General Manager Batamindo : Jika Perusahaan Ditutup Akan Berdampak Buruk Pada Industri dan Bisa Terjadi Kekacauan di Batam - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
BatamNow.com

General Manager Batamindo : Jika Perusahaan Ditutup Akan Berdampak Buruk Pada Industri dan Bisa Terjadi Kekacauan di Batam

24/Sep/2020 18:26
General Manager Batamindo : Jika Perusahaan Ditutup Akan Berdampak Buruk Pada Industri dan Bisa Terjadi Kekacauan di Batam

PT. Infineon Tegnologies Batam (F:Batamnow/Panahatan)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow – Dua perusahaan penanaman modal asing (PMA) di kawasan Industri Batamindo menjadi klaster baru penyebaran covid-19 di Kota Batam. Hal itu berdasarkan ditemukannya 172 orang terkonfirmasi positif terpapar virus corona berdasarkan hasil SWAB test.

Dari Pantauan BatamNow (24/9) sejak pagi di PT. Infineon Tegnologies Batam, Terpantau melakukan aktifitas seperti biasanya, ratusan sepeda motor terparkir berjejer di luar pagar. Disetiap pintu masuk juga tampak petugas keamanan menerapkan protokol kesehatan, seperti cek suhu tubuh bagi orang yang hendak masuk kedalam area kerja produksi.

Aktivitas perusahaan berjalan seperti biasa. Hanya saja bagi staf kantor perusahaan melakukan pekerjaan dari rumah. Untuk karyawan tetap bekerja dalam tiga shift, ungkap Beni Laba, salah seorang sekurity yang bertugas di PT Infinion, Kamis (24/9) kepada BatamNow

General Manager Batamindo, Mook Soi Wah mengatakan melalui wakilnya Ayung, kepada BatamNow sejak diketahui karyawan PT. Infineon tertular Covid 19, Batamindo segera bekerja sama dengan Tim Gugus Penanganan Covid 19 untuk mencegah penularan lebih luas. Protokol kesehatan tetap diterapkan oleh seluruh tenant dan berkoordinasi untuk menghindari transmisi lokal.

“Jika saja salah satu industri di tutup, maka akan berdampak buruk pada industri pengolahan, bisa terjadi kekacauan di batam”. ujarnya

Dan apabila tetap dilakukan penutupan, maka akan semakin banyak peluang bagi karyawan berinteraksi di luar, sehingga infeksi akan semakin meluas ke masyarakat, Jelas Ayung.

Seperti diberitakan sebelumnya PT Infineon dan PT Philips diminta di-lockdown selama 14 hari. Permintaan lockdown itu datang dari Ketua Bidang Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam Didi Kusmarjadi guna memutus mata rantai penyebaran corona

Didi menjelaskan perusahaan di kawasan industri Muka Kuning dan Panbil itu menjadi cluster baru Covid-19 di Batam. ditemukannya 172 orang terkonfirmasi positif terpapar virus corona berdasarkan hasil SWAB test. Ujar Didi

PT Philps terdapat 63 karyawan yang terkonfirmasi positif Covid-19. PT Infinion terdapat 109 karyawan yang terpapar virus corona. (Panahatan)

ADVERTISEMENT
Berita Sebelumnya

Sah, Pasangan Sinergi Nomor 1, Insani Nomor 2, Aman Nomor 3

Berita Selanjutnya

Besok RDPU Ketiga di Gedung Dewan, Humas BP Batam: Wah Saya Malah Belum Tahu

Berita Selanjutnya
Ketua Komisi I DPRD Kota Batam : BP Batam Telah Melecehkan Lembaga Dewan Perwakilan Rakyat

Besok RDPU Ketiga di Gedung Dewan, Humas BP Batam: Wah Saya Malah Belum Tahu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Central Tiban
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini

© 2021-2026 BatamNow.com