BatamNow.com – Sepekan terakhir Kota Batam dikisruhkan dengan kelangkaan merata Bahan Bakar Minyak (BBM) di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
BatamNow.com pun mencoba meminta penjelasan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam Gustian Riau melalui sambungan telepon, Senin (09/11).
Gustian mengaku sudah melakukan pertemuan dengan pihak Pertamina atas undangan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Hadir dalam rapat itu Disperindag Provinsi Kepri.
Dari hasil pertemuan itulah, Gustian mempertanyakan kualitas kinerja Pertamina.
Musababnya, Gustian tidak sependapat dengan alasan pihak Pertamina yang mengatakan kelangkaan BBM disebabkan oleh hari libur sehingga banyak kendaraan menggunakan BBM.
Menurutnya liburan sekarang ini tidak sama seperti liburan sebelumnya yang banyak kendaraan mengkonsumsi BBM.

Dia juga membeberkan kearoganan pihak pertamina atas pernyataan Sales Area Manager Retail (SAMR) Pertamina Wilayah Kepri Krisdianto dalam rapat itu.
Krisdianto mengatakan ia hanya selevel dengan provinsi (dalam pengawasan distribusi BBM).
Dalam rapat itu pihak Pertamina mengatakan hak pengawasan tentang BBM ada pada tingkat Provinsi Kepri.
Namun, menurutnya, pengawasan itu tidak dilaksanakan sehingga terjadi antrian panjang BBM di hampir semua SPBU di Batam.
Gusti juga membandingkan kinerja Pertamina sebelum Krisdianto, yang sangat mudah diajak diskusi jika terjadi masalah kelangkaan BBM di Batam.
Sebagaimana kelangkaan minyak belakangan ini di setiap SPBU, terpantau panjangnya antrian kendaraan roda dua dan roda empat untuk mendapatkan BBM.
Warga Batam banyak mengeluhkan kelangkaan ini, karena harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan BBM.
Seorang pegawai SPBU di Sekupang, (03/11) menyebutkan kuota distribusi BBM dikurangi oleh Pertamina dan pembelian BBM jenis premium dibatasi maksimal Rp 100 Ribu per sekali transaksi.
“Kuota minyak premium dan pertalite dikurangi Pertamina bang,” ungkap pegawai yang tidak mau menyebut namanya.
Hingga belakangan ini, antrian panjang masih terjadi di SPBU Bengkong.
Krisdianto maupun pihak SAMR Pertamina Wilayah Kepri belum bisa dihubungi BatamNow.com untuk melakukan konfirmasi.(Panahatan/LL)

