BP Batam Khawatirkan El Nino, BMKG Sebut Dampaknya di Kepri Tak Seberat Daerah Lain - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

BP Batam Khawatirkan El Nino, BMKG Sebut Dampaknya di Kepri Tak Seberat Daerah Lain

by BATAM NOW
20/Mei/2026 20:55
Kapasitas Air Baku Menurun di Tiga Waduk BP Batam, Amsakar Minta Kesadaran Bersama

Kondisi salah satu titik di Waduk Muka Kuning pada Senin (30/03/2026), di tengah kemarau panjang yang melanda Kota Batam. (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – BP Batam mengkhawatirkan ancaman fenomena “El Nino” akan memberi dampak kepada Batam yang bergantung terhadap ketahanan dan ketersediaan air baku dari dam atau waduk tadah hujan untuk sistem penyediaan air minum.

Melalui siaran pers yang dipublikasikan pada Sabtu (16/05/2026), BP Batam disebut menyiapkan langkah antisipatif dengan melibatkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta AirNav Indonesia.

BP Batam akan melakukan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan guna menghadapi fenomena kemarau panjang yang berlangsung sekitar bulan Juni hingga Agustus 2026 mendatang.

 

1 of 5
- +

Dampak El Nino Tidak Terlalu Berat di Kepri

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Ramlan Djambak menjelaskan bahwa El Nino merupakan fenomena global, namun dampaknya tidak sama di setiap wilayah Indonesia.

Menurut dia, wilayah yang paling terdampak umumnya berada di selatan garis khatulistiwa dengan tipe curah hujan monsunal.

“Tipe curah hujan monsunal paling sering ditemukan di Indonesia, seperti di Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, NTB, NTT, sebagian Sulawesi Selatan, dan Papua,” ujar Ramlan kepada BatamNow.com melalui sambungan telepon, Rabu (20/05/2026).

Sementara itu, wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), termasuk Batam, dinilai tidak sepenuhnya terdampak El Nino karena memiliki pola curah hujan ekuator atau equatorial.

“Wilayah Kepri tipikal curah hujannya equatorial, yaitu hampir terjadi hujan sepanjang tahun. Kalau pun terdampak El Nino, hanya sebagian kecil,” kata Ramlan.

Pola curah hujan yang terjadi di wilayah khatulistiwa (ekuator), dicirikan oleh tingginya curah hujan sepanjang tahun dan memiliki dua puncak musim hujan atau pola bimodal, yang biasanya terjadi sekitar bulan Maret dan Oktober.

Meski demikian, ia mengakui El Nino tetap berdampak ke wilayah Kepri meski tidak seberat daerah lain di Indonesia.

“Kan ada dampak untuk El Nino dengan dampak berat, menengah sehingga ada juga dampaknya. Tetapi di Kepri tidak terdampak sehebat di wilayah Indonesia lain,” ujar Ramlan.

Meski hanya terdampak sebagian kecil, ia menyebut tetap perlu juga disiapkan langkah antisipasi.

“Di Kepri ini, curah hujannya paling sedikit itu bulan Februari, Juli dan Agustus. Nanti jika ada terjadi dampaknya El Nino, tentu curah hujannya semakin berkurang,” ucapnya.

Sementara terkait kondisi cuaca secara normal di Kepri atau di Batam, disebut mulai bulan April hingga Juni.

“Pada bulan April, Mei, Juni sebenarnya curah hujannya cukup tinggi untuk secara umumnya,” jelas Ramlan.

Namun pada Maret kemarin, curah hujan yang turun lebih sedikit dari perkiraan. “Sehingga di bulan April-Mei, BP Batam merasa khawatir ketersediaan air bakunya mulai berkurang,” ujarnya.

BP Batam Sebut Akan Melakukan TMC

Berbeda dengan rilis BP Batam yang menyebutkan akan melakukan operasi TMC, Ramlan menyebutkan bahwa operasi itu telah berlangsung.

Ramlan mengatakan bahwa operasi TMC telah dilakukan sejak Jumat (15/06/2026), dan telah berjalan beberapa hari.

Dalam operasi tersebut, bahan semai yang digunakan adalah Natrium Klorida (NaCl) atau garam dapur yang berfungsi sebagai partikel higroskopis di dalam awan.

Menurut Ramlan, NaCl berfungsi sebagai inti kondensasi yang membantu mengikat uap air di atmosfer sehingga awan dapat menyatu dan menghasilkan hujan. (A)

Berita Sebelumnya

Hujan di Batam Beberapa Hari Terakhir Sebagian Hasil Modifikasi Cuaca

Berita Selanjutnya

Perkuat Inklusi Keuangan Syariah, BRK Syariah Resmikan Layanan Rahn Gadai Emas di Bintan

Berita Selanjutnya
Perkuat Inklusi Keuangan Syariah, BRK Syariah Resmikan Layanan Rahn Gadai Emas di Bintan

Perkuat Inklusi Keuangan Syariah, BRK Syariah Resmikan Layanan Rahn Gadai Emas di Bintan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com