AJI Gelar Festival Media 2025 di Makassar: Kebebasan Pers dan PHK Jurnalis Jadi Sorotan - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

AJI Gelar Festival Media 2025 di Makassar: Kebebasan Pers dan PHK Jurnalis Jadi Sorotan

by BATAM NOW
13/Sep/2025 09:40
AJI Gelar Festival Media 2025 di Makassar: Kebebasan Pers dan PHK Jurnalis Jadi Sorotan

Ketua AJI Indonesia, Nany Afrida, dalam Festival Media Tahun 2025 di Makassar, Jumat (12/09/2025). (F: Dok. AJI Indonesia)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Makassar – Festival Media (Fesmed) 2025 resmi dibuka di Gedung E Benteng Ujung Pandang, Makassar, Jumat (12/09/2025).

Agenda tahunan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) ini kembali menghadirkan jurnalis, akademisi, aktivis, dan komunitas sipil dari berbagai daerah untuk berdiskusi soal kondisi demokrasi dan masa depan pers di Indonesia.

Ketua AJI Indonesia, Nany Afrida, menegaskan bahwa pemilihan Makassar sebagai tuan rumah telah melalui banyak pertimbangan. Ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan jurnalis lokal yang telah menyambut hajatan besar ini.

“Festival media ini adalah ajang untuk seluruh jurnalis di Indonesia. Temanya kali ini cukup serius, karena demokrasi kita sedang sakit. Ini bukan acara seremonial, tapi momentum untuk melawan penyakit berbahaya dalam demokrasi: pembungkaman pers,” ujar Nany.

Ia mengingatkan bahwa kebebasan pers merupakan napas demokrasi. Menurutnya, tanpa jurnalis yang bisa bekerja merdeka, publik hanya akan disuguhi kebohongan yang dipoles seolah kebenaran.

“Jurnalis terus dibungkam. Ada intimidasi, kriminalisasi, kamera dirampas, ponsel disita, bahkan dipukul saat bertugas. Ada pula sensor halus melalui tekanan iklan dan kepentingan politik, serta undang-undang yang menakut-nakuti media. Apakah ini demokrasi, atau jalan kembali ke militer dengan wajah baru?” tegasnya.

Selain kekerasan, Nany juga menyoroti gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri media. Ia menyebut ada sekitar 1.300 jurnalis yang kehilangan pekerjaan, yang menurutnya bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga hilangnya mata dan telinga publik.

Baca Juga:  Nany Afrida Ketua Umum AJI Indonesia 2024-2027, Bayu Wardhana sebagai Sekjen

“Ketika satu jurnalis di-PHK, satu mata rakyat ditutup. Ketika satu media dimatikan, satu telinga rakyat ditulikan. Dan ketika pers mati, semua rakyat menjadi buta,” ucapnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa jurnalis bekerja demi kepentingan publik, bukan demi keuntungan pribadi atau tekanan kekuasaan. Meski tak punya senjata atau kekuasaan, jurnalis mampu membongkar korupsi, mengungkap kerusakan lingkungan, dan menyuarakan masyarakat adat.

“Yang meliput kerusakan hutan, sungai yang tercemar limbah, atau perjuangan masyarakat adat bukan influencer, bukan buzzer, tapi jurnalis. Karena mereka meliput dengan jujur demi publik,” katanya menekankan.

Di akhir sambutan, Nany menegaskan perlunya solidaritas lintas sektor untuk menjaga kebebasan pers, mulai dari aktivis lingkungan, pegiat HAM, komunitas adat, hingga seniman. “Melindungi jurnalis berarti melindungi demokrasi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Fesmed 2025, Syahrul Ramadhan, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung kelancaran acara. Ia menekankan bahwa Fesmed tahun ini digelar dengan semangat kolaborasi lintas sektor.

“Tahun ini kami membuat Festival Media dengan semangat inklusif, berkolaborasi dengan berbagai kalangan, dan membahas permasalahan dari berbagai sektor. Terima kasih kepada semua yang sudah ikut memeriahkan acara ini,” ucap Syahrul.

Festival Media 2025 di Makassar akan berlangsung beberapa hari dengan rangkaian diskusi, pameran, lokakarya, hingga pertunjukan seni yang melibatkan jurnalis, aktivis, dan masyarakat sipil. (*)

Berita Sebelumnya

Akademisi Soroti Gaji dan Tunjangan DPRD Batam Tahun 2025 Dianggarkan Rp 32,5 Miliar

Berita Selanjutnya

Ketua Umum APPEKNAS Fandy Iood Raih Gelar Doktor Hukum di Unissula Semarang

Berita Selanjutnya
Ketua Umum APPEKNAS Fandy Iood Raih Gelar Doktor Hukum di Unissula Semarang

Ketua Umum APPEKNAS Fandy Iood Raih Gelar Doktor Hukum di Unissula Semarang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com