Gubernur Ansar Kecewa, Seharusnya Dubes RI di Malaysia Tidak Asal Pulangkan TKI - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Gubernur Ansar Kecewa, Seharusnya Dubes RI di Malaysia Tidak Asal Pulangkan TKI

Jubir Satgas Covid Kepri Pastikan Data BNPB Keliru

18/Des/2021 17:38
Gubernur Ansar Kecewa, Seharusnya Dubes RI di Malaysia Tidak Asal Pulangkan TKI

Gubernur Kepri Ansar Ahmad. (F: Humas Pemprov Kepri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Gubernur Kepulauan Riau H Ansar Ahmad tampak kecewa dengan data yang dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya terkait informasi kasus perkembangan kasus Covid-19. Dimana disebutkan pada Jumat (17/12/2021) ada penambahan 70 kasus Covid-19 di Kepri, terbanyak se-Indonesia untuk hari itu.

Terkait informasi tersebut Gubernur Kepri H Ansar Ahmad langsung berkoordinasi dengan petugas Covid yang ada di Kepri. Serta meminta Satgas Covid-19 Kepri dan Dinas Kesehatan melakukan komunikasi untuk konfirmasi atas kebenaran informasi dimaksud.

“Tentu kita sangat kecewa, seharusnya Konjen atau Dubes RI di Malaysia memperketat pemulangan PMI salah satunya telah disepakati klinik yg ditunjuk oleh kedutaan RI di Malaysia. Jika data ini benar, kita yakin pengawasan pemulangan PMI terlalu longgar dan tak terkontrol, sehingga PMI yang seharusnya terkonfirmasi tidak untuk dipulangkan dulu,” kata Ansar Ahmad.

Kekecewaan Gubernur ini sangat mendasar karena sejauh ini Kepri sudah sangat ketat dalam menerapkan protokol kesehatan, gencar melakukan vaksinasi dan bahkan baru saja melaunching vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun.

Baca Juga:  Safari Ramadan ke Pangkil, Gubernur Ansar Salurkan Dana Zakat dan Bantuan Masker

“Kita sangat serius mengikuti arahan Pemerintah Pusat untuk menekan perkembangan Covid-19 di daerah. Karena kita juga punya planning agar program pemulihan ekonomi Kepri bisa segera dilakukan,” tegas Ansar lagi.

Sementara Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana cepat-cepat meluruskan pemberitaan yang menyebut Provinsi Kepri mencatatkan penambahan 70 kasus-kasus konfirmasi Covid-19 per Jumat 17 Desember 2021 dan tertinggi penambahannya se-Indonesia.

“Kita pastikan informasi itu keliru,” ujar Tjetjep, Jumat (17/12) malam.

Tjetjep mengaku tidak mengetahui secara persis dari mana sumber data yang digunakan dalam pemberitaan tersebut. Meskipun dalam pemberitaan itu disebutkan, jika data yang digunakan berasal dari Humas BNPB.

“Kita tidak tahu datanya dari mana asalnya. Namun yang jelas dapat saya pastikan itu keliru,” kata Tjetjep mengulangi.

Berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri per 16 Desember 2021, jumlah kasus aktif di Provinsi Kepri sebanyak 2 orang. Dengan total kasus konfirmasi baik positif sebanyak 53.881 orang. (*)

Berita Sebelumnya

Omicron RI Jadi 3 Kasus, Eks Dir WHO: Waspada Penularan Lokal

Berita Selanjutnya

Soal Tambahan 70 Kasus Covid-19 PMI di Kepri, Kabiro Humas: Skrining oleh Dubes RI di Malaysia Harus Diperketat

Berita Selanjutnya
Soal Tambahan 70 Kasus Covid-19 PMI di Kepri, Kabiro Humas: Skrining oleh Dubes RI di Malaysia Harus Diperketat

Soal Tambahan 70 Kasus Covid-19 PMI di Kepri, Kabiro Humas: Skrining oleh Dubes RI di Malaysia Harus Diperketat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com