BatamNow.com – Beberapa hari belakangan ini setrum yang dipasok bright PLN Batam ke konsumen, byar pet lagi.
Sementara PLN Batam “koar-koar” hendak mengekspor listrik ke Singapura.
Senin (29/11/2021) listrik padam terjadi di beberapa lokasi. Misal di Puri Pesona dan Tanjung Uncang sekitarnya.
Sedangkan Selasa (30/11), konsumen yang terdampak listrik padam terdapat di sekitar 90 lebih lokasi di Batam.
Hasil pantauan BatamNow.com, Selasa (30/11) malam, diperkiraan ribuan rumah terdampak terganggunya suplai aliran setrum ini. “Memang terjadi sekitar 3 jam lebih. Tapi kan mengganggu sekali, apalagi di kala malam,” keluh para konsumen.
Pada Rabu (01/12) aliran listrik anak perusahaan PLN Persero ini, lagi-lagi padam. Dan lokasi yang terdampak meningkat lagi, menjadi sekitar 117 lokasi.
Data itu diunduh BatamNow.com dari website resmi bright PLN Batam, Rabu (01/12).
Diberitahukan listrik padam pada Rabu hari ini terjadi antara pukul 13.30 sampai 15.15 di 117 lokasi. Kemudian di 10 lokasi lain, berlanjut setrum padam antara pukul 18.15 sampai pukul 20.45.
Dikonfirmasi beberapa hal mengenai pemadaman listrik ini, Vice President of Public Relations bright PLN Batam Bukti Panggabean hanya mengirimkan press release terkait listrik padam pada Senin (29/11).
Dalam rilis itu dijelaskan musabab pemadaman listrik adalah pemeliharaan pada unit 1 PLTGU Tj Uncang.
Disebutkan juga dalam rilis itu, butuh waktu ± 25 hari ke depan agar PLTGU Tanjung Uncang dapat kembali tersambung ke sistem kelistrikan Batam.
Soal pemberitahuan pemadaman listrik untuk hari ini, Rabu (01/12) pun tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dimana mesti diberitahu paling lambat 24 jam sebelumnya.
Mengenai hal ini diatur dalam Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 18 Tahun 2019 yang mengatur Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya yang Terkait dengan Penyaluran Tenaga Listrik oleh PT PLN (Persero).
Pasal 7 Permen ESDM 18/2019 ayat 2 mengamanahkan, “PT PLN (Persero) harus memberitahukan pelaksanaan pekerjaan kepada Konsumen paling lambat 24 (dua puluh empat) jam sebelum penghentian sementara penyediaan tenaga listrik.”
Sementara pantauan BatamNow.com kemarin, Selasa (30/11) sekira pukul 21.00 masih menampilkan informasi pemadaman hari itu. Belum ada dilampirkan infomasi pemadaman listrik hari ini, Rabu (01/12) yang dijadwalkan mulai pukul 13.30-15.15 dan pukul 18.15-20.45.
Selain itu, diatur juga lama gangguan hanya 1 jam per bulan.
Hal itu tertulis dalam Pasal 6a ayat 1 yang menyebut, “Besaran tingkat mutu pelayanan tenaga listrik untuk indikator Lama Gangguan ditetapkan 1 (satu) jam per bulan.”
Berbagai komentar konsumen yang dimintai BatamNow.com berharap kondisi pemadaman listrik ini jangan sampai berkelanjutan, karena sangat meresahkan masyarakat pengguna listrik bright PLN Batam.
“Katanya mau mengekspor listrik ke Singapura, sementara melayani konsumen di Batam yang hanya ratusan ribu saja masih byar pet,” ujar beberapa Ketua RT di lokasi padamnya aliran listrik.
Sementara konsumen juga enggan menghubungi Contact Center 123 milik PLN Batam. Selain memakan biaya (pulsa), juga dirasa tidak memberikan solusi kecuali permohonan maaf dan permintaan untuk bersabar.
Kalau pun komunikasi tersambung, jawaban petugas Contact Center ke konsumen kurang memuaskan atau tidak ada kepastian soal penyebab padamnya listrik itu.
“Informasi yang kami dapat kira-kira gangguan jaringan,” kata petugas Contact Center yang dihubungi BatamNow.com. (nama petugas dan hari, jam pembicaraan kami tak sebut untuk melindungi nasib petugas itu, tetapi dapat dipertanggungjawabkan)
Ternyata petugas di Contact Center, kurang profesional karena masih mengira-ngira informasi yang disampaikan ke konsumen. (H/R/D)

