BatamNow.com – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) H Ansar Ahmad berkesempatan memimpin delegasi Indonesia untuk Pertemuan 19th Chief Ministers and Governor Forum dalam Forum Segitiga Pertumbuhan Indonesia-Malaysia-Thailand atau yang lebih dikenal dengan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) pada 13-16 September 2022 di Phuket, Thailand.
Rombongan dari Indonesia terdiri dari Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi se-pulau Sumatera, deputi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI dan Kementerian Luar Negeri RI.
Hadir pula dalam pertemuan tersebut Gubernur dari Negara Bagian Kelantan Malaysia, Director Centre for IMT-GT Subregional Cooperation (CIMT) Firdaus Dahlan, dan perwakilan Asian Development Bank (ADB), JCB Co., LTD.
Dalam acara Welcome Dinner dan Sambutan Selamat Datang kepada delegasi IMT-GT di Phuket, Thailand, Rabu (14/09), Gubernur Phuket Narong Woonciew menyampaikan bahwa Phuket merupakan salah satu kawasan ekonomi di bidang pariwisata yang memiliki potensi pariwisata dunia.
“Pariwisata merupakan sektor ekonomi yang memiliki keberagamaan ekonomi dan memiliki multiplier effect bagi masyarakat,” kata Narong Woonciew.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Ansar mengatakan pertemuan ini merupakan pertemuan simultan yang telah memberikan beberapa bentuk kerja sama ekonomi antara Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Hal itu menjadikan pertemuan ini wadah yang sangat bermanfaat untuk mengembangkan pertumbuhan ekonomi di tiga negara.
“Kepri juga memiliki keunggulan di sektor pariwisata seperti Phuket, kita bisa melakukan kerja sama untuk mengembangkan paket-paket wisata yang terintegrasi di antara tiga negara, sehingga wisatawan asing bisa lebih tertarik untuk datang,” kata Gubernur Ansar.
Gubernur Ansar direncanakan menghadiri pertemuan yang akan dilaksanakan yaitu Pertemuan Kepala Daerah Kawasan IMT-GT (Chief Ministers and Governors Forum/CMGF) ke-19 pada 15 September 2022.
Untuk diketahui, IMT-GT adalah pertemuan kerja sama Indonesia, Malaysia, dan Thailand dalam rangka penguatan pusat pertumbuhan ekonomi di antara 3 negara. Kerja sama lebih pada penguatan kondisi ekonomi, budaya, dan sosial sesama negara ASEAN untuk lebih memberikan implikasi bagi negara.
IMT-GT merupakan salah satu kerja sama ekonomi subregional yang diakui oleh ASEAN, berperan penting dalam membangun konekivitas ASEAN.
Kerja sama IMT-GT ditetapkan sejak 1993 sebagai bentuk kerja sama subregional untuk peningkatan ekonomi kawasan di ketiga negara, meliputi Kawasan Sumatera (Indonesia), semenanjung Malaya (Malaysia), serta sebagian wilayah selatan Thailand.
Pada dasarnya, kerja sama IMT-GT dibentuk karena memiliki tujuan yaitu untuk mempercepat pertumbuhan sektor ekonomi di wilayah perbatasan antara ketiga negara anggota. (*)

