APBMI Batam Gelar Pelatihan Rigger, Tingkatkan Kompetensi Pekerja Bongkar Muat Pelabuhan - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

APBMI Batam Gelar Pelatihan Rigger, Tingkatkan Kompetensi Pekerja Bongkar Muat Pelabuhan

18/Jul/2026 13:17
APBMI Batam Gelar Pelatihan Rigger, Tingkatkan Kompetensi Pekerja Bongkar Muat Pelabuhan

Pelatihan kompetensi Training Rigger (Juru Ikat), digelar DPC Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Batam, di Hotel Pacific Palace, Sungai Jodoh, Batam, Sabtu (18/07/2026). (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Batam kembali menggelar pelatihan kompetensi bagi pekerja pelabuhan melalui Training Rigger (Juru Ikat).

Traning tersebut berlangsung di ruangan MarcoPolo, Hotel Pacific Palace, Sungai Jodoh, Batam, Sabtu (18/07/2026).

Pelatihan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diikuti sebanyak 62 peserta, terdiri dari tenaga kerja bongkar muat, supervisor perusahaan bongkar muat, hingga perwakilan Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM).

Sekretaris DPC APBMI Batam, Budi Susanto, mengatakan pelatihan rigger merupakan kebutuhan mendasar yang wajib dimiliki setiap perusahaan bongkar muat maupun tenaga kerja yang terlibat dalam aktivitas kepelabuhanan.

“Training hari ini, rigger atau juru ikat merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi baik oleh perusahaan bongkar muat maupun tenaga kerja bongkar muat,” ujar Budi kepada BatamNow.com di sela kegiatan.

@batamnow Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Batam kembali menggelar pelatihan kompetensi bagi pekerja pelabuhan melalui Training Rigger (Juru Ikat). Traning tersebut berlangsung di ruangan MarcoPolo, Hotel Pacific Palace, Sungai Jodoh, Batam, Sabtu (18/07/2026). Pelatihan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diikuti sebanyak 62 peserta, terdiri dari tenaga kerja bongkar muat, supervisor perusahaan bongkar muat, hingga perwakilan Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM). Sekretaris DPC APBMI Batam, Budi Susanto, mengatakan pelatihan rigger merupakan kebutuhan mendasar yang wajib dimiliki setiap perusahaan bongkar muat maupun tenaga kerja yang terlibat dalam aktivitas kepelabuhanan. “Training hari ini, rigger atau juru ikat merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi baik oleh perusahaan bongkar muat maupun tenaga kerja bongkar muat,” ujar Budi kepada BatamNow.com di sela kegiatan. Ia menjelaskan, penyelenggaraan pelatihan tersebut merupakan implementasi ketentuan pemerintah sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan (PM) Nomor 59 Tahun 2021, serta mengacu pada Surat Keputusan Bersama tiga kementerian, yakni Kementerian Koperasi, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Ketenagakerjaan. “Dasarnya jelas, bahwa setiap orang yang melakukan kegiatan bongkar muat wajib memiliki kompetensi sesuai bidang pekerjaannya,” jelasnya. Menurut Budi, manfaat utama pelatihan tersebut adalah memberikan bekal dasar kepada para pekerja agar memahami teknik pengikatan muatan (rigging) sekaligus mengenali seluruh peralatan lifting yang digunakan dalam aktivitas bongkar muat. Seorang rigger, kata dia, harus memahami jenis sling yang digunakan untuk mengangkat peti kemas maupun berbagai jenis kargo, termasuk mengetahui kapasitas aman setiap peralatan angkat agar pekerjaan dapat dilakukan sesuai prosedur keselamatan. Selain penguasaan alat, peserta juga dibekali kemampuan mengenali karakteristik muatan, termasuk membedakan barang yang tergolong berbahaya maupun yang tidak berbahaya saat berada di area pelabuhan. “Rigger menjadi dasar bagi seluruh pekerja. Mereka harus mengenal alat lifting, mengetahui kapasitasnya, serta memahami karakter barang yang ditangani sehingga pekerjaan bisa berlangsung dengan aman,” katanya. Budi menuturkan, APBMI Batam hampir setiap tahun menyelenggarakan pelatihan serupa. Sementara untuk sertifikat kompetensi rigger memiliki masa berlaku selama dua tahun sehingga perlu dilakukan penyegaran atau refreshment bagi pemegang sertifikat yang telah habis masa berlakunya. “Kebetulan banyak sertifikat rigger yang berakhir pada bulan Juni. Karena itu asosiasi kembali mengadakan penyegaran, baik bagi anggota yang sudah pernah mengikuti maupun peserta baru,” ujarnya. APBMI Batam Rutin Gelar Beragam Pelatihan Kompetensi Tidak hanya pelatihan rigger, APBMI Batam juga secara rutin menggelar berbagai pelatihan kompetensi lainnya selama lebih dari enam tahun terakhir sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor kepelabuhanan. Pelatihan tersebut meliputi First Aid (Pertolongan Pertama), Working at Height (Pekerjaan pada Ketinggian), Lifting Supervisor, Investigasi Insiden, Loading Master, hingga Dangerous Goods. Budi menjelaskan, kompetensi Lifting Supervisor berada satu tingkat di atas rigger sehingga wajib dimiliki oleh supervisor perusahaan bongkar muat maupun koordinator kerja di lingkungan TKBM. “Minimal supervisor harus mengikuti pelatihan lifting supervisor. Di perusahaan bongkar muat ada supervisor, sedangkan di TKBM ada koordinator. Kompetensi ini wajib dimiliki,” ujar Budi. Sementara pelatihan Investigasi Insiden diberikan agar para pekerja mampu melakukan investigasi ketika terjadi kecelakaan kerja di pelabuhan… Baca di BatamNow.com #batam #batamnow #rempang #batamtiktok #batamhits #fyp #batampunyacerita #batamnews ♬ original sound – BatamNow.com

