DPP Kepri Lembaga Investigasi (LI) Tipikor dan Hukum Kinerja Aparatur Negara Panahatan SH: Kalau dengan alasan pemeliharaan mengapa tidak jauh sebelumnya ada pemberitahuan.
Sistem pemeliharaan itu kan sudah terjadwal dan harus ada backup plan, kata Panahatan. Dalam hal ini konsumen dirugikan. Jangan sampai ada dusta di antara kita.

BatamNow.com – Gangguan listrik di Batam masih akan terjadi sekitar ± 25 hari ke depan, jawab Vice President of Public Relations bright PLN Batam Bukti Panggabean.
Bukti menjawab WhatsApp BatamNow.com lewat satu rilis yang dikirimkan pada Rabu (01/12/2021).
Dalam rilis itu juga dijelaskan musabab pemadaman listrik karena terjadi pemeliharaan pada 1 unit PLTGU Tanjung Uncang.
Catatan BatamNow.com, pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tanjung Uncang itu berkapasitas 120 MW. Diresmikan pada Kamis (16/01/2020).
Kala itu Dirut PLN Batam Dadan Kurniadipura menjamin dengan hadirnya PLTGU Tanjung Uncang, sistem kelistrikan di Batam semakin ANDAL.
Dikatakan cadangan daya semakin meningkat dan dapat menurunkan Biaya Pokok Produksi (BPP).
Kedepannya, ujar Dadan saat itu, aset bright PLN Batam akan dikelola dengan sistematis, terstruktur dan terukur sehingga dapat memenuhi target kinerja perusahaan dan pelayanan ke masyarakat menjadi lebih optimal.
PLTGU itu disebut dapat menghasilkan daya sebesar 120-125 MW. PLTGU ini memiliki peranan yang sangat penting dalam memasok 22% kebutuhan listrik di wilayah Batam.
Pembangungan PLTGU Tanjung Uncang dimulai sejak 30 April 2013.
Berkapasitas 120 MW terdiri dari dua mesin gas turbine serta satu mesin steam turbine dilengkapi sistem pendinginan mesin. Menggunakan menara pendingin dengan sirkulasi air laut pada kolam air yang berkapasitas 40.000 m3.
Tapi kini setelah baru dua tahun berjalan kondisi PLTGU tersebut sedang bermasalah, sejumlah konsumen listrik di beberapa lokasi mendapat pemadaman bergilir.
Pantauan BatamNow.com, sudah pasti masyarakat mengeluh dan resah, paling tidak terganggu.
Tapi pihak bright PLN Batam beralasan terjadinya byar pet itu karena pemeliharaan pembangkit.
Alasan pemeliharaan ini pun ditentang oleh Ketua DPP LI Tipikor, Panahatan mengatakan kalau alasan pemadaman itu karena pemeliharaan mengapa tidak ada pemberitahuan jauh sebelumnya.
“Sistem pemeliharaan itu kan sudah terjadwal dan harus ada backup plan. Jangan sampai ada dusta di antara kita. Jangan sampai PLN Batam tidak transparan,” kata Panahatan.
Dia tegaskan masyarakat konsumen listrik sudah dirugikan, resah karena aliran listrik byar pet.
“Jangan cuap-cuap mau ekspor listrik ke Singapura sementara masyarakat Batam mengalami keresahan,” tegas Panahatan
Berita BatamNow.com, dalam dua hari ini, terjadi gangguan aliran listrik PLN Batam ke konsumen.
Ratusan lokasi konsumen terganggu pasokan listriknya. Ada yang mengalami listrik padam selama 3 – 4 jam bahkan lebih.
Dan hingga Rabu (01/12) pemadaman bergilir itu berdampak pada ratusan lokasi dan ribuan konsumen listrik.
Pemberitahuan pemadaman listrik ini juga diunggah di laman Facebook bright PLN Batam pada Selasa (31/11) pukul 11.53.
Unggahan itu pun langsung “diserbu” warganet yang terdampak dan merasa resah atas pemadaman listrik itu.
“Tambah daya dan pelayanan kau tak mau.. Ekspor listri kau gas kan… BUKAN MAEN memang kalo swasta yang pegang,” tulis akun RashtaShoop.
“1 Minggu ini Uda padam 4 x , padam nya mau 4 jam. Tiap padam jam anak tidur siang. Sekrng padam lgi,” tulis akun Santy Lau.
“Kmrn hr minggu mati mpe 10jam lbh gak ada blng maaf,” komentar akun Dwiput Aqila Arsyla.
Hingga kini, unggahan itu sudah mendapat 130 reaksi emosi, 97 komentar dan 105 kali dibagikan. (R/D)