IDAI Ungkap Penyebab Utama Kematian Anak Akibat Covid-19 - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

IDAI Ungkap Penyebab Utama Kematian Anak Akibat Covid-19

27/Sep/2021 10:05
Malaysia Waspada 67 Anak Meninggal Akibat Covid Tahun Ini

Ilustrasi anak. (F: iStockphoto/ Tomasz Dutkiewicz)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merilis studi tentang kematian Covid-19 pada anak di Indonesia. Mereka mengatakan kasus kematian anak akibat Covid-19 cukup tinggi dan perlu menjadi perhatian.

Dalam penelitian tersebut, IDAI mengungkap penyebab utama kematian anak akibat Covid-19.

Dilansir CNNIndonesia.com, IDAI melakukan studi retrospektif terhadap data 37.706 kasus anak terkonfirmasi Covid-19 yang diperoleh dari laporan kasus Covid-19 pada anak yang dirawat oleh dokter anak yang tergabung dalam IDAI selama Maret-Desember 2020.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Pediatrics pada 23 September lalu ini menyatakan komorbid dan gagal napas sebagai penyebab utama kematian anak akibat Covid-19.

Sebagian besar anak yang meninggal dengan Covid-19 memiliki penyakit melanoma malignant (17,3 persen), diikuti oleh gizi buruk (18 persen) dan penyakit jantung bawaan (9 persen). Ada 62 anak terkonfirmasi Covid-19 yang meninggal tanpa penyakit penyerta.

Dua diagnosis yang paling sering dilaporkan pada kasus Covid-19 anak adalah gagal napas (54,5 persen) serta sepsis dan syok septik (23,7 persen).

“Dalam penelitian kami, kami menemukan bahwa malnutrisi dan keganasan adalah dua dari komorbiditas yang paling umum di antara peserta,” tulis peneliti.

Malnutrisi membuat anak-anak berisiko lebih tinggi terkena infeksi karena kekebalan yang berkurang dibandingkan dengan individu yang sehat.

Fokus pada penurunan angka gizi buruk pada masa kanak-kanak menjadi salah satu konsekuensi signifikan dari Covid-19 dan berdampak pada beberapa aspek terkait akses terhadap makanan bergizi.

Baca Juga:  MUI Haramkan Kripto sebagai Mata Uang dan Tidak Sah Diperdagangkan

Dari rentang usia, kematian tertinggi dalam kasus Covid-19 yang dikonfirmasi adalah dari anak-anak usia 10-18 tahun, diikuti 1-5 tahun (23 persen), 29 hari- kurang dari 12 bulan (23 persen), 0-28 hari (15 persen), dan 6 tahun sampai kurang dari 10 tahun (13 persen).

“Ini merupakan big data kasus Covid-19 anak pertama di Indonesia. Keterbatasan utama dari penelitian ini adalah bahwa kami tidak dapat memberikan data yang komprehensif dari kasus suspek,” papar peneliti.

Laporan riset IDAI juga menunjukkan 10 daerah di Indonesia dengan kasus anak positif Covid-19 terbanyak, yakni Jawa Barat dengan angka 10.903 kasus, dan diikuti oleh Riau (3.580), Jawa Tengah (3.108), Sumatera Barat (2.600), Kalimantan Timur (2.033), Jawa Timur (1.884), Bali (1.524), Sumatera Utara (1.448), DI Yogyakarta (1.275), dan Papua (1.220).

Selain itu, IDAI menyebutkan ada tujuh daerah dengan kasus kematian anak terkonfirmasi Covid-19 terbanyak, yaitu Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Jawa Timur, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan.

Berdasarkan data tersebut, di antara anak-anak terkonfirmasi Covid-19 yang ditangani oleh dokter anak, angka kematian tertinggi pada anak usia 10-18 tahun (26 persen), diikuti 1-5 tahun (23 persen), 29 hari- kurang dari 12 bulan (23 persen), 0-28 hari (15 persen), dan 6 tahun sampai kurang dari 10 tahun (13 persen).(*)

Berita Sebelumnya

Kalangan Pers Berduka, Bendahara Umum PWI dan SMSI Kaltim Tutup Usia

Berita Selanjutnya

Tak Ada BBM Subsidi, Kapal Penumpang di Batam Terancam Tak Berlayar

Berita Selanjutnya
Feri Batam-Dumai Dihentikan Mulai 6-17 Mei 2021, Tujuan Tanjung Balai Karimun Masih Tetap Sesuai Jadwal

Tak Ada BBM Subsidi, Kapal Penumpang di Batam Terancam Tak Berlayar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com