BatamNow.com – Duka mendalam menyelimuti keluarga Novendri Adi dan Evi Anggraini atas meninggalnya anaknya Raffa, yang terseret arus air parit di Tembesi, Senin (23/11/2020).
Kejadian nahas itupun cobaan berat bagi abangnya Rayen yang masih berusia 10 tahun.
Saat jasad bocah 6 tahun itu berada di Rumah Sakit (RS) Graha Hermine di Batu Aji, malam tadi sekitar pukul 19.00, abangnya Rayen datang menjenguk.
Rayen pun menangis sejadinya begitu mendengar adiknya telah pergi menghadap Tuhan.
“Jangan tinggalin kita Raffa,” begitu sang abang menangis dilaporkan Pebri kontributor BatamNow.com dari RS malam tadi.
Karena tak bisa menahan emosi kesedihannya, lapor Pebri, Rayen pun sempat pingsan.
Betapa tidak, kejadian nahas itu terjadi di depan mata Rayen. Awalnya mereka berdua sama-sama terseret arus parit di sana.
Melihat Raffa yang duluan terseret arus air deras, lalu Rayen pun terjun hendak menyelamatkan adeknya. Sang abangpun ikut terseret air yang meluap, namun selamat kemudian.
Malang tak dapat ditolak, adeknya hanyut sekitar 300 m dari posisi dimana dia terpleset.
Luka gores masih tampak di pipi Rayen akibat ikut terseret arus air deras.
Tim SAR, baik dari anggota Brimob Polda Kepri bersama warga di sana, berupaya keras menyelam sekitaran kedalaman air yang mengalir deras untuk menyelamatkan korban. Akhirnya Raffa ditemukan.
Sesaat dilarikan ke RS. Namun nyawanya tak tertolong lagi.
Kini jasad Raffa yang masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak itu, disemayamkan di rumah duka di Perumahan Taman Cipta Asri tahap 3 Blok Cherry Nomor 75 di Tembesi.(*)
Editor: Pardomuan

