BatamNow.com – Kasus Covid-19 di Singapura kembali menggila.
Bahkan terjadi lonjakan dalam beberapa pekan terakhir.
Otoritas kesehatan Singapura melaporkan jumlah kasus mingguan meningkat tajam dari sekitar 8.000 kasus menjadi 12.700 kasus pada periode 10–16 Mei 2026.
Kenaikan kasus juga diikuti peningkatan jumlah pasien rawat inap.
Namun hingga kini, kapasitas rumah sakit dan ruang ICU di Singapura disebut masih terkendali dan belum berada dalam kondisi darurat kesehatan seperti masa pandemi 2020–2021.
Varian yang saat ini dominan di Singapura diketahui merupakan subvarian NB.1.8.1, turunan Omicron/JN.1.
Pemerintah Singapura menyebut belum ada bukti bahwa varian tersebut lebih mematikan dibanding varian sebelumnya, meski penularannya dinilai lebih cepat.
Pemerintah Singapura sendiri mulai mengimbau masyarakat untuk kembali meningkatkan kewaspadaan. Wajib menggunakan masker saat sakit atau berada di keramaian, menjaga kebersihan tangan, serta melakukan vaksin booster bagi kelompok rentan.
Lonjakan kasus ini mulai terlihat sejak awal hingga pertengahan Mei 2026.
Otoritas kesehatan Singapura menilai peningkatan kasus dipengaruhi menurunnya kekebalan masyarakat, munculnya subvarian baru, serta tingginya mobilitas warga setelah aktivitas kembali normal.
Sementara itu di Batam, pantauan BatamNow.com di sejumlah pelabuhan internasional seperti Pelabuhan Batam Centre dan Harbour Bay, aktivitas penumpang internasional masih berlangsung normal.
Arus mobilitas warga Singapura dan Indonesia di jalur Singapura–Batam–Singapura juga terlihat ramai seperti biasa.
Belum tampak pemeriksaan kesehatan tambahan, penggunaan masker secara masif, maupun imbauan khusus kepada penumpang internasional di pintu masuk utama Batam.
Di sisi lain, suasana berbeda terlihat di Singapura.
Dalam beberapa laporan media setempat, masker mulai kembali ramai digunakan masyarakat, terutama di transportasi umum dan pusat keramaian.
Dinkes Kota Batam Menjelaskan
Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menjelaskan bahwa Indonesia sendiri memiliki Early Warning Alert and Response System (EWARS) atau Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), EWARS atau SKDR adalah sistem pengawasan kesehatan yang dikelola Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Fungsinya untuk mendeteksi dini lonjakan kasus penyakit menular dan mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) atau wabah.
“Kita secara standar ada yang namanya EWARS atau SKDR. Itu berjalan terus walau tanpa ada peningkatan kasus apapun,” kata Didi menjawab konfirmasi BatamNow.com melalui pesan WhatsApp, Senin (25/05/2026).
Hingga kini, kata Didi, Kemenkes RI belum menerima notifikasi apapun terkait lonjakan Covid-19 di Singapura.
“Saat ini dari Kementerian Kesehatan kita belum menerima notifikasi apa-apa. Untuk kewaspadaan di pintu masuk ditanyakan ke KKP saja,” jelas Didi.
Sebagai catatan, Singapura memiliki hubungan mobilitas sangat tinggi dengan Batam. (A/Red)

