BatamNow.com, Jakarta – Upaya antisipasi meluasnya penyebaran flu burung terus dilakukan, terutama di sejumlah pintu masuk, baik melalui bandar udara maupun pelabuhan di Indonesia.
“Upaya menekan penyebaran flu burung kami lakukan karena Bandara Hang Nadim juga menjadi salah satu pintu masuk,” kata Humas Bandara Internasional Batam (BIB) Rafi Noor Farhan, kepada BatamNow.com, Senin (06/03/2023).
Rafi mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Balai Karantina Kelas I Batam untuk menyiapkan dan menyiagakan karpet disinfektan pada area kedatangan Bandar Udara Hang Nadim.
“Sejauh ini, itu upaya yang kami lakukan dan diharapkan hal tersebut bisa menekan penyebaran atau masuknya flu burung ke Indonesia dan Batam khususnya,” ujarnya.
Ditambahkannya, sejauh ini meski ditemukan kasus flu burung di luar negeri, tidak mempengaruhi jumlah kedatangan dan keberangkatan penumpang di Bandara Hang Nadim.
Sementara itu, untuk meminimalisir penyebaran virus flu burung, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali menggunakan alat pendeteksi suhu (thermal scanner).
“Para pelaku perjalanan luar negeri dan petugas yang melintas harus terlebih dahulu diukur suhunya saat memasuki area bandara,” kata General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Handy Heryudhitiawan, dalam keterangan persnya, Sabtu (04/03).
Dia menjelaskan, pihaknya sudah memasang 5 unit thermal scanner, 1 unit di kedatangan penumpang internasional, 2 unit berada di area keberangkatan internasional, dan 2 unit berada di area keberangkatan domestik.
Ditegaskannya, tidak ada perlakuan atau jalur khusus terhadap penumpang yang berasal dari negara yang telah terdeteksi ada kasus flu burung.
Untuk pencegahan kasus flu burung, pengelola bandara juga akan bekerjasama dengan kantor kesehatan pelabuhan kelas 1 Denpasar dan Balai karantina pertanian kelas 1 Denpasar. (RN)

