Idul Priady Gantikan Iyus Rusmana di BU SPAM BP Batam, Tantangan Krisis Air Masih Hantui Warga - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Idul Priady Gantikan Iyus Rusmana di BU SPAM BP Batam, Tantangan Krisis Air Masih Hantui Warga

by BATAM NOW
21/Mei/2026 14:59
Mengisi Jabatan Syahril Japarin

Kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam di Batam Center. (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Sejumlah pejabat struktural tingkat II di lingkungan BP Batam mengalami perombakan lewat pelantikan 27 pejabat eselon II pada Rabu (20/05/2026).

Salah satu berubah adalah Direktur Badan Usaha (BU) Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) dan Fasilitas Lingkungan (Fasling). Pejabat sebelumnya, Iyus Rusmana diganti oleh Idul Priady, yang kini sebagai Direktur BU SPAM dan Pengelolaan Limbah.

Iyus dilantik menjadi Direktur BU SPAM dan Fasling sejak, 16 Juni 2026, di bawah ke Anggota/ Deputi Bidang Pelayanan Umum yang dijabat oleh Ariastuty Sirait.

Kemudian, Direktorat BU SPAM dan Fasling berpindah di bawah Anggota/ Deputi Bidang Pengusahaan, Denny Tondano pada 8 April 2026.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Pejabat Struktural Tingkat II di lingkungan BP Batam, yang dipimpin oleh Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, pada Rabu siang (20/05/2026) di Balairungsari, BP Batam. (F: Dok. BP Batam)

Pelantikan 27 pejabat eselon II dipimpin oleh Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra yang kini sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kepala BP Batam terhitung sejak Rabu, 20 Mei 2026.

Penunjukan Li Claudia sebagai Plh Kepala BP Batam itu berdasarkan amanah Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam melalui Surat Perintah Pelaksana Harian Nomor KP/1/M.EKON/05/2026.

Dalam pelantikan sejumlah pejabat diganti, ada yang bergeser ada juga yang tetap diposisi jabatannya.

@batamnow Keluhan terus bergulir soal krisis distribusi air minum jaringan perpipaan dari Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) BP Batam. Kali ini merambat ke ratusan masyarakat konsumen di Perumahan Gesya Bukit Permata, Kelurahan Tanjung Piayu, Sungai Beduk. Warga di sana mengeluhkan air yang mengalir hanya di pertengahan malam saja, sehingga membuat mereka terpaksa begadang menunggu alirannya. Menurut salah seorang warga yang terdampak hal tersebut, kesusahan itu telah mereka alami sejak lebih dari setahun belakangan ini. Zidan warga Blok D di perumahan itu, menuturkan kepada BatamNow.com, sejak menempati rumahnya per akhir tahun 2024, air mengalir secara lancar setelah pukuk 24.00 hingga pukul 06.00. Developer Sediakan Booster Pump Namun seiring berjalannya waktu, warga perumahan semakin ramai. Hingga saat ini, 280 unit rumah telah dihuni. “Penduduk perumahan ini semakin ramai, dan debitnya pun semakin berkurang, dan itu pun air mengalir itu pada pukul dua belas malam hingga pukul enam pagi,” kata Zidan, Junat (15/05/2026). Dari penelusuran BatamNow.com yang turun ke lapangan, perumahan tersebut berada di atas perbukitan. Jika datang dari arah Muka Kuning melalui Jalan S Parman, harus melewati tanjakan sekitar 200 meter dari jalan tersebut. Kembali ke cerita Zidan, seiring bertambahnya warga di perumahan itu, warga di sana pun mengajukan permintaan kepada pihak pengembang (developer) agar menyediakan mesin pompa (booster pump). Permintaan warga ke developer itu pun disetujui pada Juli 2025. Awalnya booster pump itu berjalan normal, air pun mengalir pada siang hari hingga pukul 20.00, lalu mati hingga pukul 24.00, kemudian hidup lagi hingga pagi. “Namun itu hanya beberapa bulan saja. Setelahnya, air yang mengalir kembali ke seperti semula, hanya hidup pertengahan malam, dan hanya hidup dalam beberapa jam saja, bahkan semakin parah,” ujar Zidan. Kini, kata Zidan, jika booster pump hidup pada pukul 22.00, maka air mengalir ke perumahan warga yang berada di dataran rendah pada pukul 24.00. Sementara itu, rumah Zidan yang berada paling ujung perumahan itu, air baru akan mengalir sekitar 03.00, dini hari. “Rumah saya paling ujung, jika booster pump hidup jam 22.00, maka air mengalir ke rumah saya paling cepat jam 03.00, lalu mati lagi sekitar pukul 04.00,” kata Zidan. Terpaksa Beli Air Galon Rp 30 Ribu Per Hari Karena air yang mengalir hanya kurang lebih sejam pada dini hari, kebutuhan pemenuhan air di rumah Zidan harus ditutupi dengan membeli air minum dalam kemasan galon berukuran 19 liter. “Setiap hari saya harus membeli air galon, paling sikit 6 galon per hari, dalam satu galon harganya Rp 5 ribu,” jelas Zidan. Artinya Zidan harus mengeluarkan uang tambahan sebanyak Rp 30 ribu setiap harinya untuk kebutuhan air di rumahnya. Telah Lapor ke Ombudsman Hingga BU SPAM Masih di Perumahan Gesya, warga lain yang ditemui BatamNow.com, Razil, menjelaskan bahwa persoalan kesusahan air itu telah mereka laporkan ke Ombudsman RI Perwakilan Kepri sejak 2025 lalu. Kemudian warga mengetahui bahwa booster pump itu belum diserahterimakan oleh developer ke PT Air Batam Hilir (ABHi) yang adalah mitra BP Batam dalam operasional SPAM. “Lalu pada Agustus 2025, developer menyerahterimakan booster pump itu ke PT ABHi melalui surat serah terima,” kata Razil… Baca selengkapnya di BatamNow.com #batam #batamnow #batamhits #fyp #batamtiktok ♬ original sound – BatamNow.com

