Gejala tidak Biasa Covid Varian Omicron dan Cara Mengatasinya - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Gejala tidak Biasa Covid Varian Omicron dan Cara Mengatasinya

by BATAM NOW
04/Des/2021 09:24
Waspada! Varian Corona Lambda Disebut Kebal Vaksin Covid-19

Ilustrasi mutasi virus Covid-19. (F: Edward Ricardo)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Varian baru Covid-19 Omicron terus menyebar di berbagai negara. Varian virus yang pertama kali ditemukan di selatan Afrika itu memiliki gejala yang berbeda dari varian sebelumnya.

Dilansir CNBCIndonesia.com, Angelique Coetzee adalah dokter pertama di Afrika Selatan (Afsel) yang melaporkan gejala varian Omicron. Menurut dia, gejala dari varian Omicron tidak biasa, tapi gejalanya masuk kategori ringan.

Dia menjelaskan, para pasien Covid-19 ini datang dengan kondisi mengalami kelelahan hebat, bahkan ada seorang anak berusia enam tahun dengan denyut nadi yang sangat tinggi. Namun tidak ada satupun yang menderita kehilangan penciuman alias anosmia.

“Gejala mereka sangat berbeda dan sangat ringan dari yang pernah saya tangani sebelumnya,” kata Coetzee yang juga menjabat sebagai pimpinan di Asosiasi Medis Afsel seperti dikutip dari The Telegraph, Sabtu (04/12/2021).

Dia menjelaskan ada satu kasus yang menarik di mana seorang anak dengan usia sekitar enam tahun memiliki gejala suhu dan denyut nadi yang sangat tinggi.

“Saya bertanya-tanya apakah saya harus menerimanya. Tetapi ketika saya menindaklanjuti dua hari kemudian, dia jauh lebih baik,” tambahnya.

Baca Juga:  Vaksinasi dan Bakti Sosial Pengabdian 31 Tahun Akabri 90 Kepulauan Riau

Ia mengatakan, secara total, sekitar 24 pasiennya dinyatakan positif Covid-19 dengan gejala varian Omicron. Mereka kebanyakan adalah pria sehat yang merasa sangat lelah, dengan setengah dari mereka tidak divaksinasi.

Menurut Coetzee, semua pasiennya dalam kondisi sehat. Namun dia khawatir jika varian baru ini menyerang kelompok lansia. Apalagi jika disertai penyakit penyerta seperti diabetes, penyakit jantung, atau dengan tingkat keparahan lain.

Terpisah, Ketua Pokja Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM dr. Gunadi, SpBA, PhD mengatakan vaksin menjadi kunci di dalam mengatasi varian Omicron.

“Kasus di Afsel banyak terjadi pada pasien berusia 18-34 tahun dengan tingkat cakupan (coverage) vaksin rendah. Artinya vaksin ini sangat penting untuk menghadapi infeksi Covid-19,” kata Gunadi seperti dilansir detik.com.

Menurut dia, jenis vaksin apapun bisa digunakan untuk meningkatkan perlindungan diri. Tentunya vaksin yang sudah mendapatkan izin edar dalam menjamin keamanan dan efektivitas. (*)

Berita Sebelumnya

KSPI Akan Gugat Gubernur Seluruh Indonesia & Bawa Putusan UU Cipta Kerja ke ILO

Berita Selanjutnya

Respons Putusan MK, Ratusan Ribu Buruh Bakal Geruduk Istana 7 Desember

Berita Selanjutnya
Bos Buruh Tak Percaya MK Bakal Loloskan Gugatan Omnibus Law

Respons Putusan MK, Ratusan Ribu Buruh Bakal Geruduk Istana 7 Desember

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com