Filipina Bakal Serbu Malaysia, Ini Fakta-faktanya - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Filipina Bakal Serbu Malaysia, Ini Fakta-faktanya

11/Des/2021 16:23
Gawat! Malaysia Kena Resesi Seks? Angka Kelahiran Jeblok

Ilustrasi Malaysia. (F: AP/ Vincent Thian)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Sebuah laporan terbaru menyebutkan bahwa milisi Sulu Filipina akan melaksanakan invasi militer ke wilayah Sabah, Malaysia. Hal ini rencananya akan dilakukan pada Februari mendatang.

Dilansir CNBCIndonesia.com, mengutip laporan South China Morning Post, kabar itu didapatkan dari seorang sumber senior Pemerintahan Filipina. Ia menyebut bahwa 19 walikota di Kepulauan Sulu telah setuju untuk melakukan penyerbuan tersebut.

“Pertemuan 1 Desember dilakukan oleh seorang pejabat yang dipilih secara lokal di provinsi Sulu, yang mengumpulkan 19 walikota Kepulauan Sulu untuk membahas rencana pembentukan Tentara Kerajaan Sulu dengan target merekrut hingga 600 orang untuk menyerbu Sabah,” kata pejabat itu.

Lalu apa saja fakta-fakta dibalik isu penyerbuan Sabah oleh Milisi Sulu Filipina? Berikut rangkumannya :

1. Akan mengirimkan mata-mata

Pejabat itu menyebut bahwa pihak Sulu akan segera menerjunkan 150 hingga 200 mata-mata ke wilayah Lahad Datu dan Semporna. Dua wilayah ini rencananya akan dipakai sebagai lokasi pendaratan pasukan.

2. Reaksi Filipina

Manila pun buka suara mengenai isu ini. Letnan Jerrica Angela Manongdo, juru bicara militer Filipina, mengatakan laporan itu merupakan kebohongan semata. Kepada Arab News, ia menyebut akan melakukan penyelidikan mendalam atas laporan ini.

“Kami segera menyelidiki masalah ini ketika kami mengetahui laporan berita. Berdasarkan informasi yang kami kumpulkan, tidak ada hal seperti itu,” ujarnya.

Manongdo menambahkan bahwa pejabat daerah di Sulu memang telah mengadakan pertemuan awal bulan ini, tetapi hanya untuk membahas cara memperkuat perbatasan laut nusantara dan tanggap bencana.

“Kepala eksekutif lokal bertanggung jawab atas perekrutan nelayan atau sukarelawan pelaut (untuk) melakukan patroli laut bekerja sama dengan militer di Sulu untuk membantu meningkatkan kontrol perbatasan terhadap teroris dan elemen pelanggar hukum lainnya,” katanya.

Baca Juga:  35 Persen ASN di RI Kinerjanya Rendah, BKN: Seperti "Kayu Mati" karena Malas

3. Reaksi Malaysia

Malaysia tetap menanggapi laporan ini dengan serius. Menteri Pertahanan Malaysia Hishammuddin Hussein mengatakan badan intelijen Komando Keamanan Sabah Timur, atau ESSCOM, sedang memantau situasi dan menilai indikator yang menunjukkan adanya ancaman terhadap negara.

“Saya juga telah menginstruksikan para pemimpin tiga cabang Angkatan Bersenjata Malaysia, yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, untuk meningkatkan kesiapsiagaan mereka ke tingkat setinggi mungkin, terutama di Pantai Timur Sabah,” kata Hishammuddin dalam sebuah siaran pers.

Hal yang sama juga diungkapkan Kepala Polis Di Raja Malaysia (PDRM) Acryl Sani Abdullah Sani. Ia mengatakan telah mencatat laporan berita itu dan tetap bersiaga penuh.

“Kepolisian Di Raja Malaysia menangani masalah ini dengan serius dan akan mengambil tindakan segera untuk meningkatkan kesiapsiagaan ke tingkat tertinggi di Sabah untuk menghadapi kemungkinan/ancaman penyusupan,” katanya kepada Bloomberg.

4. Bukan yang pertama kali

Wilayah Lahad Datu Sabah sendiri beberapa kali sempat menjadi wilayah yang ditargetkan kelompok Sulu Filipina. Pada 2013 invasi yang sama sempat terjadi dengan 200 orang milisi Sulu mengepung Lahat Datu untuk merebut wilayah itu. Invasi itu akhirnya tumbang setelah satu bulan pertempuran dengan pasukan Malaysia.

Dalam sejarah, wilayah Timur Malaysia ini sebelumnya sempat diklaim merupakan milik Filipina melalui sejarah Kesultanan Sulu. Namun Malaysia tetap mendapatkan wilayah itu lantaran menggunakan basis argumen bahwa di tahun 1878 Spanyol telah membeli wilayah itu dari Kesultanan Sulu.

Pada 1888, wilayah itu kemudian resmi menjadi milik Inggris setelah Spanyol melepaskan Sabah dalam Protokol 1885. Dan saat kemerdekaan Malaysia, wilayah itu diserahkan Inggris menjadi milik Negeri Jiran itu. (*)

Berita Sebelumnya

Kepri Tertinggi Tingkat Pengangguran Terbuka di Indonesia Per Agustus 2021. Batam Mendominasi 78 Persen

Berita Selanjutnya

Dr Ampuan Situmeang Bilang Tak Ada Lahan Terlantar di Batam, BPK Mengatakan Seluas 68 Juta m2

Berita Selanjutnya
Ampuan: Pengakuan Abidin “Birokrasi Hantu” Sudah Tak Ada, Perlu Penelitian Konkret

Dr Ampuan Situmeang Bilang Tak Ada Lahan Terlantar di Batam, BPK Mengatakan Seluas 68 Juta m2

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com