Ia menjelaskan, penyelenggaraan pelatihan tersebut merupakan implementasi ketentuan pemerintah sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan (PM) Nomor 59 Tahun 2021, serta mengacu pada Surat Keputusan Bersama tiga kementerian, yakni Kementerian Koperasi, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Ketenagakerjaan.

“Dasarnya jelas, bahwa setiap orang yang melakukan kegiatan bongkar muat wajib memiliki kompetensi sesuai bidang pekerjaannya,” jelasnya.

Menurut Budi, manfaat utama pelatihan tersebut adalah memberikan bekal dasar kepada para pekerja agar memahami teknik pengikatan muatan (rigging) sekaligus mengenali seluruh peralatan lifting yang digunakan dalam aktivitas bongkar muat.

Seorang rigger, kata dia, harus memahami jenis sling yang digunakan untuk mengangkat peti kemas maupun berbagai jenis kargo, termasuk mengetahui kapasitas aman setiap peralatan angkat agar pekerjaan dapat dilakukan sesuai prosedur keselamatan.

Selain penguasaan alat, peserta juga dibekali kemampuan mengenali karakteristik muatan, termasuk membedakan barang yang tergolong berbahaya maupun yang tidak berbahaya saat berada di area pelabuhan.

“Rigger menjadi dasar bagi seluruh pekerja. Mereka harus mengenal alat lifting, mengetahui kapasitasnya, serta memahami karakter barang yang ditangani sehingga pekerjaan bisa berlangsung dengan aman,” katanya.

Budi menuturkan, APBMI Batam hampir setiap tahun menyelenggarakan pelatihan serupa.

Sementara untuk sertifikat kompetensi rigger memiliki masa berlaku selama dua tahun sehingga perlu dilakukan penyegaran atau refreshment bagi pemegang sertifikat yang telah habis masa berlakunya.

“Kebetulan banyak sertifikat rigger yang berakhir pada bulan Juni. Karena itu asosiasi kembali mengadakan penyegaran, baik bagi anggota yang sudah pernah mengikuti maupun peserta baru,” ujarnya.

APBMI Batam Rutin Gelar Beragam Pelatihan Kompetensi

Tidak hanya pelatihan rigger, APBMI Batam juga secara rutin menggelar berbagai pelatihan kompetensi lainnya selama lebih dari enam tahun terakhir sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor kepelabuhanan.

Pelatihan tersebut meliputi First Aid (Pertolongan Pertama), Working at Height (Pekerjaan pada Ketinggian), Lifting Supervisor, Investigasi Insiden, Loading Master, hingga Dangerous Goods.

