BatamNow.com – Setelah rangkaian penggerebekan kasus narkoba dan dugaan perjudian di sejumlah tempat hiburan malam (THM) di Batam, beredar informasi mengenai kemungkinan operasi atau razia terhadap sejumlah arena gelanggang permainan (Gelper) malam ini.
Informasi tersebut beredar luas melalui sejumlah grup WhatsApp yang diduga beranggotakan pekerja arena gelper.
Pesan yang beredar antara lain berisi imbauan dengan kode “waspada”, yang memicu kekhawatiran akan adanya operasi aparat secara masif dengan pasukan bersenjata seperti pada operasi penggerebekan Nine Stage Lounge and Bar di Lubuk Baja pada Sabtu (15/08/2026) kemarin.
Namun, hingga berita ini disusun, informasi mengenai rencana razia tersebut belum diperoleh konfirmasi resmi dari Mabes Polri maupun aparat penegak hukum lainnya.
@batamnow Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal (Waka Bareskrim) Polri, Irjen Pol Nunung Syaifuddin, mengingatkan pelaku usaha tempat hiburan malam (THM) dan gelanggang permainan (gelper) di Batam agar tidak menjalankan aktivitas yang melanggar hukum. Pernyataan tersebut disampaikan Nunung saat merilis hasil penggerebekan dugaan perjudian di Nine Stage Lounge and Bar, kawasan Nagoya Indah, Batam, Minggu (16/08/2026), di lobi Mapolresta Barelang. Nunung menegaskan, aparat akan menindak tegas apabila masih ditemukan tempat hiburan maupun arena permainan yang menjalankan aktivitas yang bertentangan dengan hukum. “Nanti kalau masih ada yang nekat-nekat, kita tunggu aja, tinggal menunggu harinya aja,” ujarnya. Nunung juga mengimbau pelaku usaha yang menjalankan aktivitas melanggar hukum untuk segera menghentikan kegiatannya. “Sekalian saya mau mengingatkan pada para pelaku usaha maupun tempat Gelper kalau kau tak tutup, tak sikat kamu,” tegasnya… Baca di BatamNow.com #batam #batamnow #batamhits #batamtiktok #fyp ♬ original sound – BatamNow.com
Waka Bareskrim Polri Sudah Ingatkan Gelper
Hari ini, Minggu (16/08), Wakil Kepala (Waka) Bareskrim Polri, Irjen Pol Nunung Syaifuddin mengingatkan pelaku usaha THM dan gelper di Batam agar tidak menjalankan aktivitas yang melanggar hukum.
Ia menegaskan, aparat akan menindak tegas jika masih ditemukan pelanggaran.
“Kalau masih ada yang nekat-nekat, kita tunggu saja, tinggal menunggu harinya saja,” ujarnya.
Dan menurut sumber, rencana operasi malam ini memang dirahasiakan.
Sumber BatamNow.com membenarkan adanya komunikasi dan peringatan yang beredar di kalangan pekerja lelper melalui media sosial.
Meski demikian, sumber tersebut tidak dapat memastikan apakah operasi sebagaimana dirumorkan benar-benar akan dilakukan malam ini.
Rumor tersebut berkembang setelah penggerebekan dugaan perjudian jenis kasino di Nine Stage Lounge and Bar, Ruko Nagoya Indah, Kecamatan Lubuk Baja, Batam, Sabtu (15/08) malam.
Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan 197 orang, menyita uang tunai sekitar Rp 7,79 miliar serta sejumlah mesin yang diduga berkaitan dengan aktivitas perjudian. Lokasi tersebut kemudian dipasangi garis polisi.
Penggerebekan itu menyusul penindakan oleh Bareskrim di HH Club 3.0 Pub & KTV serta sejumlah lokasi lainnya.
Dalam rangkaian penindakan tersebut, aparat mengamankan sejumlah orang dan menyita barang bukti yang diduga terkait narkotika untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Rentetan operasi dalam sepekan terakhir membuat pelaku usaha dan pekerja hiburan malam di Batam meningkatkan kewaspadaan.
Kekhawatiran serupa kini muncul di kalangan pekerja arena gelper menyusul beredarnya rumor mengenai kemungkinan razia pada malam ini.
