Arena Gelper Untungkan Siapa? - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Arena Gelper Untungkan Siapa?

by BATAM NOW
25/Mar/2024 15:03
Semua Arena Gelper Tutup di Batam, Mesin Elektronik Game Tembak Ikan di Nagoya Hill Ramai Pemain

Arena gelanggang permainan di Kota Batam, beroperasi melanggar ketentuan jam buka. (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

Catatan Redaksi BatamNow.com (Bagian-1)

Tulisan ini tidak membahas apakah arena permainan ketangkasan manual/ elektronik/ mekanik di Batam itu tempat perjudian atau tidak, sebagaimana kontroversi yang muncul selama ini.

Juga bukan untuk mengkritisi apakah sarana arena yang masuk kategori usaha hiburan kepariwisataan ini sebagai gelanggang permainan (gelper) ketangkasan khusus untuk anak-anak dan keluarga atau tidak. (Perwako Nomor 3 Tahun 2023 tentang waktu penyelenggaraan)

Tulisan ini muncul dipicu oleh kondisi kekinian di pusaran pergelperan di Batam yang menghebohkan karena tetiba tutup massal.

Mengapa terjadi penutupan massal dan atas perintah siapa? Pertanyaan yang memancing untuk mengulik kembali sengkarut di pergelperan ini.

Misalnya, selama ini, banyak warga meyakini telah terjadi kejanggalan yang berdampak negatif terhadap kehidupan sebagian masyarakat atas praktik gelper ini.

Dan hal itulah yang dianggap sebagai penyebab munculnya buka-tutup arena ini yang terkadang sampai mengundang kegaduhan di lini masyarakat.

Sehingga muncul pertanyaan, apakah sebelum kehadiran arena gelper ini sudah dilakukan studi komprehenshif oleh Dinas Pariwisata Kota Batam tentang kemungkinan risiko dan dampak negatifnya?

Atau apakah hanya sebatas menampung ide bentuk bisnis baru nan seksi dari para kalangan pengusaha di bidang hiburan pariwisata?

Anak-anak dan orang dewasa berbaur bermain di game zone atau gelanggang permainan (gelper) menyediakan mesin permainan ketangkasan, di Batam. (F: BatamNow)

Bahasan dan kesimpulan yang kerap mengemuka di ranah publik adalah bahwa sesungguhnya selama kehadiran gelper ini dalam dua dekade lebih dahsyat mudaratnya dibanding manfaatnya.

Memang tak dimungkiri arena ini dapat menyerap tenaga kerja, tapi status para pekerja itupun masih dipertanyakan. Antara lain ada yang bekerja bertahun, tapi statusnya masih harian. Ada yang bekerja sampai 12 jam sehari dan sebagainya. Apalagi soal jaminan ketenagakerjaan dan kesehatannya.

Lalu apakah Pemko Batam sudah pernah mengevaluasi secara bersama dengan pemangku kepentingan untuk menjawab pendapat maupun keresahan masyarakat itu?

Pendapat dan keresahan tentang dampak negatif yang terjadi terhadap kondisi sosial ekonomi maupun gangguan psikis sebagian masyarakat Batam?

Satu hal yang menggelitik, seberapa besar peran arena ini menarik dan meramaikan pasar wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan lokal(wiskal) yang datang ke Batam, atau jangan-jangan tak punya efek positif terhadap itu?

Kemudian seberapa besar pendapatan retribusi Pemko Batam dari usaha gelper dan Pemprov Kepri sebagai pemberi izin, selama dua dekade? (Aturan baru terhadap usaha hiburan akan dikenakan pajak daerah 40 persen, bukan lagi retribusi)

Jikalau pendapatan retribusi daerah tidak signifikan diraup Pemko Batam, lalu siapa yang diuntungkan atas keberadaan arena usaha gelper itu?

Arena gelper sudah sejak lama menjadi buah bibir sebagai mesin “percetakan uang rupiah” yang diasumsikan memiliki perputaran ratusan miliar setiap tahun dan bahkan puluhan triliun selama 20 tahun dari seluruh arena gelper di Batam.

Soal perkiraan perputaran uang itu memang masih sebatas taksiran karena belum ada data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam atau Bapenda Batam yang dirilis untuk menjelaskan itu. Termasuk besaran jumlah pendapatan retribusi daerah itu.

Maka biarkanlah para “tauke” arena gelper yang menghitung sendiri dengan sempoanya hasil yang diraupnya selama ini dari kantong masyarakat Batam, khususnya.

Biarkan jugalah para pemilik server sistem operasi mesin gelper elektronik/melanik di luar negeri sana yang menghitung sendiri seberapa besar share cuan yang mereka peroleh dari pendapatan asumsi ratusan miliar dari mesin-mesin mereka yang dioperasikan bersama mitranya sebagai bandar di Batam.

