BatamNow.com – Pemadaman listrik (blackout) yang melanda Batam selama lebih dari 12 jam tak hanya mengganggu aktivitas masyarakat dan dunia usaha, tetapi juga memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Iman Sutiawan, mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak terprovokasi hoaks, dan tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan (panic buying).
Di sisi lain, Iman meminta PLN Batam menuntaskan persoalan kelistrikan melalui evaluasi menyeluruh agar gangguan serupa tidak kembali terjadi.
Iman menilai, informasi yang belum terverifikasi mengenai penyebab maupun durasi pemadaman berpotensi memicu keresahan masyarakat. Kondisi tersebut juga dikhawatirkan berdampak terhadap kepercayaan investor dan iklim investasi di Batam.
“Jangan sampai di era media sosial ini, hoaks lebih cepat daripada berita. Ini bisa membahayakan investasi di Batam,” ujar Iman di DPRD Kota Batam, didampingi Wakil Ketua I DPRD Kota Batam serta anggota DPRD dari Fraksi Gerindra, PPP, dan PKB.

Menurut politisi Partai Gerindra itu, kabar yang menyebutkan pemadaman listrik akan berlangsung selama berhari-hari, apabila tidak benar, dapat memicu kepanikan masyarakat maupun dunia usaha.
Ia khawatir, informasi menyesatkan tersebut membuat calon investor mengurungkan niat berinvestasi di Batam. Sementara investor yang telah menjalankan usaha di daerah ini bisa kehilangan kepercayaan terhadap kepastian operasional dan keandalan infrastruktur pendukung industri.
Karena itu, Iman meminta masyarakat lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi di media sosial. Warga diimbau memastikan kebenaran informasi melalui saluran resmi PLN Batam dan pemerintah sebelum membagikannya.
Di sisi lain, Iman mengapresiasi upaya PLN Batam dalam memulihkan pasokan listrik setelah blackout. Namun, ia menegaskan pemulihan tersebut harus diikuti evaluasi menyeluruh untuk menemukan akar persoalan dan memperkuat sistem kelistrikan.
Menurutnya, listrik merupakan kebutuhan mendasar masyarakat sekaligus faktor penting bagi keberlangsungan industri dan dunia usaha di Batam.
“DPRD Provinsi Kepulauan Riau mendukung upaya peningkatan keandalan sistem kelistrikan demi kepentingan masyarakat dan dunia usaha di Batam,” katanya.
Iman juga mengapresiasi komitmen PLN Batam untuk memberikan kompensasi kepada pelanggan sesuai ketentuan yang berlaku. Ia berharap perbaikan dilakukan secara menyeluruh agar keandalan pasokan listrik semakin terjamin.
Antrean SPBU Mengular, Warga Diminta Tak Panik
Selain persoalan kelistrikan, antrean panjang kendaraan roda dua dan roda empat di sejumlah SPBU di Batam dalam satu hingga dua hari terakhir turut menjadi perhatian Iman.
Ia menilai, antrean berpotensi semakin panjang apabila masyarakat datang secara bersamaan karena khawatir kehabisan BBM.
Iman meminta warga mengisi bahan bakar sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Menurutnya, kepanikan justru dapat menambah kepadatan antrean dan mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.
“Kita harapkan masyarakat tidak perlu panik. Insya Allah BBM itu akan dapat kebagian semua. Cuma memang karena satu dua hari ini orang disibukkan beberapa hal. Maka isinya sampai kayaknya berlomba-lomba antre takut tidak dapat BBM,” ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat tidak khawatir terhadap ketersediaan BBM. Menurut Iman, pasokan BBM dipastikan aman hingga akhir tahun.
“Masyarakat jangan takut tidak kebagian BBM. Jangan panik dan jangan melakukan panic buying,” tegasnya.
Iman berharap masyarakat tetap bersabar dan menjadikan informasi yang akurat sebagai pegangan dalam menyikapi situasi tersebut, bukan kabar yang belum jelas kebenarannya.
Ia pun mengajak seluruh pihak bersama-sama menjaga ketenangan dan kondusivitas Batam. PLN Batam diharapkan menuntaskan evaluasi serta memperkuat sistem kelistrikan, sementara masyarakat diminta tetap bijak dalam menyikapi informasi dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. (H)

