BatamNow.com – Kebocoran pipa induk distribusi air minum berdiameter 800 milimeter (mm) yang terjadi dua kali dalam rentang empat hari di
kawasan Simpang K Square Mall, membuat puluhan ribu pelanggan SPAM BP Batam resah.
Sejumlah warga konsumen air minum pun meminta Pelaksana Harian (Plh) Kepala BP Batam sekaligus Plh Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, turun langsung ke lokasi untuk melihat fakta yang terjadi.
Kebocoran pertama terjadi pada Minggu (07/06/2026) dan berdampak terhadap sekitar 60 ribu pelanggan. Setelah diperbaiki PT Air Batam Hilir (ABHi), distribusi air sempat kembali normal.
Namun anehnya, pipa yang sama kembali bocor pada Rabu (10/06) pasca perbaikan. Pantauan media ini, hingga Kamis (11/06) pagi, sejumlah kawasan masih mengalami gangguan distribusi bahkan mati total.
“Yang kami rasakan adalah kebutuhan hidup sehari-hari terganggu. Air minum ini kebutuhan utama. Dalam empat hari dua kali bocor, tentu masyarakat bertanya-tanya, ada apa sebenarnya?” kata Arpriayanto, pelanggan terdampak di kawasan Industri Batam Centre.
@batamnow PT Air Batam Hilir (ABHi) memastikan pipa distribusi utama berukuran DN 800mm yang bocor lagi di Simpang K Square Mall, Rabu (10/06/2026). “Iya yang kemarin. Dipastikan yang kemarin kembali,” kata Corporate Communication PT Air Batam Hilir, kepada BatamNow.com lewat sambungan telepon, Rabu sore. Saat bersamaan, pantauan BatamNow.com di lokasi kebocoroan, Rabu sore, fisik pipa yang jebol masih tertutup genangan air pada kedalaman diperkirakan setinggi orang dewasa. Petugas masih berupaya menguras genangan air yang terus mengucur dari pipa. “Setelah area pekerjaan selesai dikuras, baru nanti beberapa material maupun pekerjaannya itu bisa dilakukan lebih optimal. Kalau masih ada air kayak gitu, sulit,” jelas Ginda. Menurutnya, penyetopan distribusi air perpipaan sudah dilakukan secara bertahap. “Estimasi sekitar 26 ribu,” kata Ginda menjawab perkiraan jumlah pelanggan yang terdampak kebocoran pipa terbaru ini. Jumlah ini berbeda jauh dengan estimasi yang disebut oleh Direktur Operasional PT ABHi, Jefri Maulidani saat terjadi kerusakan pertama berdampak ke 50-60 ribu pelanggan di Batam Center dan sekitarnya. Ditanya soal distribusi truk tangki air ke konsumen akibat kebocoran ini, Ginda hanya menjawab, “Hari ini yang jelas, permintaan tangki itu meningkat signifikan akibat pekerjaan tersebut”. Soal penyebab kebocoran pada pipa yang sama, menurutnya juga diduga akibat pergeseran tanah dan ada faktor hujan. “Iya, pergeseran tanah tadi karena labil itu,” jelasnya. Di lokasi itu kini sedang ada pekerjaan proyek drainase melibatkan ekskavator. Namun menurut Ginda, kerusakan pipa bukan karena aktivitas proyek. Hingga berita ini diterbitkan, petugas masih bekerja menguras genangan air yang menutupi pipa bocor. Di sekitar area pekerjaan juga telah disediakan beberapa lampu penerangan. Diumumkan PT ABHi, area terdampak aliran air minum perpipaannya meliputi Temenggung, Taman Niaga, Plamo, Duta Mas, Aggrek Mas, Anggrek Sari, Industri Batam Center, Citra Batam, Bengkong, Kintamani, Central Sukajadi, Batu Batam, Orchid, Rosedale, Marchelia dan sekitarnya. Baca di BatamNow.com #batam #batamnow #batamhits #batamtiktok #fyp ♬ Diggi-Di-Diggi-Di Hey YOU’RE OLD AND SAD – Abraao de Santana
Keresahan serupa disampaikan Asmono, warga Perumahan Kintamani, Teluk Tering, Batam Kota. Menurutnya, persoalan air minum merupakan kebutuhan paling mendasar sehingga membutuhkan perhatian langsung dari pimpinan daerah.
“Kami berharap ibu Li Claudia Chandra dapat turun langsung ke lokasi karena masalah ini pelik. Air lebih kebutuhan sangat penting dalam hidup.Masyarakat sedang gelisah dan membutuhkan kepastian,” ujarnya.
Asmono mengatakan, kehadiran Li Claudia di lapangan penting untuk mengetahui kondisi sebenarnya sekaligus memastikan langkah penyelesaian yang lebih permanen.
Warga juga menyoroti informasi yang beredar bahwa pipa induk yang bocor tersebut disebut-sebut pernah diusulkan untuk diganti oleh PT ABHi kepada BP Batam sejak 2025 karena faktor usia jaringan.
“Kami membaca informasi bahwa pipa ini sudah pernah diusulkan untuk diganti tetapi belum direalisasikan. Kalau memang benar, kami berharap Ibu Li turun langsung dan memberikan perhatian serius karena dampaknya dirasakan puluhan ribu pelanggan,” katanya.
Desakan masyarakat semakin menguat karena kebocoran berulang pada infrastruktur vital tersebut dinilai tidak bisa hanya diselesaikan melalui perbaikan darurat.
Warga berharap BP Batam segera mengambil langkah strategis agar krisis air minum yang sama tidak terus berulang dan merugikan masyarakat. (Red)

