Disebut Dari Papua, Juga Pejabat Dari Batam dan Kepri?

Biasanya, deposito uang itu di bank dan lembaga keuangan resmi lainnnya. Tapi, sejumlah pejabat Indonesia justru mendepositkan sebagian uangnya di kas dua Kasino di Singapura dan satu Kasino di Genting Highland, Malaysia.
Pihak Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Indonesia mencurigai deposito kasino para pejabat Kepala Daerah Indonesia itu sebagai modus “money laundering” alias pencucian uang.
Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin membenarkan soal transaksi mencurigakan di kasino itu. Dia membeberkan temuan lembaganya itu pada acara Refleksi Akhir Tahun, Jumat (13/12) di kantornya, Jakarta.
Sementara pantauan Batam Now sepanjang masa di arena kasino, para member VIP, semisal pejabat atau pemain VIP non pejabat, biasanya tak memboyong langsung tumpukan uang SGD itu ke meja judi. Sebagian disimpan dulu di kas kasino, berangsur dikredit bila modal awal sudah ludes.
Cara mendeposit itu, juga demi keamanan buntalan duit yang diboyongnya ke kasino, karena dalam jumlah yang sangat besar.
Tak tanggung nilai uang SGD para pejabat temuan PPATK itu, sebagaimana dipaparkan Badar. Untuk transaksi satu rekening pejabat di kasino itu, mencapai minimal setara Rp 50 miliar, bahkan lebih.
Namun Badar tak menyebut secara eksplisit nama dan asal pejabat atau kepala daerah itu.
Sementara pemantauan Batam Now di kasino dalam beberapa kali kunjungan, selain pejabat negara, banyak lagi pejabat dari daerah lain yang doyan judi kasino. Pejabat Kepala Daerah, anggota DPRD dari Batam, para bos BUMN Kepri, juga diduga tak ketinggalan terpantau radar PPATK.
Seorang aparat penegak hukum mengatakan kepala daerah yang dimaksud berasal dari Papua. Ia ditenggarai sudah bolak-balik ke luar negeri untuk mencuci uang di meja judi. (Dikutip dari laman tempo.co)
Dipertanyakan Kealpaan Negara Selama Ini
Di Indonesia, heboh temuan PPATK ini. Tak demikan di seputaran dua Kasino Singapura. Justru banyak orang Indonesia di sana, mencibir temuan PPATK ini.
“Hah, emang selama ini anda ke mana broo. Delapan tahun sudah para pejabat itu maniak judi, lalu menghamburkan uang bertriliun, kok para aparat negara begitu lama baru siuman,” kata Mr Black Jack (BJ) kepada Batam Now, menimpali temuan PPATK. BJ itu nama samaran dan narasumber Batam Now di Singapura, yang paham betul soal siapa saja para pemain tajir Indonesia dan lika-liku alur dolar para pejabat masuk rekening kasino.
Dia diwawancarai Batam Now di Singapura, Minggu lalu, di salah satu kamar Hotel kelas wahid di Singapura, yakni Marina Bay Sands.
“Lima puluh miliar ha ha ha. Saya yakin angka PPATK itu tinggal ampasnya saja. Fisik dolarnya sudah ludes di meja judi itu,” ujar dia.
Lalu BJ pun bercerita soal asumsi jumlah uang rupiah yang “tersedot” di kasino sepanjang delapan tahun.
Dia katakan, selama ini, besaran duit rupiah yang nyelonong masuk Kasino Singapura sangat spektakuler dan mencengangkan. Taksiran kasar, mencapai RIBUAN TRILIUN Rupiah. “Timbunan uang sebesar itulah yang diangkut pemain umum, tauke-tauke tajir dan oknum pejabat Indonesia, semenjak dua kasino itu dibuka,” tambah BJ.
Taksiran bocoran statistik dana rupiah ke Kasino yang diperoleh BJ bukan isapan jempol. Dia mendapat bocoran dari Mr Lee, Ketua Lembaga Pemantau Entertainment di Singapura. Kasino masuk dalam konten pariwisata atau masuk kategori tempat hiburan.
