Batam Blackout Berjam-jam, Akademisi Soroti Kerentanan Energi dan Air: Data Center Bisa Jadi Bumerang - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
BatamNow.com

Batam Blackout Berjam-jam, Akademisi Soroti Kerentanan Energi dan Air: Data Center Bisa Jadi Bumerang

12/Okt/2026 19:47
Kenaikan Tarif Parkir, Rikson Tampubolon: Kita Harus Menyoal, Bila Perlu Membuat Petisi

Rikson Pandapotan Tampubolon SE MSi. (Dok. Pribadi)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Akademisi sekaligus Analis Batam Labor and Public Policy (Balapi), Rikson Pandapotan Tampubolon, menilai matinya aliran listrik dan air minum secara hampir bersamaan di Batam menunjukkan adanya kerentanan energi dan infrastruktur dasar yang harus segera dievaluasi pemerintah.

Batam mengalami pemadaman listrik (blackout) pada Senin (12/10/2026), sejak pukul 07.00. Berjam-jam hingga malam, sebagian besar wilayah masih belum teraliri listrik.

Merespons hal tersebut, Rikson mengingatkan, jika persoalan sama berulang tanpa pembenahan serius, akan menggerus kenyamanan masyarakat sekaligus meningkatkan risiko bagi investor yang ingin berusaha di Batam.

“Saya kira kejadian hari ini menunjukkan kerentanan energi (listrik) bersamaan dengan air kita di Kota Batam. Hal ini harus disikapi secara serius, audit total soal bagaimana daya dukung kita soal ini,” kata Rikson kepada BatamNow.com, Senin (12/10/2026).

Menurut dia, pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kemampuan infrastruktur Batam dalam memenuhi kebutuhan listrik dan air minum, terutama di tengah perkembangan investasi dan pembangunan yang terus berlangsung.

Rikson menegaskan, listrik dan air merupakan kebutuhan pokok yang tidak boleh diabaikan dalam perencanaan pembangunan kota.

“Hal ini tentunya akan membuat kota ini tidak nyaman untuk ditinggali, investor pun akan menjauh. Sebelum pemimpin kita bicara ‘panjang kali lebar’, soal listrik dan air ini adalah kebutuhan pokok, sekarang ini harus dibereskan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa ketidakpastian pasokan kebutuhan dasar dapat memengaruhi keputusan pelaku usaha untuk mempertahankan atau mengembangkan bisnisnya di Batam.

“Pelan tapi pasti mereka akan hengkang kalau situasi ini berlanjut. Pengusaha dan investor itu bertemannya dengan risiko, bukan dengan ketidakpastian. Yang kita tunjukkan sekarang ini adalah ketidakpastian,” kata Rikson.

Minta Pembangunan Data Center Dievaluasi

Rikson turut menyoroti perkembangan investasi pusat data (data center) di Batam. Menurut dia, pemerintah perlu mempertimbangkan moratorium pembangunan data center sampai ada keterbukaan mengenai daya dukung energi, air, dan infrastruktur pendukung lainnya.

Ia mempertanyakan kelayakan pengembangan industri yang membutuhkan pasokan listrik dan air dalam jumlah besar ketika persoalan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat masih terjadi.

“Bagaimana mungkin data center yang rakus energi dan air dan minim serapan tenaga kerja dibuat di lokasi yang masih bermasalah soal energi, terlebih air,” ujarnya.

Menurut Rikson, pemerintah perlu memastikan bahwa ekspansi investasi tidak mengabaikan kebutuhan masyarakat dan kapasitas infrastruktur yang tersedia.

Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan data center berpotensi memicu persoalan sosial apabila kebutuhan sumber daya industri tidak diimbangi dengan jaminan ketersediaan air dan listrik bagi warga.

“Ini bisa jadi bumerang bagi kota ini. Kita juga tidak boleh menutup mata, di banyak negara data center ini sudah jadi polemik dengan masyarakat. Hari ini kita butuh kejernihan dan keberpihakan pemerintah kita kepada masyarakat, jangan sampai rakyat jadi korban,” tegasnya.

Listrik, Air, hingga Lalu Lintas Terganggu

Gangguan listrik dan air minum terjadi di sejumlah wilayah Batam pada Senin (12/10/2026). Gangguan dilaporkan berlangsung sejak sekitar pukul 07.00 WIB hingga menjelang sore.

Dampaknya tidak hanya dirasakan pada pemenuhan kebutuhan air minum dan aktivitas yang bergantung pada listrik. Sejumlah warga juga mengalami gangguan sinyal telepon seluler yang diduga berkaitan dengan padamnya listrik.

Di sisi lain, kualitas udara Batam juga berada dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif berdasarkan informasi yang dikutip dari aplikasi IQAir, dengan parameter partikulat halus PM2.5.

Gangguan turut berdampak pada lalu lintas. Sejumlah Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) atau lampu lalu lintas dilaporkan tidak berfungsi, sehingga pengaturan kendaraan di beberapa ruas jalan terganggu dan memicu kemacetan. (A)

ADVERTISEMENT
Berita Sebelumnya

Pimpin PN Batam, Arizal Anwar Tegaskan Integritas Hakim dan Soroti Kekurangan Personel

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Central Tiban
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini

© 2021-2026 BatamNow.com