@batamnow Gelanggang Permainan (Gelper) Nagoya Game Zone di kawasan Batu Selicin, Lubuk Baja, Batam, mendadak digerebek puluhan aparat gabungan bersenjata lengkap pada Sabtu (15/08/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Puluhan personel datang menggunakan kendaraan taktis dan kendaraan operasional lainnya, kemudian mengepung gedung yang terdiri atas sekitar 20 unit ruko yang disatukan tersebut. Setibanya di lokasi, aparat langsung memasang garis polisi di sekeliling bangunan. Sejumlah personel terlihat mengenakan pakaian taktis. Sementara puluhan anggota Brimob Polda Kepri menggunakan perlengkapan lengkap, termasuk senjata laras panjang dan rompi antipeluru. Beberapa anggota TNI berpakaian lengkap juga terlihat berada di lokasi, namun tidak terlihat membawa senjata. Pantauan BatamNow.com, aparat kepolisian yang melakukan penggerebekan diduga berasal dari Bareskrim Mabes Polri. Penggerebekan tersebut menyasar tempat yang diduga menjadi lokasi aktivitas perjudian. Menurut warga sekitar, lantai satu gedung tersebut selama ini digunakan untuk aktivitas mesin gelper. Sementara lantai dua dan tiga diduga digunakan untuk aktivitas kasino. “Lantai dua dan tiga itu setahu saya kasino,” ujar seorang warga yang menyaksikan penggerebekan. Di luar gedung, puluhan kendaraan roda dua dan roda empat terlihat terparkir. Kendaraan tersebut diduga milik pengunjung dan karyawan tempat hiburan tersebut. Puluhan Orang Diamankan Setelah sekitar tiga jam melakukan pemeriksaan di dalam gedung, aparat mulai mengeluarkan satu per satu orang yang terjaring dari lokasi. Mereka keluar melalui pintu belakang gedung yang berada di samping Double D Residence Nagoya. Orang-orang yang diamankan terdiri atas laki-laki dan perempuan dengan berbagai kelompok usia. Sejumlah orang terlihat diborgol menggunakan borgol plastik berwarna kuning (cable ties) sebelum digiring menuju kendaraan aparat. Mereka kemudian dinaikkan ke dua unit truk Satuan Samapta Polresta Barelang dan tiga unit truk Brimob. Dua truk pertama berangkat sekitar pukul 23.30 WIB dengan membawa sedikitnya 40 orang menuju Mapolresta Barelang. Tiga truk lainnya menyusul sekitar pukul 00.52 WIB. Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, ratusan orang yang diamankan dibawa ke Mapolresta Barelang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kapolresta Barelang Turun ke Lokasi Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono juga terlihat berada di lokasi penggerebekan. Sekitar pukul 23.59 WIB, Anggoro keluar dari dalam gedung melalui pintu belakang yang sama dengan jalur keluarnya orang-orang yang diamankan. Saat itu, Anggoro tidak mengenakan pakaian dinas. Ia terlihat mengenakan kaus berkerah hitam, celana bahan berwarna cokelat dan sepatu sneaker hitam. Saat hendak meninggalkan lokasi, sejumlah awak media mencoba meminta keterangan terkait penggerebekan tersebut. Namun, sambil berjalan menuju kendaraannya, Anggoro hanya menjawab singkat. “Besok-besok lah ya,” katanya. Hingga berita ini ditayangkan pada Minggu (16/08/2026) pagi, proses pemeriksaan dan pengamanan di lokasi masih berlangsung. BatamNow.com masih menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penggerebekan, jumlah orang yang diamankan, serta dugaan aktivitas perjudian di lokasi tersebut. Baca di BatamNow.com #batam #batamnow #batamhits #batamtiktok #fyp ♬ News / Truth Investigation / Investigation / Suspicion / Consideration(1013150) – A.TARUI
Arena Gelper Rata-rata Langgar Perwako Batam
Apalagi, sejumlah arena gelper diketahui beroperasi hingga dini hari, bahkan disebut buka hampir 24 jam.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena jam operasional tempat usaha ketangkasan di Batam disebut dibatasi ketentuan yang berlaku, termasuk Peraturan Wali Kota (Perwako) Batam Nomor 11 Tahun 2023 yang mengatur waktu operasional mulai pukul 10.00 hingga 24.00 WIB.
Jika terdapat arena yang beroperasi melampaui ketentuan tersebut, pengawasan dan penertiban menjadi kewenangan instansi terkait sesuai aturan yang berlaku.
Terlepas benar atau tidaknya rumor razia malam ini, rangkaian penggerebekan terbaru menunjukkan bahwa aktivitas tempat hiburan dan arena permainan di Batam sedang menjadi perhatian serius aparat.
BatamNow.com masih berupaya memperoleh konfirmasi resmi dari pihak kepolisian dan Satpol PP Kota Batam terkait kebenaran informasi mengenai kemungkinan operasi terhadap arena gelper malam ini.
Namun beberapa arena gelper sudah tutup mulai semalam pasca penggerebekan di Nine Stage Lounge and Bar. (Red)

