BatamNow.com, Jakarta – Pembukaan akses warga negara asing dari 19 negara, kemungkinan tidak terlalu berdampak pada kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Batam. Hal ini lantaran wisman lebih banyak masuk melalui pelabuhan internasional daripada bandara.
Melihat jumlah, wisman asal Singapura adalah salah satu yang banyak berkunjung ke Indonesia sepanjang tahun.
Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Buralimar dalam keterangan resminya, Rabu (20/10/2021). Dirinya mengatakan, pelabuhan internasional di Batam, Bintan, dan Tanjungpinang perlu dibuka agar wisatawan mancanegara dapat berkunjung ke wilayah itu.
“Berbeda kondisi Batam dengan Bali. Di Bali memang yang diandalkan itu bandara internasionalnya, tetapi kalau Bandara Hang Nadim Batam, jarang digunakan, kecuali ada kelompok wisatawan mancanegara yang carter pesawat,” jelasnya.
Dia menjelaskan, sebelum pandemi, lebih banyak wisman masuk melalui pelabuhan internasional, bukan dari bandara. Bahkan wisatawan asal berbagai negara, yang sempat tinggal atau berlibur selama beberapa hari di Singapura, kemudian berkunjung ke Batam dan Bintan melalui pelabuhan internasional.
Masalahnya sekarang, lanjutnya, Singapura masih menutup akses masyarakatnya ke luar negeri.
Pun demikian dengan Malaysia yang sebelum pandemi Covid-19 turut menyumbang banyak wisatawan ke Kepri.
Lebih jauh Buralimar mengatakan, bisa saja pembukaan akses wisman dari 19 negara berdampak bagi Batam, asalkan pihak maskapai bekerja sama dengan travel wisata untuk menyediakan paket wisata. Jadi, wisman dapat carter pesawat ke Bandara Hang Nadim Batam, dan menikmati sejumlah objek wisata di Bintan dan Batam.
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia membuka akses bagi warga dari 19 negara untuk berkunjung ke Batam, Bintan dan Bali, yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, China, India, Jepang, Korea Selatan, Liechtenstein, Italia, Perancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria, dan Norwegia.
“Kami berharap Pemerintah Indonesia juga membuka akses untuk warga Korea Selatan ke Batam. Apalagi Korea Selatan menjalin kerja sama dengan Badan Pengusahaan Batam untuk membangun Terminal 2 Bandara Hang Nadim Batam,” tambahnya. (RN)

