BatamNow.com – Ribuan pelanggan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) BP Batam mengalami krisis air selama empat hari, 26-29 Agustus 2026.
Gangguan terjadi akibat pekerjaan relokasi pipa kemudian kebocoran pipa berukuran 800 mm yang membuat aliran air ke sejumlah kawasan terhenti atau tidak normal bahkan mati total
SPAM BP Batam dioperasikan melalui PT Air Batam Hilir (ABHi). Namun, distribusi air menggunakan mobil tangki selama gangguan belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga terdampak.
@zeacahyani20Batam 3 hari mati airrrr♬ suara asli – michaeltatontos – Michael Tatontos
Di tengah kondisi tersebut, sejumlah mobil pemadam kebakaran (Damkar) BP Batam justru turun mendistribusikan air kepada warga.
Armada Damkar membantu menjangkau sejumlah lokasi yang kesulitan memperoleh air, sementara warga lainnya terpaksa mencari sumber air alternatif, termasuk sungai kecil dan air payau.
Kondisi ini memperlihatkan pentingnya kecepatan penanganan ketika jaringan SPAM mengalami gangguan.
Selain mempercepat perbaikan kebocoran, kesiapan armada dan pola distribusi air darurat menjadi kebutuhan penting ketika gangguan berlangsung luas.
Mobil Damkar memang bukan armada utama distribusi air. Namun, dalam kondisi darurat, keberadaannya menjadi bantuan cepat bagi warga yang berhari-hari kehilangan akses air perpipaan.
@batamnow Gangguan suplai air minum akibat pekerjaan relokasi pipa 800 milimeter (mm) dan perbaikan kebocoran pipa 800 mm di depan kawasan Batamindo, Muka Kuning, membuat sejumlah warga di Batam kesulitan mendapatkan air minum perpipaan. Pekerjaan tersebut mulai dilakukan pada Rabu (26/08/2026) sekitar pukul 21.00 WIB dan dijadwalkan berlangsung hingga pukul 04.00 WIB. Namun ternyata pekerjaan tersebut baru selesai pada Jumat (28/08) sekitar pukul 09.45 WIB. Setelah jaringan mulai dioperasikan, pada Jumat sekitar pukul 13.00 WIB, tim teknis ABH menemukan kebocoran pipa 800 mm di jalur yang sama. Dan perbaikannya baru rampung pada Sabtu (29/08) sekira pukul 14.45 WIB. PT Air Batam Hilir (ABHi) setiap terjadi masalah distribusi, menyebutkan telah menyiagakan mobil tangki air minum bagi pelanggan yang mengalami gangguan suplai hingga 1×24 jam. Permintaan mobil tangki dapat dikoordinasikan melalui Ketua RT, RW, atau kelurahan setempat dan disampaikan melalui saluran resmi layanan pelanggan ABHi. Namun, di lapangan, sejumlah Ketua RT dan RW mengaku kewalahan menghadapi warga yang membutuhkan air. Ketua RW Kelimpungan Hadapi Desakan 850 KK Salah satunya Ketua RW 13 Perumahan Prima Garden, Kelurahan Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, Borkat Siregar. Sejak Kamis (27/08) hingga Sabtu (29/08), Borkat mengaku terus mendapat desakan dari sekitar 850 kepala keluarga (KK) di wilayahnya yang mengalami kesulitan mendapatkan air. Ia mengaku telah berulang kali menghubungi layanan pelanggan ABHi untuk meminta bantuan mobil tangki air. Bahkan, tiga unit mobil tangki telah dimintanya untuk memenuhi kebutuhan warga. Namun, hingga Sabtu (29/08), bantuan yang diminta tersebut belum kunjung tiba. “Saya sudah mulai kelimpungan mengahadapi desakan dari warga saya, saya sudah berupaya dari tiga hari kemarin meminta bantuan mobil tangki, namun hingga hari ini, satu tetes pun belum ada diantarkan oleh pihak ABHi,” kata Borkat kepada BatamNow.com, Sabtu (29/08). Menurutnya, sebagai Ketua RW, ia harus berhadapan langsung dengan warga yang membutuhkan air. Desakan tersebut datang hampir setiap saat karena air merupakan kebutuhan dasar masyarakat. “Ini sudah menjadi tanggung jawab saya, tapi seharusnya ABHi juga harus bertanggung jawab atas keluhan masyarakat ini,” ujarnya. Tegaskan Ketua RT/RW Bukan Bawahan ABHi Borkat juga meminta ABHi tidak menjadikan Ketua RT maupun RW sebagai pihak yang berhadapan langsung dengan warga akibat persoalan distribusi air. Ia mengingatkan bahwa Ketua RT/RW merupakan koordinator di lingkungan masyarakat, bukan bawahan perusahaan penyedia air. “Kami bukan bawahan PT ABHi, jadi tolong jangan benturkan kami dengan masyarakat kami sendiri, jadi kami meminta kerja samanya juga dari ABHi atas keluhan warga kami ini,” tegasnya. Menurut Borkat, koordinasi antara perusahaan dengan pengurus lingkungan harus berjalan efektif agar masyarakat yang terdampak gangguan suplai tidak semakin kesulitan. Kebutuhan Air Masjid Dipenuhi Bantuan Damkar Kondisi kekurangan air juga dirasakan untuk kebutuhan fasilitas ibadah. Borkat mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan air di Masjid Jannatul Firdaus, termasuk keperluan wudu saat salat Jumat, pihaknya terpaksa meminta bantuan dari Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Tanjung Uncang. “Untuk kebutuhan air wudhu waktu salat Jumat di masjid kita, terpaksa saya berkoordinasi dengan komandan pos Damkar Tanjung Uncang, alhmdulillah-nya dikirimkan satu tangki,” jelasnya. Warga Masih Antre Air hingga Malam Hingga Sabtu malam, warga yang terdampak gangguan suplai air masih mendatangi Pos Damkar Tanjung Uncang untuk mendapatkan air. Borkat mengatakan warga datang membawa berbagai wadah, mulai dari jeriken, ember hingga galon. “Hingga malam ini, warga saya serta warga lain yang terdampak masih terus berbondong-bondong datang untuk mengisi air kedalam jeriken, ember, galon,” katanya… Baca di BatamNow.com #batam #batamnow #batamhits #batamtiktok #fyp ♬ Notícia Policial e Crime de Suspense – Music For Business
Krisis empat hari ini sekaligus menjadi ujian bagi kesiapan sistem tanggap darurat SPAM Batam dalam melindungi kebutuhan dasar pelanggan ketika jaringan distribusi bermasalah. (Red)

