Aliansi Pemuda Melayu Bakal Unjuk Rasa ke BP Batam. 'Melayu Hilang di Rempang, Kalau 16 Kampung Digusur' - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Aliansi Pemuda Melayu Bakal Unjuk Rasa ke BP Batam. ‘Melayu Hilang di Rempang, Kalau 16 Kampung Digusur’

20/Agu/2023 21:30
Aliansi Pemuda Melayu Bakal Unjuk Rasa ke BP Batam. ‘Melayu Hilang di Rempang, Kalau 16 Kampung Digusur’

Pemberitahuan aksi unjuk rasa oleh Aliansi Pemuda Melayu yang menolak relokasi 16 kampung tua di Rempang, Galang, Batam. (F: ist)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Melayu bakal menggelar aksi unjuk rasa ke Kantor BP Batam pada Rabu, 23 Agustus 2023.

Aliansi Pemuda Melayu merasa prihatin bila seluruh warga Rempang harus direlokasi dari 16 kampung yang telah mereka huni turun temurun. Apalagi bila bercermin pada petuah Hang Tuah sang tokoh legendaris Melayu yang berbunyi: ‘Takkan Melayu Hilang di Bumi’.

‘Kalau digusur 16 titik kampung tua itu, hilang 1 regenerasi. Iya bisa hilang Melayu di Rempang, tak ada lagi Melayu-nya,” jelas Dian Arniandi Koordinator Umum aksi dari Aliansi Pemuda Melayu, kepada BatamNow.com, Minggu (20/08/2023) malam.

Ia katakan, Aliansi Pemuda Melayu akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor BP Batam pada Rabu (23/08) pukul 10.00 WIB.

“Fix aksi pada Rabu tanggal 23 Agustus pukul 10.00 WIB di depan Kantor BP Batam, perkiraan massa 4.000 orang dan bisa lebih besar,” tandasnya.

Dian menjelaskan, Aliansi Pemuda Melayu terbentuk merespons keresahan dialami masyarakat tempatan di 16 kampung tua/lama di Pulau Rempang, Galang yang terancam direlokasi buntut rencana pengembangan kawasan Eco-City di lahan 17.000 hektare di sana.

“Karena kita melihat 16 titik kampung tua ini, kita menolak relokasi berdasarkan histori/sejarah. Sebelum ada BP Batam, kampung tua ini sudah ada,” ujarnya.

Penolakan relokasi 16 kampung tua di Rempang, lanjutnya, juga didukung oleh masyarakat khususnya suku Melayu di luar Kecamatan Galang.

“Dari luar Kecamatan Galang juga ada, dari kampung-kampung tua yang ada di Batam, dari Pulau Belakang Padang, dari Bulang juga ramai,” ucap Dian.

Baca Juga:  Kantor Staf Presiden: Tuntutan Warga Rempang Kota Batam Sudah Sampai Istana Negara

Sama seperti warga Rempang, Dian menegaskan bahwa Aliansi Pemuda Melayu juga mendukung investasi dan pembangunan. “Tapi tolonglah hak-hak masyarakat harus dikasih solusi tebaik, yang jelas masyarakat menolak relokasi,” katanya.

Untuk itu, Aliansi Pemuda Melayu merencanakan aksi unjuk rasa untuk menyampaikan penolak relokasi 16 titik kampung tua di Rempang, Galang.

“Itu kita bikin aksi jilid 1, kemungkinan akan ada lanjutan,” ucapnya.

Dalam surat pemberitahuan unjuk rasa ke Polresta Barelang tertanggal 19 Agustus 2023, Aliansi Pemuda Melayu menyampaikan empat tuntutan aksi, yakni:

  1. Menolak tegas relokasi 16 titik kampung tua yang berada di Rempang-Galang
  2. Bubarkan BP Batam
  3. Pengakuan terhadap tanah adat dan ulayat untuk diakui oleh pemerintah
  4. Hentikan intimidasi terhadap masyarakat yang menolak relokasi kampung tua Rempang-Galang

Dian membenarkan keempat tuntutan aksi yang akan disampaikan pada Rabu (23/08) nanti. “Benar, utamanya kita menolak relokasi 16 titik kampung tua di Rempang, Galang,” tegasnya.

Diberitakan, masyarakat tempatan di Pulau Rempang yang jumlahnya dipwrkirakan 10.000 orang, rencananya direlokasi ke Pulau Galang buntut pengembangan kawasan Rempang Eco-City yang direncanakan dengam investasi Rp 381 triliun. Warga mendukung masuknya investasi itu, namun kukuh menolak relokasi dari kampung leluhur mereka.

Baca Juga:  Warga Rempang Unjuk Rasa Sambut Menteri Bahlil di Kantor Camat Galang, Takbir Berkumandang

Warga Rempang juga telah menyampaikan penolakan relokasi lewat unjuk rasa kepada Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia yang berkunjung ke Kantor Camat Galang di Sembulang pada Minggu (13/08) lalu. (red)

Berita Sebelumnya

Tiket Feri Internasional Naik Rp 35 Ribu Per 1 September, Disundul Kenaikan Tarif Pass Penumpang BP Batam

Berita Selanjutnya

Tokoh Melayu Rempang Dipanggil Polresta Barelang Saksi Dugaan Perusakan Terumbu Karang di Pantai Melayu

Berita Selanjutnya
Warga Rempang Diklarifikasi Polda Kepri, Gerisman: Kami Dituduh BP Batam Serobot Lahan HPL-nya

Tokoh Melayu Rempang Dipanggil Polresta Barelang Saksi Dugaan Perusakan Terumbu Karang di Pantai Melayu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com