BatamNow.com, Jakarta – Robohnya plafon Masjid Tanwirun Naja alias Masjid Tanjak Batam yang baru 77 hari diresmikan, menjadi keprihatinan bersama. Apalagi pembangunan masjid megah tersebut menelan dana sekitar Rp 40 miliar.
Ketika dikonfirmasi terkait hal ini, Nyat Kadir Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem dapil Kepulauan Riau, meminta kontraktor yang mengerjakan bangunan Masjid Tanjak segera memperbaiki. “Ini kan masih tanggung jawab perusahaan atau kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut. Harus segera diperbaiki sehingga aktivitas umat tidak terganggu,” ujarnya kepada BatamNow.com, Kamis (08/09/2022).
Ia juga meminta agar BP Batam mengawasi dengan ketat kontraktor yang mengerjakan Masjid Tanjak.
“Kontraktor harus diawasi ketat oleh pihak BP Batam, uji kekuatan plafon untuk jaminan kesalamatan para jamaah sehingga kejadian ini tidak terulang lagi,” tegasnya.
Mengenai sanksi terhadap kontraktor Masjid Tanjak, menurut Nyat Kadir itu tergantung BP Batam selaku pemberi proyek.
“Saya kira tanggung jawab utama adalah memperbaiki atap dan plafon dengan kredibel untuk jaminan keamanan bagi jamaah. Soal sanksi tergantung pemberi proyek,” ucapnya.
Ia menduga robohnya plafon akibat intensitas curah hujan yang tinggi. “Ini bisa diakibatkan curah hujan yang tinggi. Air hujan berkumpul di bagian atap dan membuat plafon rapuh, sehingga rubuh,” kata Anggota Komisi VI DPR RI ini.
Dia meminta agar konstruksi di bagian atap masjid tersebut disesuaikan dengan model masjid yang bundar. “Konstruksi plafon atap harus menyesuaikan bentuk masjid yang bundar, sehingga bisa kuat menopang,” usulnya.
Demikian juga harus diperhatikan saluran pembuangan airnya. “Jangan sampai air berkumpul di atas dan sulit turun, sehingga membuat plafon rentan untuk runtuh. Benar-benar harus diperiksa konstruksi di bagian atap agar kejadian ini tidak terulang kembali,” pinta Nyat Kadir.
Sejauh ini, dirinya tidak melihat ada indikasi korupsi dalam bentuk pengurangan kualitas barang-barang material untuk membangun.
Ia bersyukur tidak ada korban jiwa karena peristiwa tersebut. “Kalau hanya plafon yang rusak, bukanlah masalah hal yang terlalu besar. Bisa diperbaiki struktur atap dan jalan air hujan yang tepat,” pungkasnya. (RN)