Krisis Air Jadi Tantangan Bagi Idul Priady

Sebelum menjabat sebagai Direktur BU SPAM dan Pengelolaan Limbah, Idul Priady menjabat sebagai Kepala Bagian (Kabag) Organisasi dan Tata Laksana, di bawah Unit Kerja Biro Organisasi Kepatuhan dan Manajemen Risiko BP Batam.

Baca Juga:  Warga Tiban Juga Akan Demo ke BP Batam: 20 Tahun Kesulitan Air Minum

Krisi air minum jaringan perpipaan di Batam telah berlangsung sejak lama, di berbagai tempat khususnya stressed-area masih jadi momok yang menghantui banyak masyarakat konsumen.

Daerah tersebut misalnya, berada di Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk. Di sana terdapat dua pemukiman yang terdampak krisis air minum perpipaan selama bertahun, yakni Perumahan Pesona Bukit Laguna serta Perumah Gesya Bukit Permata.

Terkait Perumahan Pesona Bukit Laguna, kini sedang dilakukan perbaikan, meski aliran air belum lancar sepenuhnya.

Warga konsumen di Perumahan Gesya Bukit Permata juga mengeluhkan air SPAM yang baru mengalir ke rumah mereka pada malam hari untuk beberapa jam saja.

Selain kelancaran air yang terganggu, warga juga merasakan kualitas air yang keruh. Sebagian warga bahkan sampai ahrus mengeluarkan biaya tambahan untuk memasang instalasi penyaringan air.

Selain di daerah Tanjung Piayu, buruknya layanan air minum perpipaan juga dikeluhkan warga di Perumahan Taman Sari Hijau, Tiban Baru, Sekupang.

Selama puluhan tahun warga di sana merasakan air yang mengalir hanya dalam waktu 2-3 jam dalam sehari.

Mereka juga merasakan air yang mengalir ke rumah-rumah warga dengan kualitas keruh dan harus diendapkan terlebih dahulu sebelum digunakan.

Kini sekelumit persoalan air kebutuhan vital warga di Batam yang perlu solusi konkret itu, harus dihadapi Idul Priady.

Memiliki Harta Rp 1,7 Miliar

Menelisik harta kekayaan Idul Priady, dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik 2025, ia memiliki total harta kekayaan sebesar Rp 1,7 miliar.

Dengan rincian tanah dan bangunan sebagai berikut:

  • Tanah dan bangunan seluas 126 m² di kota Batam, hasil sendiri senilai Rp 600 juta.
  • Tanah dan bangunan seluas 100 m²/32 m² di kota Batam, hasil sendiri, senilai Rp 350 juta.
  • Tanah dan bangunan seluas 198 m² di Kota Batam, hasil sendiri, Rp 300 juta.

Alat transportasi dan mesin yang dilaporkan adalah mobil Toyota Inova Reborn tahun 2017 hasil sendiri, senilai Rp 170 juta.

Harta bergerak lainnya senilai Rp 263 juta, kas dan setara kas Rp 175 juta. Sementara utang yangn tercatat sebesar Rp 93 juta. (A)

Berita Sebelumnya

BRK Syariah dan Dispersip Dumai Perkuat Literasi Keuangan dan Budaya Membaca di Kalangan Pelajar

Berita Selanjutnya

Dolar Tembus Rp 17.500, APPEKNAS Minta Pemerintah Tak Sekadar Tenangkan Pasar, Tapi Juga Dunia Konstruksi

Berita Selanjutnya
Dolar Tembus Rp 17.500, APPEKNAS Minta Pemerintah Tak Sekadar Tenangkan Pasar, Tapi Juga Dunia Konstruksi

Dolar Tembus Rp 17.500, APPEKNAS Minta Pemerintah Tak Sekadar Tenangkan Pasar, Tapi Juga Dunia Konstruksi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com