BP Batam Sebut Data Center Tak Disuplai Waduk Nongsa dan Duriangkang - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
BatamNow.com

BP Batam Sebut Data Center Tak Disuplai Waduk Nongsa dan Duriangkang

05/Okt/2026 20:19
Setelah Warga Demo, PT ABH Kirim 7 Truk Tangki ke Sambau, BP Batam Janji Air Mengalir Besok

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Denny Tondano. (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – BP Batam menyebut infrastruktur data center di Nongsa tidak mendapatkan pasokan air dari Waduk Nongsa maupun Waduk Duriangkang. Penegasan ini disampaikan merespons warga Sambau unjuk rasa krisis air yang dialami warga Sambau, Kecamatan Nongsa.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan data center yang telah beroperasi di kawasan Nongsa memiliki sumber dan sistem pengolahan air masing-masing.

Pun saat ini, menurutnya, sedang dibangun fasilitas Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) untuk salinasi air laut guna menyuplai kebutuhan data center.

“Hari ini, mereka sedang menyiapkan SWRO. Kalau yang sudah jalan, contoh di sini mereka dapat dari KIE. Di situ mereka ada pengolahan sendiri,” ujar Denny usai menemui warga Sambau, di depan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa, Senin (05/10/2026).

@batamnow Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Denny Tondano menjelaskan, krisis air yang terjadi di kawasan Nongsa tidak terlepas dari penurunan produksi air akibat kondisi kemarau. Menurutnya, produksi air di Nongsa yang biasanya mencapai sekitar 90 liter per detik kini turun menjadi sekitar 25 liter per detik. “Kondisinya hari ini memang sudah turun dan produksi memang turun jauh. Hari ini kita support dengan booster yang kita pasang mengarah ke sini dari Duriangkang. Jadi saat ini, Nongsa didukung dari Duriangkang,” ujar Denny. Ia menegaskan, pasokan air untuk data center yang telah beroperasi di kawasan Nongsa tidak berasal dari sistem air baku Nongsa. Menurut Denny, sejumlah data center memperoleh pasokan dari sumber dan sistem pengolahan air masing-masing. “Hari ini, mereka sedang menyiapkan SWRO. Kalau yang sudah jalan, contoh di sini mereka dapat dari KIE. Di situ mereka ada pengolahan sendiri,” katanya. Denny juga menjelaskan, kawasan Kabil Industrial Estate (KIE) memiliki kolam penampungan air hujan yang kemudian diolah untuk memenuhi kebutuhan air di kawasan tersebut. “KIE mereka punya semacam kolam, mereka tadah hujan di situ, dan mereka produksi di situ. Cukup besar produksinya, itu yang mereka pakai saat ini,” ujarnya. Data Center Juga Disebut Belum Mengambil Air dari Duriangkang Denny memastikan pasokan dari Waduk Duriangkang saat ini tidak dialirkan untuk kebutuhan data center. Ia menyebut pembangunan fasilitas pendukung kebutuhan air data center memang tengah dipersiapkan. Dalam tahap pertama, terdapat rencana pembangunan dengan kapasitas masing-masing 800, 400, totalnya 1.200 liter per detik. Pembangunan tersebut ditargetkan selesai dalam waktu sekitar delapan bulan hingga satu tahun. “Duriangkang tidak ada yang masuk ke data center,” tegasnya. Sementara kawasan selain data center, seperti Nongsa Digital Point (NDP), dan resort-resort di sana memang sudah sedari dulu disuplai dari waduk. “Duriangkang belum dipasang hari ini, kalau untuk data center. Tapi kalau untuk resort dan lain-lain, dari dulu kan memang sudah tersambung,” kata Denny. Sementara itu, Denny mengatakan kondisi sejumlah waduk di Batam masih relatif aman. Namun, Waduk Nongsa menjadi salah satu kawasan yang mengalami penurunan produksi cukup signifikan. “Tinggal Nongsa memang yang sangat kecil airnya, dan itu yang kita support dari Duriangkang hari ini,” katanya. Baca di BatamNow.com #batam #batamnow #batamhits #batamtiktok #fyp ♬ original sound – BatamNow.com

Baca Juga:  Krisis Air Perpipaan di Perumahan Dekat Waduk Duriangkang: Warga Pesona Bukit Laguna Kini Disuplai Tangki

Menurut Denny, kawasan Kabil Industrial Estate (KIE) memiliki kolam penampungan air hujan yang kemudian diolah untuk memenuhi kebutuhan air di kawasan tersebut.