Budi menjelaskan, kompetensi Lifting Supervisor berada satu tingkat di atas rigger sehingga wajib dimiliki oleh supervisor perusahaan bongkar muat maupun koordinator kerja di lingkungan TKBM.

“Minimal supervisor harus mengikuti pelatihan lifting supervisor. Di perusahaan bongkar muat ada supervisor, sedangkan di TKBM ada koordinator. Kompetensi ini wajib dimiliki,” ujar Budi.

Sekretaris DPC Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Batam, Budi Susanto. (F: BatamNow)

Sementara pelatihan Investigasi Insiden diberikan agar para pekerja mampu melakukan investigasi ketika terjadi kecelakaan kerja di pelabuhan.

Menurutnya, tujuan investigasi bukan untuk mencari siapa yang bersalah, melainkan menemukan akar penyebab suatu insiden sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Investigasi dilakukan untuk mencari penyebab dan akar persoalan, bukan mencari masalah. Harapannya peristiwa yang sama tidak terjadi lagi di kemudian hari,” katanya.

Pelatihan First Aid juga dinilai sangat penting karena membekali pekerja dengan kemampuan memberikan pertolongan pertama apabila terjadi kecelakaan kerja sebelum tenaga medis atau petugas terkait tiba di lokasi.

“Kalau tidak dibekali, risikonya cukup besar. Paling tidak mereka tahu tindakan pertama yang harus dilakukan ketika terjadi insiden,” ujarnya.

Selain itu, APBMI Batam juga telah membekali anggotanya melalui pelatihan Loading Master, yang menurut Budi menjadi salah satu persyaratan wajib bagi perusahaan bongkar muat.

Tidak kalah penting, pelatihan Dangerous Goods juga diberikan kepada para pekerja agar mampu menangani barang-barang berbahaya sesuai standar keselamatan yang berlaku di pelabuhan.

Biaya Pelatihan Terjangkau, Gratis untuk Anggota APBMI

Saat ini, jumlah perusahaan bongkar muat yang aktif menjadi anggota APBMI Batam mencapai sekitar 50 perusahaan.

Pada pelatihan kali ini, sebanyak 62 peserta berasal dari perusahaan bongkar muat maupun Koperasi TKBM.

Usai mengikuti pelatihan, seluruh peserta akan memperoleh sertifikat kompetensi. Namun Budi menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan tersebut bukan sekadar mendapatkan sertifikat, melainkan memperkuat pengetahuan dan keterampilan para pekerja.

“Yang paling penting itu ilmunya, baru sertifikat. Percuma punya sertifikat kalau tidak memiliki ilmunya. Karena itu kami mendorong seluruh peserta benar-benar serius mengikuti pelatihan dari awal hingga selesai,” ucap Budi.

Untuk peserta dari perusahaan anggota APBMI, pelatihan diberikan secara gratis karena seluruh pembiayaannya ditanggung oleh pengurus APBMI Batam.

Sedangkan peserta yang berasal dari Koperasi TKBM dikenakan biaya sebesar Rp 1.250.000 per orang.

“Untuk anggota perusahaan bongkar muat gratis. Sedangkan peserta dari Koperasi TKBM dikenakan biaya Rp 1.250.000. Itu pun merupakan biaya pelatihan yang relatif paling murah,” jelas Budi.

Hingga berita ini diterbitkan, acara pelatihan yang dijadwalkan berakhir pukul 17.00 tersebut masih berlangsung. (A)

ADVERTISEMENT
Berita Sebelumnya

Warga Rempang Surati Wali Kota Batam, Minta Audiensi soal Aktivitas PT MEG dan Pemasangan Plang di Lahan Warga

Berita Selanjutnya

Xinyi Glass Tiongkok Bantah Terlibat di Rempang Eco-City, Klaim Investasi Rp 381 Triliun Kini Dipertanyakan

Berita Selanjutnya
Xinyi Glass Tiongkok Bantah Terlibat di Rempang Eco-City, Klaim Investasi Rp 381 Triliun Kini Dipertanyakan

Xinyi Glass Tiongkok Bantah Terlibat di Rempang Eco-City, Klaim Investasi Rp 381 Triliun Kini Dipertanyakan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Central Tiban
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com