@batamnow Tim Terpadu Razia Gelper di Batam, Karyawan Sibuk Matikan Mesin Baca Beritanya di BatamNow.com #batamnow #batamtiktokcommunity #batamhits #batamnews #batamisland #batamsirkel #kotabatam #batampunyacerita #semuatentangbatam #galang #rempang #barelang #bpbatam #muhammadrudi #fyp #fypシ #fypシ゚viral #jokowidodopresidenkita #jokowidodo ♬ Dynasty To – MVC Project

Cuan Usaha Gelper Di-share ke Luar Negeri

Konon uang cuan dari usaha gelper selain membangun apartemen dan hotel serta bisnis besar lainnya bagi para bandar di Batam, juga disebut-sebut di-share ke luar negeri sebagai bagian dari pemilik atau yang mengendalikan mesin dan sistem server teknologi permainan di arena gelper.

Terkait tudingan ini, masyarakat berharap Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) hendaknya dapat melacak aliran dana ini.

Kemudian yang membuat miris adalah begitu banyaknya jumlah warga yang diyakini keranjingan terjebak bermain di setiap arena gelper yang tersebar di beberapa lokasi di Batam, selama 20 puluh tahun beroperasi.

Data valid tentang itu memang belum dapat disajikan di sini. Biarlah jeritan para “korban” keganasan mesin gelper itu yang menjelaskan apa dampak negatif yang mereka rasakan dan alami sendiri.

Yaitu tentang kondisi ekonomi mereka yang sudah terpuruk “diambrukkan” mesin permainan gelper itu, sepanjang masa. Begitu juga tetang kondisi psikis, mental mereka.

Tentu, tak sedikit kisah sedih nan pilu tentang banyaknya warga atau pemain yang bahtera rumah tangganya porak-poranda disebab terjebak di arena gelper. Kisah tentang perceraian suami-istri, sekolah anak terlantar menjadi cerita berepisode di balik centang perenangnya arena gelper ini.

Kisah tentang bagaimana aset rumah, tanah, mobil dan harta benda lainnya ludes di meja gelper adalah bagian dari kisah sedih di arena gelper. Tabungan mereka di bank terkuras, itu sudah pasti.

Baca Juga:  Konsumsi BBM Sumbagut Naik, Pertamina Pastikan Stok Tersedia

Keadaan ini semua sebenarnya kembali ke warga yang keranjingan itu. Tapi bagaimanapun semua itu bisa terjadi akibat tersedianya secara terbuka arena permainan gelper di depan mata mereka sendiri. Awalnya mereka hanya coba iseng. Lama kelamaan kecanduan. Tak ubahnya seperti dampak mengkonsumsi narkoba.

Mereka seperti terjebak atas kebijakan pemerintahnya yang membiarkan beroperasinya arena gelper sepanjang masa yang dapat menghancurkan ekonomi masyarakat itu sendiri.

Begitu leluasanya usaha yang disebut-sebut seolah menebar “penyakit masyarakat” (Pekat) untuk “menghancurkan” ekonomi warga Batam dan lainnya yang keranjingan bertarung nasib di arena gelper.

Belum lagi operasional arena gelper dengan beberapa pelanggaran ketentuan peraturan pemerintah daerah. Arena dengan leluasa, nyaris tanpa kontrol pemerintah daerah, sepanjang masa.

Misalnya, pelanggaran waktu penyelenggaraan usaha itu. Dalam Peraturan Wali Kota (Perwako) No 11 Tahun 2023 ditetapkan jam operasionalnya mulai pikul 10.00 sampai pukul 24.00 atau hanya 14 jam, namun hampir semua beroperasi sampai 24 jam sehari tanpa ada tindakan dari Pemko Batam atau pihak yang berwenang lainnya.

Lebih parah lagi pada awal Ramadan 1445 H. Pelanggaran waktu penyelenggaran itu sangat kontras, meski Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Foropimda) Kota Batam telah menetapkan aturan pembatasan waktu untuk menghormati bulan suci puasa.

Pada awal bulan suci Ramadan ditetapkan waktu penyelenggaraannya mulai pukul 21.00 sampai 01.00. Namun digas oleh pelaku usaha mulai pukul 10.00 sampai subuh atau pagi. (Kondisi sebelum tutup massal sejak Kamis, 21 Maret 2024 hingga tulisan ini dimuat)

Pertanyaannya, mengapa pelaku usaha gelper dalam menjalankan usahanya serasa bebas menabrak peraturan Pemko Batam?