“KIE mereka punya semacam kolam, mereka tadah hujan di situ, dan mereka produksi di situ. Cukup besar produksinya, itu yang mereka pakai saat ini,” katanya.

Denny juga membantah anggapan bahwa pasokan air dari Waduk Duriangkang saat ini dialirkan ke kawasan data center.

“Duriangkang tidak ada yang masuk ke data center,” tegasnya.

Kondisi salah satu titik di Waduk Nongsa, Batam, kini kering. Dipotret pada Senin (05/10/2026). (F: BatamNow)

Menurut Denny, saat ini pasokan dari Waduk Duriangkang justru didorong untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di kawasan Nongsa yang mengalami gangguan distribusi air.

Hal tersebut dilakukan karena produksi air baku di Waduk Nongsa mengalami penurunan drastis akibat kondisi kemarau.

Produksi air di Nongsa yang biasanya mencapai sekitar 90 liter per detik kini turun menjadi sekitar 25 liter per detik.

“Kondisinya hari ini memang sudah turun dan produksi memang turun jauh. Hari ini kita support dengan booster yang kita pasang mengarah ke sini dari Duriangkang. Jadi saat ini, Nongsa didukung dari Duriangkang,” ujar Denny.

Interkoneksi pipa di Kawasan Nongsa, Batam. (F: BatamNow)

Ia menyebut kondisi sejumlah waduk di Batam masih relatif aman. Namun, Waduk Nongsa menjadi salah satu sumber air yang mengalami penurunan produksi cukup signifikan.

“Tinggal Nongsa memang yang sangat kecil airnya, dan itu yang kita support dari Duriangkang hari ini,” katanya.

Fasilitas Air Data Center Tengah Dipersiapkan

Denny mengatakan fasilitas SWRO untuk kebutuhan air data center di Nongsa saat ini masih dalam tahap persiapan.

Pada tahap awal, terdapat rencana pembangunan fasilitas dengan kapasitas masing-masing 800 dan 400 liter per detik.

Pembangunan fasilitas dengan total kapasitas 1.200 liter per derik tersebut ditargetkan membutuhkan waktu sekitar delapan bulan hingga satu tahun.

Sementara itu, kawasan selain data center, seperti Nongsa Digital Park (NDP) dan sejumlah resort di Nongsa, memang telah terhubung dengan sistem pasokan air dari waduk.

“Duriangkang belum dipasang hari ini, kalau untuk data center. Tapi kalau untuk resort dan lain-lain, dari dulu kan memang sudah tersambung,” jelasnya.

Penjelasan BP Batam tersebut disampaikan setelah sekitar ratusan warga Sambau menggelar aksi spontan di depan KEK Nongsa akibat krisis air yang mereka alami selama berbulan-bulan.

Setelah bertemu Denny Tondano dan diberikan solusi sementara, warga akhirnya membubarkan aksi. Untuk hari ini, PT Air Batam Hilir (ABH) mengerahkan tujuh unit truk tangki menyuplai kebutuhan air warga di tiga RT di Sambau.

Sementara untuk aliran air melalui jaringan perpipaan ke rumah-rumah warga, dijanjikan kembali normal paling lambat Selasa (06/10/2026) malam. (D)

ADVERTISEMENT
Berita Sebelumnya

Kaos “ASLI” yang Hadir Saat Demo Krisis Air, Warga Sambau: “Waktu Nyari Suara Datang”

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Central Tiban
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini

© 2021-2026 BatamNow.com