Sedangkan data keuangan kasino, diperoleh sumber dari bocoran data “revenew report” dan “financial report” kasino. (Bagaimana logika atau asumsi jumlah rupiah mencapai ribuan triliun masuk kasino? Ikuti laporan Batam Now edisi berikutnya)
Kembali ke sumber tadi, dia menyebut sangat menyayangkan kealpaan pemerintah Indonesia dalam mengawasi tindak-tanduk para penjudi pejabat Indonesia itu. Ini selain menyangkut moral bejat para pejabat kita, juga merugikan negara, karena duit ribuan triliun berpindah sia-ke Singapura.
“Sebenarnya sudah terlambat. Sangat terlambat ,” kata BJ mengulangi.
Soal rekening yang “terparkir” di kasino, menurut dia, andaikan masih ada kemungkinan bisa diambil langsung oleh PPATK lewat kerja sama PPATK dengan Corrupt Practices Investigation Beureu (CPIB) atau Biro Investigasi Korupsi Singapura. Biro ini dibawahi langsung Prime Minister di sana.
Meski, menurut dia, temuan PPATK itu diyakini hanya tinggal jejaknya saja. Semua uang dolar itu hampir dipastikan ludes ditelan meja dan mesin Kasino.
Namun sebagai data atau bukti mengusut modus money laundering para pejabat kepala daerah dan para pengusaha lain, temuan PPATK cukup valid. Apalagi bisa bekerja sama dengan pihak CPIB Di Singapura itu.
Di Singapura dua kasino beroperasi sejak 2010, Marina Bay Sands dan Kasino Sentosa. Sementara di Malaysia dengan Kasino Genting Highlands nya beroperasi sejak tahun 1971.
Masih menurut sumber tadi, di ketiga kasino itu, sudah menjadi pemandangan biasa manakala wajah-wajah para pejabat Indonesia maniak bertaruh di arena judi.
Siapa sajakah para pejabat dimaksud? “Tak etis bila sebut nama bro. Yang pasti oknum para Kepala Daerah, oknum DPD, oknum DPR Tingkat I, II, dan III dan pejabat teras BUMN dan yang lain. Banyak lagi lah pokoknya,” kata sumber tadi menyakinkan.
Dia pun menunjukkan di smartphone-nya video atau foto para pejabat penjudi Indonesia, khususnya para pejabat negara. Batam Now melihat langsung video dan foto di smartphone itu, wajah-wajah yang tampak tak asing lagi di mata publik.
Lalu seperti apa alur dan lika-liku dolar jumbo para pejabat bisa melenggang-kangkung ke kasino? Bukankah membawa duit lebih dari SGD 20 ribu tanpa alasan yang jelas dilarang baik oleh pemerintah Indonesia maupun Singapura?
“Modusnya memang banyak cara. Ada yang melalui transfer secara legal. Ada yang dibawa cash dengan cara ilegal,” kata BJ.
Dia katakan, uang para penjudi setelah masuk kasino, langsung didepositkan ke rekening kasino. Kemudian si penyetor (sang member) akan mendapatkan koin chip senilai yang telah disetorkan. Chip itulah yang dimainkan di meja judi”.
Ditanya mengenai kemungkinan para oknum itu hanya memanfaatkan fasilitas kasino untuk money laundering, dia juga mengamini kemungkinannya.
Sementara itu, terkait transaksi ke rekening kasino temuan PPATK ini, berbagai pihak di Indonesia merespon positif, meski sangat terlambat.
Setali tiga uang, Mendagri Tito Karnavian dan KPK bersuara keras dan berjanji mendalami temuan tersebut.(*rd)
[Tentang banyaknya warga Indonesia yang maniak berjudi, khususnya ke dua kasino Singapura, sudah diulas panjang laporannya dalam tulisan bersambung di media ini sekitar April lalu]