BatamNow.com – Isu mengenai sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam yang disebut-sebut telah mengajukan pengunduran diri kepada Wali Kota Batam menggelinding liar di ruang publik.
Isu tersebut kini mencuat seiring video tak bermoral yang tengah viral dan trending.
Isu pengunduran diri para pejabat eselon dua tersebut, disebut-sebut terjadi sebelum video bertajuk “tahun baru papi” viral dan menyedot perhatian masyarakat luas.
Sejumlah nama pejabat yang beredar luas dalam isu tersebut antara lain:
- Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) berinisial H
- Kepala Inspektorat berinisial HG
- Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) berinisial GR
- Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga
- Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) berinisial RM.
Dalam isu yang berkembang, pengunduran diri para pejabat tersebut juga disebut-sebut dilatarbelakangi oleh rasa tertekan dalam menjalankan tugas.
Namun demikian, tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai bentuk tekanan dimaksud maupun pihak yang diduga menjadi sumber tekanan tersebut.
Meski tanpa kejelasan, isu itu telah telanjur beredar luas di tengah masyarakat.
Upaya Konfirmasi
Untuk meluruskan isu yang berkembang di tengah maraknya perbincangan soal video “tahun baru papi”—yang menyeret nama Kepala Disperindag Kota Batam, GR–, BatamNow.com telah berupaya melakukan konfirmasi kepada sejumlah pihak terkait yang berwewenang.

Konfirmasi disampaikan kepada Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, sebagai sumber utama informasi tentang Pemko Batam, serta Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Batam, Hasnah.
Namun hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh respons dari pihak-pihak tersebut.
Konfirmasi juga berkali dikirimkan ke Kadisperindag Batam Gustian Riau lewat WhatsApp, namun nomor yang dimilikinya tidak aktif.
Desakan Transparansi
Ketua DPP Kepri Lembaga Investigasi (LI) Tipikor dan Hukum Kinerja Aparatur Negara, Panahatan SH, menilai isu tersebut seharusnya segera dijawab secara terbuka oleh pejabat berwenang di Pemko Batam: benar atau tidak benar.
“Benar atau tidaknya isu pengunduran diri itu, pejabat yang berwenang wajib memberikan penjelasan kepada pers agar informasi dapat diluruskan dan diteruskan ke publik, terutama di tengah viralnya video tak senonoh yang mirip sosok Kadisperindag Kota Batam dan telah menimbulkan keresahan publik,” ujarnya.
Ia menegaskan, jika pejabat kehumasan Pemko Batam tak meluruskan isu yang beredar luas itu, akan semakin memperkeruh informasi liar.
Kata Panahatan, transparansi menjadi kunci untuk menepis isu liar yang berpotensi berkembang tanpa kendali dan memperkeruh situasi.
Hingga kini, isu pengunduran diri para pejabat eselon dua Pemko Batam itu masih menggelinding terus bersamaan dengan video tak senonoh —baik di media arus utama, media sosial, maupun percakapan informal di masyarakat.
Pengamatan BatamNow.com menunjukkan bahwa, disadari atau tidak, rangkaian isu ini telah membentuk persepsi negatif terhadap citra Pemko Batam di mata sebagian masyarakat. (A/Red)

