Lika Liku Alur Money Laundering Pejabat ke Rekening Kasino - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Batam
  • Kepri
  • Wawancara
  • Internasional
  • Opini
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Wawancara
  • Internasional
  • Opini
No Result
View All Result
BatamNow.com

Lika Liku Alur Money Laundering Pejabat ke Rekening Kasino

19/Des/2019 17:01
Lika Liku Alur Money Laundering Pejabat ke Rekening Kasino

Ilustrasi Pencucian uang. (liputan6.com)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

KASUS dugaan money laundering oknum kepala daerah Indonesia di dua kasino Singapura, kini terkuak.

Sejumlah Kepala Daerah dan pejabat negara, khususnya, yang kecanduan ke meja judi, tertangkap radar Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) RI.

Hampir ribuan triliun asumsi jumlah rupiah dihamburkan sia-sia para maniak judi Indonesia ke kasino Sentosa dan Marina Bay Sands di Singapura selama delapan tahun ini.

Selain para oknum pejabat negara dan beberapa kepala daerah, para taipan super tajir Indonesia “nyungsep” bertahun-tahun di kasino. Demikian juga para pekerja serabutan ilegal bergaji kecil di negeri Lee Hsien Loong itu, ikut juga terpuruk di kasino.

Modus para pejabat kepala daerah yang memboyong duit super jumbo ke kasino itu, dilabeli PPATK sebagai upaya cuci uang atau money laundering.

Lalu bagaimana sebenarnya lika-liku alur lintas rupiah ke dolar super jumbo itu masuk ke bilik-bilik kasino?

Rabu (18/12), narasumber :batamnow: menjelaskan tentang perjalanan uang oknum kepala daerah dari indonesia hingga merangsek sampai ke rekening kasino.

”Setahu saya, salah satu modus mereka menggunakan jasa money changer di Jakarta, mengirim uang ke Singapura ” kata sumber itu.

Dia menyebut  PT M salah satu yang terlibat jasa pengiriman Singapore Dollar (SGD) ke Singapura.

“Melalui Ibu Ne, Direktur money changer tadi, uang dari oknum Kepala Daerah itu dikirim ke money changer milik Ne di Singapura,” katanya.

Dideskripsikan, setelah ditransfer ke money changer di Singapura, uang tadi diambil oknum kepala daerah untuk ”didepositokan” ke rekening kasino.

Informasi yang didapat :batamnow:, kabarnya N sudah diperiksa pihak berwajib. Kabar ini belum terkonfirmasi :batamnow:.

Masih menurut sumber tadi, di kasino ada ”pemainnya” lagi yang memiliki jaringan dengan pihak kasino. Para mafia valuta asing (valas) itu mampu mendatangkan pemain besar ke kasino.Bertindak bak makelar di kasino dan membantu melakukan modus cuci uang itu.
”Namanya AT, tinggal di Medan. Dia juga rentenir. Dia dapat fasilitas hotel dari Kasino. Pengguna jasanya dari berbagai kalangan,” ungkapnya. Bentuk pekerjaan yang digelutinya ini disebut Along atau rentenir.

Modusnya, ”pemain menempatkan dana minimal 50.000 dolar ke kasino. Kemudian bertaruh. Jika menang, uang itu dititipkan ke AT untuk diserah-terimakan kembali di Indonesia. Along mendapatkan komisi dari kasino sebesar 1 persen dari total pertaruhan kliennya itu” sebutnya.

Sumber kami menjelaskan jaringan Along di kasino luar negeri luas. Tersebar di Kasino Singapura, Malaysia, Macau, Filipina, Kamboja hingga Australia.

”Along bisa sekongkol dengan pihak kasino untuk mengeluarkan surat resmi berupa clearance bahwa kliennya menang dalam jumlah besar di kasino. Padahal tidak ada pertaruhan. Konsekuensinya dipotong 30% dari total yang hendak dicuci. Yang 30% itu masuk ke kasino. Hebat bukan?,” tanyanya ke media ini.

Modus berikutnya, rupiah yang sudah ditukar ke dolar di Indonesia dibawa langsung secara cash melalui Pelabuhan dan Bandara.”

Pemain memiliki protokoler di Bandara dan Pelabuhan. Tinggal masuk saja, bahkan protokoler itu mengantar sampai pintu pesawat,” tutur sumber kami.

”Bukankah hal itu sudah melanggar CIQ (custom, Immigration, Quarantine)?,” tanya sumber ke :batamnow:.

Sebelumnya, PPATK mengungkap temuan rekening kasino milik Kepala Daerah di Indonesia. Nilainya puluhan miliar.

“PPATK menelusuri transaksi keuangan beberapa kepala daerah yang diduga menempatkan dana yang signifikan dalam bentuk valuta asing dengan nominal setara Rp 50 miliar ke rekening kasino di luar negeri,” kata Ketua PPATK Kiagus Ahamad Badaruddin, Jumat(13/12).

Selain itu ada dolar yang diboyong para pejabat dan para pengusaha tajir secara langsung.(Omrad)

ADVERTISEMENT
Berita Sebelumnya

Heboh Deposito Para Kepala Daerah di Kasino Singapura

Berita Selanjutnya

Misteri Surat Kerja Sama Pemko Batam dengan BP Batam

Berita Selanjutnya
Misteri Surat Kerja Sama Pemko Batam dengan BP Batam

Misteri Surat Kerja Sama Pemko Batam dengan BP Batam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Central Tiban
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Wawancara
  • Internasional
  • Opini

© 2021-2026 BatamNow.com