Berkaca dari Sri Lanka, Mengapa Suatu Negara Bisa Gagal Bayar Utang dan Apa Dampaknya? - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Berkaca dari Sri Lanka, Mengapa Suatu Negara Bisa Gagal Bayar Utang dan Apa Dampaknya?

16/Apr/2022 14:40
Berkaca dari Sri Lanka, Mengapa Suatu Negara Bisa Gagal Bayar Utang dan Apa Dampaknya?

Protes mahasiswa Sri Lanka memblokir jalan raya menuntut pemerintah mundur selama jam malam di Colombo, Sri Lanka, Minggu, 3 April 2022. (F: AP PHOTO/ ERANGA JAYAWARDENA)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Sri Lanka mengumumkan gagal membayar utang luar negeri (default) senilai 51 miliar dollar AS atau setara Rp 732 triliun, Selasa (12/04/2022).

Ini terjadi di tengah krisis ekonomi yang mengguncang Sri Lanka dan protes luas menuntut pengunduran diri pemerintah.

Kementerian keuangan Sri Lanka mengatakan, negara itu gagal membayar semua kewajiban eksternal, termasuk pinjaman dari pemerintah asing, menjelang dana talangan Dana Moneter Internasional.

“Pemerintah mengambil tindakan darurat hanya sebagai upaya terakhir untuk mencegah penurunan lebih lanjut dari posisi keuangan republik,” kata sebuah pernyataan dari kementerian, dikutip dari AFP.

Mengapa Gagal Bayar Utang Bisa Terjadi?

Meskipun negara yang gagal bayar utang relatif jarang, beberapa dapat dan secara berkala melakukan default atas utang negara mereka.

Ini terjadi ketika pemerintah suatu negara tidak mampu atau tidak mau membayar kreditur.

World Economic Forum mencatat, sebanyak 147 pemerintah telah gagal membayar utang sejak 1960.

Dana Moneter Internasional (IMF) menggambarkan gagal bayar utang atau default dalam istilah sederhana sebagai janji yang rusak atau pelanggaran kontrak.

Ketika pemerintah meminjam uang dari kreditur asing dan domestik, secara kontraktual wajib membayar bunga atas pinjaman tersebut.

Baca Juga:  Hati-hati Jangan Tertipu, Ini Daftar Terbaru Investasi Ilegal

Jika pembayaran tidak terjawab, ini digambarkan sebagai default.

Kendati demikian, negara-negara yang default seringkali dapat meminjam lagi dengan cepat.

Akan tetapi, default dapat menimbulkan biaya ekonomi yang lebih parah dalam jangka pendek.

Penyebab umum dari gagal bayar utang negara termasuk stagnasi ekonomi, ketidakstabilan politik, dan salah urus keuangan, dikutip dari Investopedia.

Dampak Gagal Bayar

Negara-negara yang gagal membayar utangnya mungkin mengalami kesulitan meminjam lagi.

Mereka kemungkinan juga harus membayar tingkat bunga yang lebih tinggi jika mereka mendapat kesempatan.

Kondisi ini lebih rumit daripada gagal utang perusahaan, karena aset dalam negeri tidak dapat disita untuk membayar kembali dana.

Sebaliknya, persyaratan yang utang akan dinegosiasikan ulang seringkali meninggalkan pemberi pinjaman dalam situasi yang tidak menguntungkan, bahkan kerugian total.

Oleh karena itu, dampak default dapat secara signifikan lebih luas, baik dalam hal dampaknya terhadap pasar internasional maupun pengaruhnya terhadap populasi negara tersebut.

Negara yang gagal bayar dapat dengan mudah jatuh ke dalam kekacauan, sehingga dapat menjadi bencana bagi jenis investasi lain di negara penerbit. (*)

   sumber: Kompas
Berita Sebelumnya

Tok! THR PNS Cair Mulai Senin 18 April 2022, Gaji ke-13 Bulan Juli

Berita Selanjutnya

Dapat Pesan WA Pencairan Pinjol Puluhan Juta? Jangan Ditanggapi, Hati-hati Jebakan

Berita Selanjutnya
Jangan Buka Pesan SMS dari WhatsApp Ini, Atau Dirampok!

Dapat Pesan WA Pencairan Pinjol Puluhan Juta? Jangan Ditanggapi, Hati-hati Jebakan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com