BatamNow.com – PT Qspac Los Angeles Industri dari Amerika Serikat serta PT Apollo Solar Indonesia dari Taiwan dan Tiongkok segera beroperasi di Kota Batam tahun ini.
Ketua Kadin Kepri Akhmad Ma’ruf Maulana mengatakan kedua perusahaan asing tersebut tertarik dengan Program BBK Murah. Untuk tahap awal, investasinya mencapai Rp 2,7 triliun dan membutuhkan sekitar 1.500 tenaga kerja.
“BBK Murah akan tetap menjadi modal Kadin untuk menarik investor. Kalau semakin banyak investor masuk maka dipastikan akan semakin banyak tenaga kerja yang diserap,” kata Ma’ruf dalam keterangan resminya ke BatamNow.com.
Menurutnya, Kadin akan mengupayakan agar kedua perusahaan asing itu memberdayakan masyarakat lokal yang memenuhi kualifikasi sebagai pekerjanya.
“Jadi bagi lulusan perguruan tinggi Kepri yang ingin berkarier bersama kami, khususnya masyarakat Batam, itu yang kami utamakan,” ucapnya.
Jika tak ada halangan, kata Ma’ruf, peluncuran kedua perusahaan asing itu akan diresmikan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pada November atau Desember mendatang.
Direncanakan beroperasi di kawasan Wiraraja Indonesia di Nongsa, kedua persuahaan tersebut akan menempati 10 bangunan yang masing-masing berukuran 1 hektare.
“Untuk 10 building yang tengah tahap pembangunan akan kami gunakan sebagai sarana produksi kami di beberapa bidang industri. Saat ini kami sudah melakukan ekspansi bisnis ke industri baru terbarukan, stretch film, dan alat-alat kesehatan,” urai Ma’ruf.
Dia sebutkan, kedua perusahaan dengan produksi berorientasi ekspor. Tujuannya negara-negara di Amerika Latin dan Jepang.
Menurutnya, investasi dua perusahaan asing ini menunjukkan bahwa program BBK Murah dari Kadin dapat menarik investor. Pihaknya juga masih tetap berkoordinasi dengan sejumlah calon investor di Asia Timur, Eropa dan Amerika untuk berinvestasi ke Kepri.
Meskipun begitu, Ma’ruf tetap berharap pemerintah daerah (Pemda) ikut mendukung upaya Kadin Kepri untuk mendatangkan investasi.
Masih ada beberapa hal yang menurutnya memberatkan bagi investor dan pengusaha.
“Kami berharap perizinan itu lebih fleksibel, murah, cepat dan mudah. Jadi calon investor akan lebih tertarik untuk datang ke Batam atau ke Kepri pada khususnya,” katanya.
Selain kemudahan mengurus perizinan, ia berharap Pemda memberikan relaksasi pajak yang dinilai masih memberatkan pengusaha. “Misalnya pajak tempat hiburan dan restoran, PBB, PPJu dan pajak lain. Jujur, itu masih sangat mahal dan sangat memberatkan pengusaha,” katanya.
Program Batam, Bintan, Karimun (BBK) Murah adalah inovasi Kadin Kepri untuk menarik minat calon investor.
Program BBK Murah akan mengakomodir hal-hal yang memberatkan dan selama ini membuat investor enggan berinvestasi. Mulai dari menggratiskan sewa lahan 5 tahun hingga membantu pengurusan perizinan seperti AMDAL dan Andalalin, UKL-UPL, Izin Mendirikan Bangunan (IMB), serta lainnya yang diperlukan. (*)

