BatamNow.com – Dalam dua hari sejak penurunan harga tiket feri Batam-Singapura per Selasa (21/06/2022), jumlah penumpang mengalami peningkatan namun belum signifikan.
Sales & Marketing Manager PT BatamFast Indonesia Derick Tham mengatakan bahwa dampak signifikan diperkirakan bisa terlihat di akhir pekan (weekend) ini atau minggu depan.
“Ini kan harga tiket baru turun 2-3 hari. Untuk penambahan secara signifikan belum terlihat, mungkin weekend ini atau weekend depan baru terasa,” jelas Derick ke BatamNow.com, Kamis (23/06).
Salah satu faktor yang mempengaruhi, lanjutnya, karena liburan adalah hal yang baisanya direncanakan. “Karena orang mau liburan itu kan direncanakan misalnya untuk satu minggu ke depan,” katanya.
Namun dia memastikan bahwa jumlah penumpang yang berangkat maupun datang memang telah mengalami peningkatan sejak dibukanya kembali jalur pelayaran antara HarbourFront Ferry Terminal di Singapura dengan pelabuhan-pelabuhan di Batam.
“Pastinya sejak HarborFront dibuka, itu peningkatannya sudah naik. Cuma kalau dampak penurunan harga itu di satu atau dua minggu ke depan,” tukasnya.
Soal akan dilakukan penurunan harga tiket lagi, Derick menjelaskan hal itu harus memperhatikan fluktuasi harga minyak dunia yang berpengaruh ke bahan bakar feri.
“Karena pendorong kenaikan harga terbesar itu masih tetap karena kenaikan harga minyak dunia yang melonjak tinggi,” pungkasnya.
Sebagai informasi, kini harga tiket feri Batam-Singapura menjadi Rp 700 ribu untuk pulang-pergi dan Rp 400 ribu sekali perjalanan. Sebelumnya masing-masing di harga Rp 800 ribu dan Rp 500 ribu.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Kepri Junaidi menegaskan bahwa harga baru itu telah diberlakukan oleh semua operator feri untuk seluruh pelabuhan internasional di Kota Batam.
“Betul, semua operator sudah menurunkan harga,” ujar Junaidi ke BatamNow.com, Kamis (23/06). (Hendra)

