BatamNow.com – Pipa DN 800mm milik SPAM Batam di Simpang K Square Mall, yang bocor kembali sejak Rabu kemarin, masih dalam perbaikan hingga Kamis (11/06/2026) siang ini.
Pantauan BatamNow.com di lokasi, sekira pukul 12.47 WIB, beberapa petugas tengah mengerjakan perbaikan pipa distribusi utama yang terletak beberapa meter di bawah tanah itu.
Sebagian petugas tampak memutar baut pada flange soket pipa. Namun, dari sela-sela pipa juga terlihat masih ada air jernih yang mengucur.
Personel yang ditemui di lapangan, enggan memberi keterangan soal progres terkini perbaikan pipa rusak yang meresahkan ribuan konsumen air minum jaringan perpipaan di Batam itu.
@batamnow Pipa DN 800mm milik SPAM Batam di Simpang K Square Mall, yang bocor kembali sejak Rabu kemarin, masih dalam perbaikan hingga Kamis (11/06/2026) siang ini. Pantauan BatamNow.com di lokasi, sekira pukul 12.47 WIB, beberapa petugas tengah mengerjakan perbaikan pipa distribusi utama yang terletak beberapa meter di bawah tanah itu. Sebagian petugas tampak memutar baut pada flange soket pipa. Namun, dari sela-sela pipa juga terlihat masih ada air jernih yang mengucur. Personel yang ditemui di lapangan, enggan memberi keterangan soal progres terkini perbaikan pipa rusak yang meresahkan ribuan konsumen air minum jaringan perpipaan di Batam itu. Sedangkan Corporate Communication PT Air Batam Hilir (ABHi), Ginda Alamsyah, belum merespons konfirmasi dikirimkan BatamNow.com pada Kamis siang. Sebagaimana pengumuman PT ABHi, kerusakan pipa ini berdampak pada terhentinya aliran air ke pelanggan di area Temenggung, Taman Niaga, Plamo, Duta Mas, Aggrek Mas, Anggrek Sari, Industri Batam Center, Citra Batam, Bengkong, Kintamani, Central Sukajadi, Batu Batam, Orchid, Rosedale, Marchelia dan sekitarnya. Sebelumnya, Ginda mengatakan ada sekitar 26 ribu pelanggan yang terdampak kerusakan kedua kali pipa ini. “Estimasi sekitar 26 ribu,” kata Ginda menjawab perkiraan jumlah pelanggan yang terdampak, Rabu (10/06). Jumlah ini berbeda jauh dengan estimasi yang disebut oleh Direktur Operasional PT ABHi, Jefri Maulidani saat terjadi kerusakan pertama berdampak ke 50-60 ribu pelanggan di Batam Center dan sekitarnya. Soal penyebab kebocoran pada pipa yang sama, menurut Ginda, diduga akibat pergeseran tanah dan ada faktor hujan. “Iya, pergeseran tanah tadi karena labil itu,” jelasnya. Pipa DN 800mm ini sebelumnya mengalami kerusakan pada Minggu (07/06) dan rampung diperbaiki pada Senin (08/06) sekira pukul 17.00. Namun jebol lagi pada Rabu (10/06). Di lokasi pipa ini sedang ada pekerjaan proyek drainase melibatkan ekskavator. Namun menurut Ginda, kerusakan pipa bukan karena aktivitas proyek. Baca di BatamNow.com @Amsakar Achmad @liclaudiachandra #batam #batamnow #batamtiktok #fyp #bpbatam ♬ News, news, seriousness, tension(1077866) – Lyrebirds music
Sedangkan Corporate Communication PT Air Batam Hilir (ABHi), Ginda Alamsyah, belum merespons konfirmasi dikirimkan BatamNow.com pada Kamis siang.
Sebagaimana pengumuman PT ABHi, kerusakan pipa ini berdampak pada terhentinya aliran air ke pelanggan di area Temenggung, Taman Niaga, Plamo, Duta Mas, Aggrek Mas, Anggrek Sari, Industri Batam Center, Citra Batam, Bengkong, Kintamani, Central Sukajadi, Batu Batam, Orchid, Rosedale, Marchelia dan sekitarnya.
BP Batam Usahakan Perbaikan Rampung Pukul 16.00
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan pihaknya mengupayakan perbaikan rampung pada pukul 16.00 WIB.
“Waktu pengerjaan mengalami delay karena faktor keselamatan tim teknis di area lumpur. Namun kami akan berusaha semaksimal mungkin agar pekerjaan selesai pada pukul 16.00 WIB dan air kembali mengalir 2 jam setelahnya,” ujar perempuan yang akrab disapa Tuty tersebut, dalam siaran pers BP Batam, Kamis (11/06).

Ia menjelaskan tahapan perbaikan pipa mulai dari proses dewatering (pengurasan), lalu penggalian lumpur, pengangkatan pipa, pemasangan pipa baru, pemasangan baut las, pemasangan support pipa, hingga memulai recovery suplai air.
Sebelumnya, Corporate Communication PT ABHi, Ginda Alamsyah, mengatakan ada sekitar 26 ribu pelanggan yang terdampak kerusakan kedua kali pipa ini.
“Estimasi sekitar 26 ribu,” kata Ginda menjawab perkiraan jumlah pelanggan yang terdampak, Rabu (10/06).
Jumlah ini berbeda jauh dengan estimasi yang disebut oleh Direktur Operasional PT ABHi, Jefri Maulidani saat terjadi kerusakan pertama berdampak ke 50-60 ribu pelanggan di Batam Center dan sekitarnya.
Soal penyebab kebocoran pada pipa yang sama, menurut Ginda, diduga akibat pergeseran tanah dan ada faktor hujan.
“Iya, pergeseran tanah tadi karena labil itu,” jelasnya.
Pipa DN 800mm ini sebelumnya mengalami kerusakan pada Minggu (07/06) dan rampung diperbaiki pada Senin (08/06) sekira pukul 17.00. Namun jebol lagi pada Rabu (10/06).
Di lokasi pipa ini sedang ada pekerjaan proyek drainase melibatkan ekskavator. Namun menurut Ginda, kerusakan pipa bukan karena aktivitas proyek. (D)

