BatamNow.com – Warga menilai hanya iming-iming dari pengelola ke pelanggan untuk mendistribusikan air lewat truk tangki SPAM jika aliran air minum mati.
Para pelanggan terdampak yang menghubungi call center PT Air Batam Hilir di nomor 0778-5700000, tak tersambung ke petugas.
“Maaf seluruh petugas call center kami sedang melayani pelanggan lain. Mohon menunggu atau hubungi kami beberapa saat lagi,” jawab call center PT Air Batam Hilir, dihubungi pada Minggu (03/12/2023).
Panggilan itu berlangsung selama 33 detik dengan biaya Rp 2.700. Lebih mahal dari tarif air SPAM kategori Rumah Tangga A yang hanya dibanderol Rp 2.000 per 1 m³ (1.000 liter).
Beberapa hotel yang juga terdampak “terpongkengnya” pipa SPAM Batam, kini krisis air.
“Kami menghubungi operator SPAM, tapi tak ada respons, kami mau beli dari jasa bisnis penyedia air tanki tapi mereka kewalahan dan untuk sebesar volume permintaan hotel sulit dipenuhi meski harga per tangki dengan isi 5 kubik sampai ada seharga Rp 1,5 juta,” kata warga di Nagoya.
Di sisi lain, sejumlah supir tangki air kewalahan merespons permintaan akibat air SPAM BP Batam mati total ke beberapa hotel dan restoran.
“Kami kesulitan karena sumber air juga terbatas, dan armada tangki air di Batam, terbatas menjawab kondisi krisis air di beberapa hotel,” kata beberapa supir truk tangki di kawasan Nagoya dan Sei Jodoh.
Sebagaimana diberitakan BatamNow.com, air SPAM mati karena pipa diatribusi berukuran 300 mm dan 600 mm patah tertimpa ekskavator yang jungkir balik di Simpang Indomobil, pada Kamis (30/11) malam.
Berdasarkan pengumuman PT Air Batam Hilir, pipa patah di Simpang Indomobil berdampak ke matinya aliran air ke wilayah Batu Batam, Baloi Center, Nagoya, Jodoh, Batu Ampar, Kp Utama, Pelita, Ocarina, Bengkong, Sei Panas Tanjung Buntung, Borobudur, Melcem, Sengkuang, Batu Merah, Citra Buana, Seraya, RSBK, Harapan Bunda, Awal Bros, Elisabeth, Bengkong Polisi, Bengkong Abadi, Bengkong Langit dan sekitarnya.
Sementara Direktur Badan Usaha SPAM BP Batam Denny Tondano, tak merespons ketika dikonfirmasi BatamNow.com, terkait iming-iming truk tangki air hingga keresahan warga yang terpaksa membeli mahal air dari swasta.

Janji Manis Pihak SPAM: Kami Menyiagakan Mobil Tangki Air
Sebagaimana setiap pengumuman dari SPAM BP Batam lewat mitranya PT Air Batam Hilir (ABH), mana kala setiap terjadi aliran SPAM mati, kerap mengumbar janji manis: siap melayani masyarakat pelanggan dengan air tangki.
Namun apa yang terjadi di lapangan tak semanis iming-iming itu, terlebih bagi pengelola hotel di Batam yang memerlukan pasokan air dengan cepat terkhusus di kala weekend.
Krisis air di beberapa lokasi di Batam imbas dari pelayanan SPAM yang amburadul.
Sudah hampir 4 hari aliaran air minum mati total ke beberapa lokasi distribusi.
Itu imbas dari patahnya pipa ukuran 600 mm dan 300 mm karena tertimpa ekskavator di Simpang Indomobil, Lubuk Baja, pada Kamis (30/11) malam.
Para pelaku jasa usaha air tangki pun mendadak laris manis karena nanyanya peringatan dari masyarakat terdampak pipa milik SPAM, bocor.
Di saat normal harga air per tangki dari swasta, dengan volume 5 meter kubik (m³) seharga Rp 300 ribu.
Namun di kala krisis air kekinian, melonjak naik menjadi Rp 1,5 juta per 5 m³ atau setara 5.000 liter. Itu pengakuan sopir truk tangki air jasa swasta.
Padahal, kalau SPAM BP Batam tak bermasalah, air 5 m³ itu hanya seharga Rp 10 ribu bagi warga pelanggan kategori Rumah Tangga A. Sedangkan untuk kelas Niaga Besar (ruko), hanya seharga Rp 36.750 untuk 5 m³ air SPAM.
Bila dikomparasi dengan truk tangki air ukuran 5 m³ yang dibeli warga Batam di harga Rp 700 ribu, padahal kapasitas itu hanya seharga Rp 10 ribu jika air perpipaan SPAM tak bermasalah.
Tak pelak, pelayanan buruk SPAM oleh BP Batam dan mitranya ini dinilai warga dapat memiskinkan konsumennya. Mereka terpaksa merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli air yang sebenarnya dijamin Negara bahwa alirannya 24 jam sehari.
“Lama-lama kami masyarakat yang sudah miskin ini semakin miskin dan menderita,” kata Joni Pandiangan warga Bengkong, kepada BatamNow.com, Sabtu (02/11/2023).
Joni selama tiga hari mari air, harus membeli air galon iso ulang sebanyak 45 kali yang totalnya seharga Rp 270 ribu. “Padahal kalau tagihan air kami hanya sekitar Rp 150 ribu sebulan,” ucapnya. (red)

