IPW Nilai KPK Lemah dan Tebang Pilih Tangani Kasus Lukas Enembe - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
BatamNow.com

IPW Nilai KPK Lemah dan Tebang Pilih Tangani Kasus Lukas Enembe

22/Nov/2022 16:07
Polri Beda Pendapat Soal Konsorsium 303, IPW: Apa Polisi Tak Punya Bukti?

Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso. (F: Dok. Pribadi)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Berlarutnya penanganan kasus Gubernur Papua Lukas Enembe, patut dipertanyakan. Bahkan terkesan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengikuti ritme skenario yang dibuat oleh pengacara Lukas Enembe.

“KPK tidak tegas dan tidak konsisten dalam menangani kasus Lukas Enembe. Bahkan, terlihat sekali lembaga anti-rasuah itu melakukan tebang pilih,” kata Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso, kepada BatamNow.com, di Jakarta, Selasa (22/11/2022).

Menurutnya, KPK harus transparan dalam mengusut kasus tersebut, jangan ada yang disembunyikan. “Harus tegas dan transparan terhadap setiap pemeriksaan Lukas Enembe, termasuk hasil pemeriksaan kesehatan. Dibuka saja ke publik hasil pemeriksaan kesehatan Lukas Enembe. Publik juga mau tahu,” seru Sugeng.

Dia menambahkan, kalau hasil pemeriksaan Lukas Enembe menyatakan dia sehat dan memungkinkan diperiksa, ya harus langsung dijalankan dan segera ditetapkan sebagai tersangka.

Teguh juga mengingatkan agar KPK tegas dan konsisten dalam menegakkan hukum pada kasus Lukas Enembe. “KPK tidak boleh tebang pilih dalam menangani perkara dan memperlakukan semua perkara korupsi secara setara. Ini semata agar penegakkan hukum bisa tercapai seadil-adilnya,” ucapnya mengingatkan.

Baca Juga:  Teuku Hamzah Husein Mantan Wakil Ketua DPRD Batam Diperiksa KPK di Kasus Dugaan Korupsi Lukas Enembe

Ketika dikonfirmasi, Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri menolak bila dikatakan pihaknya lemah dan mengikuti skenario kuasa hukum Lukas Enembe. “Tidak begitu ya. KPK konsisten mengejar pengusutan kasus Gubernur Papua Lukas Enembe. Kepergian Ketua KPK Firli Bahuri menemui Lukas Enembe semata untuk benar-benar memastikan kondisi yang bersangkutan, apakah benar sakit atau tidak,” jelasnya.

Dikatakannya, pengembangan kasus terus dilakukan, termasuk memanggil kuasa hukum dan supir Lukas Enembe, Kamis, 17 November 2022, tapi keduanya mangkir. “Kami akan lakukan pemanggilan ulang. Kalau juga tidak datang, maka kemungkinan bisa dilakukan jemput paksa,” kata Ali Fikri di Gedung Merah Putih, Jakarta, hari ini. (RN)

ADVERTISEMENT
Berita Sebelumnya

Menaker Klaim Aturan UMP 2023 Naik Maksimal 10 Persen Tak Cacat Hukum

Berita Selanjutnya

Menerka Gestur Kepala BP Batam Muhammad Rudi di Proyek IPAL Batam

Berita Selanjutnya
Menerka Gestur Kepala BP Batam Muhammad Rudi di Proyek IPAL Batam

Menerka Gestur Kepala BP Batam Muhammad Rudi di Proyek IPAL Batam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Central Tiban
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini

© 2021-2026 BatamNow.com