Di Kasus Romance Scam, Andi dan Ahong Disebut-sebut Kabur ke Malaysia - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Batam
  • Kepri
  • Wawancara
  • Internasional
  • Opini
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Wawancara
  • Internasional
  • Opini
No Result
View All Result
BatamNow.com

Di Kasus Romance Scam, Andi dan Ahong Disebut-sebut Kabur ke Malaysia

31/Agu/2023 21:14
Di Kasus Romance Scam, Andi dan Ahong Disebut-sebut Kabur ke Malaysia

Polisi menggerebek lokasi kejahatan transnasional terkait romance/love scamming berlokasi di Kawasan Industri Camo, Batam Center, pada Selasa (29/08/2023). (F: Humas Polda Kepri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Kasus penangkapan 88 orang komplotan warga negara Cina/Tiongkok yang digulung polisi karena terlibat dengan kejahatan love scam atau romance scam masih menjalani proses hukum.

Namun spekulasi liar yang menggelinding di tengah publik Batam, dua orang bernama Andi dan Ahong disebut-sebut melarikan diri ke Malaysia pasca penangkapan komplotan di Batam.

Banyak menyebut Andi masuk jaringan komplotan kejahatan love scam ini. Ia disebut juga yang menjadi fasilitator di Batam sehingga markas operasi sindikat scam itu bisa berjalan selama ini. “Ya dia lah di Batam yang memfasilitasi selama 5 tahun ini,” kata sumber BatamNow.com di salah satu KTV di Kawasan Nagoya, Batam.

Sedangkan Ahong, yang warga negara Cina juga disebut rekan kerja sama Andi.

Siapa sebenarnya Andi dan Ahong yang disebut-sebut itu serta peran masing-masing yang sebernarnya, masih dalam investigasi wartawan media ini.

Soal spekulasi yang menyebut Andi dan Ahong, belum terkonfirmasi dengan Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pandra Arsyad belum merespons konfirmasi media ini.

Baca Juga:  Dinilai Tak Serius Tangani Kasus, 2 Oknum Perwira Polres Karimun Dilaporkan ke Bidpropam Polda Kepri

Diduga keras aksi love scam masih ada di beberapa lokasi di Kota Batam.

Diberitakan, Polda Kepri, Divisi Hubinter Mabes Polri dan Ministry Police of Public Security of China menggulung komplotan pelaku kejahatan love scam yang bermarkas di Kompleks Cammo Industrial Park, Simpang Kara Kota Batam, pada Selasa (29/08).

Sebanyak 88 WN Cina yang diamankan dalam pengungkapan kejahatan transnasional itu, 83 pria dan 5 wanita.

“Love scams atau yang dikenal sebagai romance scam yaitu tindak pidana penipuan dengan memanipulasi korbannya secara emosional melalui hubungan romantis palsu. Seluruh tersangka adalah Warga Negara Asing (WNA) dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT), dan tidak ada korban dari warga negara Indonesia dalam kasus ini,” kata Wakapolda Brigjen Asep Safrudin dalam konferensi pers, Rabu (30/08).

Wakapolda menegaskan mengingat tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban dalam kasus ini, Polda Kepri akan melimpahkan kasus ini kepada Ministry Police of Public Security of China untuk penanganan lebih lanjut. (red)

ADVERTISEMENT
Berita Sebelumnya

Para Pemilik Arena Judi di Batam (Kepri), Bisa Semakin Ketar-ketir

Berita Selanjutnya

Harga BBM Nonsubsidi Naik Lagi, di Batam Pertamax Jadi Rp 12.700, Pertamax Turbo Rp 15.000

Berita Selanjutnya
BPH Migas Minta Pertamina Monitor dan Amankan Stok. Agustiawan: Sampai Desember Penyaluran BBM Dijamin Terkendali

Harga BBM Nonsubsidi Naik Lagi, di Batam Pertamax Jadi Rp 12.700, Pertamax Turbo Rp 15.000

Comments 3

  1. Vira says:
    3 tahun ago

    Saya korban dari indonesia. Kerugian saya 63 juta pak, pelaku beriming2 investasi trading dan ternyata trading itu mereka yang buat sendiri itu adalah akun mereka. Saya korbannya pak 63 juta . Pelaku menggunakan nomor malaysia . Dan pernah mengirimkan screenshoot pesannya dalam bahasa china.

    Reply
  2. Abc says:
    3 tahun ago

    Tolong terus diselidiki pak kejadian yg saya alami dibulan oktober sampai november awal. Mengapa pelaku masih bisa bebas dan masih bisa menipu. Pelaku mengatakan tidak takut dengan polisi dan menantang saya sebagai korban.

    Reply
  3. Abc says:
    3 tahun ago

    Tolong pihak terkait segera tindak lanjuti juga diindonesia karena saya adalah korban dari mereka . Tolong keadilannya pak tolong saya kerugian saya 63 juta pak

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Central Tiban
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Wawancara
  • Internasional
  • Opini

© 2021-2026 BatamNow.com