BatamNow.com – Dalam suasana perayaan Natal 2024 dengan tema “Marilah Sekarang Kita ke Betlehem” (Lukas 2:15), tokoh pemuda Kristen di Kota Batam, Rikson Tampubolon, menyampaikan pesan reflektif yang menghubungkan semangat Natal dengan tantangan dan peluang Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045, khususnya dalam menghadapi fenomena bonus demografi.
“Natal bukan hanya perayaan seremonial, tetapi momentum refleksi bagi seluruh jemaat khususnya pemuda untuk merespons panggilan iman dalam menghadapi realitas zaman,” ujar Rikson yang juga sebagai Sekretaris Forum Pemuda Lintas Agama Kepri. Dalam konteks Indonesia, Natal mengingatkan kita pada perjalanan iman dan panggilan untuk menjadi agen perubahan, sebagaimana para gembala yang dipanggil untuk mendatangi Betlehem demi menyaksikan kelahiran Kristus.
Dengan bonus demografi yang membawa potensi besar bagi Indonesia, pemuda, termasuk pemuda Kristen, memikul tanggung jawab yang berat namun mulia. Pemuda bukan hanya menjadi penikmat kemajuan, tetapi harus menjadi aktor utama yang kritis dalam mewujudkan visi Indonesia yang maju, toleran, dan inklusif.
Indonesia saat ini berada dalam puncak bonus demografi, di mana populasi usia produktif mendominasi struktur penduduk. Namun, peluang ini dapat berubah menjadi bencana jika tidak dimanfaatkan dengan baik. Rikson Tampubolon menyoroti isu-isu strategis yang perlu menjadi perhatian pemuda, khususnya di Kota Batam sebagai salah satu pusat industri dan perdagangan Indonesia:
- Pertama, Pendidikan dan Keterampilan: Pemuda harus mempersiapkan diri dengan keterampilan yang relevan dengan era digital dan globalisasi.
- Kedua, Kerukunan dalam Keberagaman: Sebagai kota multikultural, Batam dapat menjadi model harmoni antaragama dan budaya, yang dimotori oleh generasi muda.
- Ketiga, Kepemimpinan Inklusif: Pemuda Kristen diajak untuk mengambil peran kepemimpinan yang mengedepankan semangat toleransi, keadilan, dan kesetaraan.
Menurut Rikson yang pernah sebagai Ketua Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kepri dan Batam, pernah menjadi pengurus pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan sekarang aktif sebagai ketua komisi pemuda di Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Wilayah Kepri, semangat Natal 2024 dengan tema “Marilah Sekarang Kita ke Betlehem” mengajarkan nilai-nilai universal yang relevan dengan kebutuhan bangsa saat ini: kasih, solidaritas, dan perdamaian. Pemuda Kristen di Batam diajak untuk tidak hanya merayakan perbedaan, tetapi juga menjadikannya sebagai kekuatan dalam membangun masa depan.
“Jika para gembala yang berbeda latar belakang dipersatukan untuk menyaksikan kelahiran Kristus, maka kita pun, dalam keberagaman kita, harus bersatu untuk menghadirkan nilai-nilai Kristus dalam kehidupan bermasyarakat. Ini adalah kunci menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Rikson yang sekarang berprofesi sebagai dosen ini, juga menekankan pentingnya kolaborasi antar generasi dan komunitas dalam menghadapi tantangan bonus demografi.
“Pemuda adalah tulang punggung bangsa, tetapi kita tidak bisa bergerak sendiri. Kerja sama lintas agama, budaya, dan generasi adalah modal penting untuk membangun masa depan yang inklusif,” tegasnya.
Sebagai penutup, Rikson mengingatkan bahwa Natal adalah panggilan untuk membawa terang ke dunia, terutama dalam konteks Indonesia yang sedang mempersiapkan diri menuju 2045.
“Mari kita jadikan Natal ini sebagai momentum untuk memperkuat semangat toleransi, meningkatkan kapasitas diri, dan bersama-sama melangkah menuju Indonesia yang lebih baik, adil, dan bermartabat,” tutupnya. (*)

