BatamNow.com – BP Batam mengumumkan prakualifikasi ulang pemilihan mitra kerja sama Pelabuhan Internasional Batam Center, Senin (29/04/2024).
Itu dilakukan setelah prakualifikasi awal dilakukan sejak tanggal 16 hingga 24 April 2024.
Lalu pada Senin, 29 April 2024, BP Batam mengumumkan prakualifikasi ulang yang diunggah lewat laman resminya pada tautan bpbatam.go.id.
Dalam surat nomor 4/PP.PBC/4/2024, dijelaskan bahwa prakualifikasi ulang dilakukan setelah proses kualifikasi sebelumnya hanya terdapat kurang dari 2 (dua) peserta yang memasukkan Dokumen Kualifikasi.
Untuk pendaftaran prakualifikasi ulang, calon peserta dapat mendaftar mulai 29 April hingga 8 Mei 2024, selama hari kerja.
Alamat pendaftarannya di Sekretariat Panitia Pemilihan, di Pusat Perencanaan Program Strategis, Gedung BIDA Annex I, di Kantor BP Batam.
Dijadwalkan juga, tahapan penjelasan (aanwijzing) pada 6 Mei 2024 setelah calon peserta mendaftar dan mengambil dokumen prakualifikasi ulang.
Dijelaskan dalam pengumuman itu, pemanfaatan aset yang digunakan untuk proyek ini adalah Kerja Sama Pemanfaatan Dalam Rangka Penyediaan Infrastruktur (“KSP DRPI”) yang dilaksanakan melalui usulan pemrakarsa Badan Usaha (Unsolicited) yaitu PT Metro Nusantara Bahari dengan kompensasi right to match.
[real3dflipbook id=’102′]
Sementara informasi diperoleh media ini, ada 4 perusahaan yang menjadi calon peserta prakualifikasi sebelumnya.
Selain PT Synergy Tharada pengelola Pelabuhan Batam Center saat ini, tiga pendaftar lainnya adalah PT Metro Nusantara Bahari, PT Harapan Mitra Properti, dan PT Mitra Karunia Laksana.
Dikonfirmasi BatamNow.com lewat pesan WhatsApp pada Senin sore, Direktur Badan Usaha Pelabuhan BP Batam Dendi Gustinandar hanya menjawab, “Utk hal tsb bisa ke Humas BP Batam, terimakasih“.
Sedangkan Kepala Biro Humas BP Batam Ariastuty Sirait yang dikonfirmasi, masih enggan merespons pesan dikirim wartawan BatamNow.com.
Publikasi prakualifikasi mauun prakualifikasi ulang proyek dengan perkiraan biaya Rp 3,4 triliun ini, tidak ramai seperti biasanya siaran pers BP Batam.
Kembangkan 23 Hektare, Butuh Mitra Berinvestasi Rp 3,4 Triliun
Sebagai informasi, proyek pembangunan, pengoperasian dan pengembangan Pelabuhan Internasional Batam Center seluas ±2,5 hektare ini akan dikembangkan dengan reklamasi sekitar 23,4 hektare.
Rencananya, ±9 hektare dikembangkan untuk Terminal Ferry Internasional Batam Centre baru dan ±14,4 hektare lagi untuk kawasan komersial sebagai sarana penunjang terminal pelabuhan yang terintegrasi.
Proyek ini diperkirakan membutuhkan investasi dari mitra sebesar Rp 1.491.231.536.042 untuk pengembagnan terminal, lalu Rp
1.915.671.374.230 untuk investasi area komersial.
Pelabuhan Internasional Batam Center merupakan terminal penumpang internasional utama di Pulau Batam. Pada 2023, pelabuhan ini dilintasi ±59 persen dari keseluruhan pelabuhan internasional di Pulau Batam yaitu sebesar 4,4 juta penumpang internasional. (D/Aman)

