati dengan tenang jadi saya minta Kejagung agar berani untuk berdiri untuk kebenaran, keadlilan kejujuran, perikemanusiaan,” tegas Ahok.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengungkapkan betapa banyaknya borok dugaan korupsi besar-besaran di Pertamina sepanjang masa dan setiap rezim pemerintahan RI, namun tidak pernah tuntas.
Ahok hanya menyesali dirinya mengapa tak diberi jabatan direktur utama (Dirut) saat itu. Kalau tidak, semua para direktur yang dinilai bermasalah akan dipecati saat dia menjadi Komut.
Ia pun hanya dikasih jabatan Komisaris Utama (Komut) 2019-2024 yang tidak punya kekuasaan untuk memecat para direktur utama dan direktur yang melakukan penyalahgunaan di Pertamina.
“Tapi saya semua punya file tentang borok-borok di Pertamina dan tidak bisa saya buka ke media karena itu rahasia perusahaan,” ujar Ahok dengan emosional.
Bahkan dalam satu video wawancara, Ahok juga menuding ada oknum BPK yang ikut cawe-cawe di tengah kebobrokan di Pertamina.
Ahok berpeluang diperiksa Kejagung dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang periode 2018-2023. Dalam kasus ini disebut terjadi pengoplosan atau blending Pertalite di depo/storage untuk menjadi Pertamax RON 92.
Dugaan korupsi pengolosan Pertalite dengan Pertamax itu dengan total kerugian negara sekitar Rp 193,7 T.
Ketua DPP Kepri LI-Tipikor dan Hukum Kinerja Aparatur Negara, Panahatan SH juga ikut mendorong Kejagung membongkar tuntas, sebagaimana harapan Ahok.
Pertanyaannya, kata Panahatan, beranikah Kejagung membongkar sampai tuntas jaringan penyalahgunaan di tubuh Pertamina perusahaan pelat merah yang akrab merugi ini?
“Pintu masuk untuk membongkar kasus lain di Pertamina, Ahok sudah siap menjadi whistleblower dan akan mengungkap data borok-borok Pertamina, saya berharap Kejagung jangan hanya membongkar sepotong-sepotong,” ujar Panahatan. (Red)
Dikutip dari berbagai sumber

