Oleh: Gabriel Shafto Ara Anggito Sianturi
Anggota Komisi II DPRD Kota Batam
81 tahun kemerdekaan bukan sekadar perjalanan waktu. Ia adalah perjalanan sebuah bangsa yang terus belajar berdiri tegak, menghadapi perubahan, menjaga persatuan, dan memperjuangkan masa depan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia.
Kemerdekaan yang diwariskan para pendiri bangsa bukanlah titik akhir. Ia adalah amanah yang harus terus kita hidupkan—dalam keberanian untuk menentukan arah sendiri, dalam keberpihakan terhadap keadilan, serta dalam kerja nyata menghadirkan kemakmuran yang dapat dirasakan hingga ke setiap sudut negeri.
Berdaulat berarti Indonesia yang percaya pada kekuatannya sendiri. Bangsa yang teguh menjaga tanah air, martabat, sumber daya, serta kebebasan menentukan masa depannya. Bangsa yang terbuka terhadap dunia, namun tidak kehilangan jati diri dan kepentingan nasionalnya.
Adil berarti kemajuan tidak boleh hanya menjadi milik sebagian. Kesempatan harus terbuka, hukum harus melindungi tanpa membedakan, pembangunan harus menjangkau, dan setiap anak bangsa—di kota maupun pelosok negeri—berhak memiliki ruang yang sama untuk bermimpi, tumbuh, dan maju.
Makmur berarti pembangunan hadir dalam kehidupan nyata:
Ketika keluarga memiliki harapan, pekerjaan memberikan martabat, pendidikan membuka masa depan, usaha rakyat bertumbuh, pangan terjaga, dan kesejahteraan semakin merata dari Sabang sampai Merauke.
Namun cita-cita besar itu tidak dapat dibangun sendiri.
Kita harus bersatu, karena perbedaan bukan alasan untuk berjalan terpisah.
Kita harus berkarya, karena cinta kepada Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar kata-kata. Dan kita harus berkelanjutan, karena kemajuan hari ini tidak boleh mengorbankan kesempatan generasi yang akan datang.
Di usia ke-81 Republik Indonesia, mari memaknai kemerdekaan bukan hanya dengan mengenang perjuangan masa lalu, tetapi dengan menjawab tantangan zaman melalui karya terbaik kita hari ini.
Melanjutkan yang telah baik.
Memperbaiki yang belum adil.
Menguatkan yang masih rapuh.
Membuka jalan bagi mereka yang belum mendapatkan kesempatan.
Sebab Indonesia yang kita cita-citakan bukan hanya Indonesia yang besar dalam angka dan pembangunan, tetapi Indonesia yang berdaulat dalam menentukan arah, adil dalam memperlakukan rakyatnya, dan makmur dalam kehidupan masyarakatnya.
Kemerdekaan telah diperjuangkan untuk kita. Kini, masa depan Indonesia adalah bagian yang harus kita perjuangkan bersama.
Satu bangsa.
Satu tujuan.
Satu masa depan.
Mari terus Bersatu Berkarya. Berkelanjutan. Untuk Indonesia yang semakin berdaulat. Untuk keadilan yang semakin nyata. Untuk kemakmuran yang dapat dirasakan oleh seluruh rakyat.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. 17 Agustus 1945 — 17 Agustus 2026. (*)