@batamnow Pengelola arena gelanggang permainan (Gelper) JSG 24 Zone (JSG 88) di Kawasan Dotamana, tetap melanggar surat edaran (SE) Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam tentang jam operasional di bulan suci Ramadan 1445 Hijriah. Parahnya, Gelper yang membandel itu adalah yang kena ‘semprit’ Tim Terpadu dan diberi surat peringatan saat dirazia pada H-1 awal Ramadan, Senin (11/03/2024) malam. Investigasi BatamNow.com, Gelper JSG 24 Zone beroperasi pada Sabtu (16/03) siang ini. Sesuai SE Forkopimda, arena Gelper hanya diizinkan beroperasi sejak pukul 21.00 hingga 01.00, di bulan suci Ramadan. Baca Beritanya di BatamNow.com #batamnow #batamtiktokcommunity #batamhits #batamnews #batamisland #batamsirkel #kotabatam #batampunyacerita #semuatentangbatam #galang #rempang #barelang #bpbatam #muhammadrudi #fyp #fypシ #fypシ゚viral ♬ Dj Balada Boa X Pika Pika Kawenimeri – DJ USUP

“Kejamnya” Mesin-mesin Gelper

Arena gelper sudah sejak lama memantik kontradiksi dan diyakini berdampak negatif.

Apalagi jika melihat banyak warga yang terpuruk ekonominya dibantai “kejam”-nya unit-unit mesih permainan di arena gelper menguras kantong dan tabungan pemain.

Masyarakat seperti terbiarkan nyungsep selama dua dekade dibantai “sadis”-nya mesin gelper.

Negara seperti tidak hadir mencegah dan melindungi rakyatnya dari virus Pekat magnet mesin-mesin gelper di puluhan arena di Batam.

Apalagi Perda yang “melahirkan” arena ini masih tetap bercokol mesti seharusnya sudah usang karena mimpi membangun Kawasan Wisata Terpadu Eksklusif (KWTE), sudah pupus.

Perda itu disebut banyak pemerhati sudah tak relevan. Apalagi janji Pemko Batam yang akan merelokasi arena gelper ke lokasi khusus agar tidak beroperasi di sembarang sesuai amanat Perda itu. Namun hingga kini amanat Perda KWTE itu tak kunjung dilaksanakan Pemko Batam.

@batamnow Semua Arena Gelper Tutup di Batam, Mesin Elektronik Game Tembak Ikan di Nagoya Hill Ramai Pemain Baca Beritanya di BatamNow.com #batamnow #batamtiktokcommunity #batamhits #batamnews #batamisland #batamsirkel #kotabatam #batampunyacerita #semuatentangbatam #galang #rempang #barelang #bpbatam #muhammadrudi #fyp #fypシ #fypシ゚viral ♬ Stel Kendo Stel Kenceng Jedag Jedug – Rian DTM

Dampak negatif permainan arena gelper tak terelakkan karena sudah banyak warga yang sudah terpuruk mengakui mudaratnya sangat kental dibandingkan manfaatnya.

Tapi mengapa semua kondisi dan keberadaan arena gelper ini seperti terbiarkan oleh Pemko Batam?

Banyak isu berseliweran di balik bercokolnya arena gelper selama ini.

Isu tentang oknum-oknum di Pemko Batam yang mendapatkan “sesuatu” dari gelimang uang dari arena gelper. (Soal isu ini sudah beberapa kali dikonfirmasi ke Kadis Kominfo dan Kepala Satpol PP Pemko Batam namun tak direspons)

Bukan saja hanya oknum di Pemko tapi oknum aparat lain juga dalam selubung isu yang sama: diduga menerima amplop.

Tapi kini semua arena gelper sedang tiarap setelah penggerebekan dua kasino mini oleh aparat di Batam pada Kamis (21/03/2024).

Banyak masyarakat memuji tindakan tegas aparat, beberapa hari lalu. Tindakan yang juga sekaligus bisa menepis isu miring tentang tudingan selama ini kepada sebagian lagi oknum aparat.

Bahkan Ketua MUI Kota Batam KH Luqman Rifa’i S.Ag mengapresiasi aparat yang bertindak.

Diharapkan tindakan penutupan arena gelper dan permainan bola pinhpong, bukan sebagai siklus musiman saja.

Tutup beberapa hari, kemudian buka kembali seperti keadaan semula.

Kondisi seperti itu tidak diinginkan banyak pihak agar kecurigaan masyarakat tidak tambah menjadi-jadi. (*)

Berita Sebelumnya

Sekdaprov Kepri Buka Rakor Kesbangpol Bahas Harmonisasi Program dan Stabilitas Daerah

Berita Selanjutnya

Vonis 26 Terdakwa Kasus Demo Rempang Bervariasi, Tertinggi 6 Bulan 21 Hari

Berita Selanjutnya
Vonis 26 Terdakwa Kasus Demo Rempang Bervariasi, Tertinggi 6 Bulan 21 Hari

Vonis 26 Terdakwa Kasus Demo Rempang Bervariasi, Tertinggi 6 Bulan 21 Hari

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com