Direktur BALAPI: Pertumbuhan Data Center Harus Diimbangi Keandalan Listrik - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
BatamNow.com

Direktur BALAPI: Pertumbuhan Data Center Harus Diimbangi Keandalan Listrik

03/Nov/2026 13:05
Kawasan Perdagangan Bebas Batam dan Krisis Keadilan Agraria

Direktur Eksekutif Batam Labor and Public Policy (Balapi); Mantan Konsultan Agraria Kota Batam dan Akademisi di Kota Batam, Rikson P Tampubolon, S.E., M.Si. (F: Dok. Pribadi)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Akademisi dan analis kebijakan publik sekaligus Direktur Eksekutif Batam Labor and Public Policy (BALAPI), Rikson Tampubolon SE, M.Si., angkat bicara tentang pelayanan PLN Batam pasca-blackout.

Ia menyoroti tegas realisasi kompensasi pelanggan yang tidak masuk akal sebagai dampak blackout dan malah konsumen mendapat tagihan yang melonjak.

Ia katakan, Batam sedang berkembang sebagai kawasan industri digital dan pusat data. Pertumbuhan investasi tersebut merupakan peluang ekonomi, tetapi juga membawa konsekuensi terhadap kebutuhan energi dan kesiapan sistem kelistrikan.

Menurut Rikson, pemerintah dan PLN perlu memastikan bahwa ekspansi industri berjalan seiring dengan penguatan infrastruktur listrik.

Keandalan pasokan untuk rumah tangga, UMKM, dan industri yang telah beroperasi tidak boleh diabaikan.

“Batam jangan hanya menghitung berapa besar investasi data center yang masuk, tetapi juga memastikan listriknya benar-benar siap. Pertumbuhan industri harus berjalan bersama peningkatan kapasitas, cadangan energi, dan keandalan pasokan,” tegasnya, Selasa (03/11/2026).

Infrastruktur data center di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa, Kota Batam. (F: BatamNow)

Katanya, jangan sampai masyarakat dan pelaku usaha justru menanggung risiko dari perencanaan energi yang tidak matang.

BALAPI mendorong PLN Batam dan BP Batam menyampaikan rencana pengembangan infrastruktur kelistrikan secara transparan, termasuk kebutuhan energi, tahapan pembangunan, dan strategi mitigasi risiko.
Kepastian tersebut penting agar pertumbuhan industri tidak mengorbankan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Proyek di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa, Kota Batam. (F: BatamNow)

BALAPI Mendesak Lima Langkah Konkret

Sebagai bentuk evaluasi dan perlindungan kepentingan pelanggan, BALAPI mendesak PLN Batam untuk:

  1. Membuka perhitungan kompensasi secara transparan, termasuk menjelaskan dasar 10 persen dan komponen tagihan yang digunakan.
  2. Segera memeriksa keluhan pelanggan, khususnya tagihan yang tidak berkurang atau justru meningkat setelah kompensasi diterapkan.
  3. Menyediakan kanal pengaduan yang responsif,dengan mekanisme pemeriksaan, penjelasan, dan koreksi yang jelas.
  4. Menyampaikan evaluasi blackout secara berkala, termasuk pembenahan sistem proteksi, pemeliharaan gardu, dan kesiapan menghadapi gangguan.
  5. Memastikan pertumbuhan kebutuhan listrik Batam diimbangi kesiapan infrastruktur, tanpa mengabaikan perlindungan dan keandalan pasokan bagi pelanggan rumah tangga.
Baca Juga:  Industri Butuh Listrik Andal, PLN Batam Jawab dengan Layanan Khusus Platinum

“PLN harus bertanggung jawab dan tidak lamban. masyarakat berhak mengetahui apa yang mereka bayar, apa yang menjadi hak mereka, dan bagaimana perusahaan memastikan kejadian serupa tidak terulang,” ucapnya.

Sebab, menurutnya masyarakat sudah banyak dirugikan. Kompensasi tanpa transparansi hanya akan menambah ketidakpercayaan.

“Ini akan jadi momok serius bagi tata kelola PLN Batam. Dan kita juga sedang berpikir untuk menyurati secara resmi soal tata kelola BP Batam kepada Pemerintah Pusat, Danantara dan PLN Pusat,” tegas Rikson.

Rikson menegaskan, kompensasi bukan akhir dari tanggung jawab PLN Batam. Perusahaan harus membuktikan bahwa hak pelanggan dipenuhi, keluhan ditangani, dan sistem kelistrikan dibenahi secara nyata.

“Kompensasi 10 persen itu seperti memberi payung setelah hujan badai. Payung memang diperlukan, tetapi masyarakat juga ingin tahu mengapa atapnya bocor dan kapan akan diperbaiki. PLN jangan hanya hadir setelah krisis. PLN harus memastikan pelayanan yang andal sebelum masyarakat kembali menjadi korban,” ujarnya. (A)

ADVERTISEMENT
Berita Sebelumnya

Bukannya Dapat Kompensasi Layak, Tagihan Justru Melonjak Pasca Blackout: PLN Batam Diminta Bertanggung Jawab

Berita Selanjutnya

Demokrat Kepri Terima SK Kepengurusan 2026-2031, Aneng: Langkah Awal Memajukan Partai

Berita Selanjutnya
Demokrat Kepri Terima SK Kepengurusan 2026-2031, Aneng: Langkah Awal Memajukan Partai

Demokrat Kepri Terima SK Kepengurusan 2026-2031, Aneng: Langkah Awal Memajukan Partai

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Central Tiban
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini

© 2021-2026 BatamNow.com