BatamNow.com – Tidak seperti bundaran jalan di jalur lain, bundaran persimpangan Kabil – Air Port, dan simpang Air Port – Batu Besar tampak gelap gulita saat malam hari.
Sejak diresmikan penggunaannya oleh Muhammad Rudi di akhir masa jabatannya sebagai Kepala BP Batam pada Desember 2024, sejumlah fasilitas penunjang bundaran belum juga diselesaikan.
Hingga saat ini, penerangan jalan, rambu lalu lintas, dan marka keselamatan belum tersedia di lokasi tersebut.
Potensi Bahaya Bagi Pengguna Jalan
Pantauan BatamNow.com kondisi bundaran tanpa penerangan pada malam hari dan minim fasilitas keselamatan sangat membahayakan pengemudi, terutama pengendara dan kendaraan logistik yang melintasi jalan tersebut di malam hari.
“Dua bundaran itu sangat gelap di malam hari. Saya sudah beberapa kali melewati sana, sangat membahayakan,” ujar Waldiman SH.
Drainase Belum Tuntas
Sistem drainase di sekitar bundaran juga belum rampung atau tidak berfungsi optimal.
Saat hujan, genangan air berpotensi merusak struktur jalan dan mempercepat kerusakan lapisan aspal.
Kurangnya Fasilitas Keselamatan Jalan
Sejumlah kekurangan lain yang masih terlihat di lapangan di mana rambu lalu lintas belum tersedia secara lengkap.
Marka jalan tidak terlihat, termasuk di area tikungan dan titik rawan kecelakaan.
Penerangan Jalan Umum (PJU) belum terpasang.
“Kami minta Pak Amsakar dan Bu Li Claudia menyelesaikan infrastruktur jalan bundaran besar yang sudah 8 bulan tak kunjung tuntas,” kata Julianto Reksa SSos, pemerhati infrastruktur jalan di Batam.
Proyek Bernilai Rp 180 Miliar
Proyek dua bundaran menuju Bandara Hang Nadim ini dibangun pada tahun 2024 dengan nilai anggaran mencapai sekitar Rp 180 miliar.
Namun, delapan bulan setelah peresmian, kondisi infrastruktur masih belum menunjukkan kelengkapan yang layak.
Beberapa warga pengemudi yang diwawancarai BatamNow.com juga mengeluhkan lambannya penyelesaian proyek ini.
“Ada apa dengan proyek ini? Proyek lain malah sudah ditingkatkan BP Batam, padahal ini saja belum selesai. Jangan-jangan hanya kejar proyek baru saja?” ujar salah satu pengendara.
Dana Kurang atau Salah Prioritas?
Panahatan SH juga mempertanyakan alasan di balik proyek yang tak kunjung tuntas ini.
“Apakah BP Batam kekurangan dana? Sampai-sampai minta tambahan anggaran Rp 5,6 triliun ke pusat?” tanyanya.
Batam diklaim kota modern, namun lampu jalan di dua bundaran utama ini belum dipasang meski pendanaan proyek ini dengan dana jumbo.
Sudah berkali BP Batam lewat Biro Humas dikonfirmasi, namun tak ada respons. (Red)

