Janji BP Batam di Proyek IPAL: Belum Tiba Juli Janji Lagi Oktober - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Janji BP Batam di Proyek IPAL: Belum Tiba Juli Janji Lagi Oktober

by BATAM NOW
25/Jun/2025 17:48
Janji BP Batam di Proyek IPAL: Belum Tiba Juli Janji Lagi Oktober

Tangkapan layar website BP Batam menampilkan beberapa siaran pers yang menjanjikan waktu berbeda target penyelesaian proyek IPAL. (F: Tangkapan layar/ bpbatam.go.id)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Pengerjaan proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) BP Batam yang dijanjikan terakhir rampung akhir Juli 2025, tampaknya tak akan terealisasi sehingga dijanjikan lagi ke Oktober.

Janji berulang itu, diucapkan Direktur Badan Usaha SPAM, Fasilitas dan Lingkungan, Iyus Rusmana pada di Gedung Marketing Centre, BP Batam
pada Selasa (24/06/2025).

Disampaikan Iyus saat rapat Monitoring and Evaluation (Monev) BP Batam bersama Economic Development Cooperation Fund (EDCF) Korea Perwakilan Jakarta.

BP Batam melakukan pertemuan dengan Economic Development Cooperation Fund (EDCF) Korea Perwakilan Jakarta terkait perkembangan proyek pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), Selasa (24/06/2025). (F: Dok. BP Batam)

Jauh sebelumnya BP Batam pernah mengatakan dipastikan bahwa tahun 2024, proyek yang dikerjakan Hansol asal Korea Selatan sebagai kontraktor utama itu akan rampung.

“Ini janji omon-omon,” sindir Zulkifly, warga Batam Kota yang juga terkena rencana jaringan sambungan rumah.

Dilansir dari siaran pers BP Batam, Iyus menyampaikan bahwa hingga Juni 2025, progres fisik proyek telah mencapai 98,64 persen, dan seluruh pekerjaan ditargetkan rampung pada Oktober mendatang.

Rapat Monev terkait perkembangan proyek pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) dihadiri Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait; Direktur Badan Usaha SPAM, Fasilitas dan Lingkungan, Iyus Rusmana; Country Director Jakarta Representative Office EDCF, Yang Jongbae; Senior Project Manager EDCF, Muhammad Zia Mahiyar.

BP Batam melakukan pertemuan dengan Economic Development Cooperation Fund (EDCF) Korea Perwakilan Jakarta terkait perkembangan proyek pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), Selasa (24/06/2025). (F: Dok. BP Batam)

Menurut Ariastuty, rapat ini adalah pertemuan continue dan menjadi forum penting untuk mengevaluasi kemajuan pengerjaan fisik proyek.

Meski rapat menjadi forum penting tapi tak dijelaskan apa konsekuensi keterlambatan proyek IPAL yang sudah beberapa kali diaddendum sejak dikerjakan tahun 2017.

Pantauan BatamNow.com, banyak warga yang menyayangkan tertunda-tundanya penyelesaian proyek yang selalu dengan janji ‘palsu’.

“Masa selevel BP Batam mengerjakan proyek IPAL saja tak beres-beres dan janji ke janji lagi, ini seperti pembohongan publik,” kata Salawudiin, warga Batam Center.

Mereka pun bertanya: ada apa proyek yang dibiayai pinjaman lunak dari Korea Selatan ini, sehingga tertunda-tunda penyelesaiannya?

“Pertemuan antara BP Batam dengan EDCF hanya monitoring dan evaluasi hanya memperpanjang janji ke janjinya ke masyarakat, jangan-jangan bunga pinjaman luar negeri itu berjalan terus lalu jadi tanggungan masyarakat lewat negara,” ujar Solahudin, warga Sukajadi.

Papan bunga ucapan selamat kepada Iyus Rusmana yang dilantik menjadi Direktur BU SPAM, Fasilitas dan Lingungan BP Batam, dari Hansol Paper. (F: BatamNow)

Dalam siaran pers BP Batam disebutkan bahwa jumlah pinjaman biaya proyek sebanyak USD 54,5 juta dimana sebelumnya diberitakan USD 50 juta.

“Apakah di tengah belum rampungnya proyek IPAL ada penambahan pinjaman sebesar USD 4,5 juta, belum terkonfirmasi,” kata Panahatan SH, Ketua DPP Kepri LI-Tipikor dan Hukum Kinerja Aparatur Negara.

Saat pertemuan Monev itu, dijelaskan juga beberapa “capaian” signifikan yang telah diraih antara lain Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (WWTP) berkapasitas 20.000 m³/hari, lima unit stasiun pompa, serta pemasangan jaringan pipa utama dan sekunder sepanjang 114 km hampir rampung, dengan target 11.000 sambungan rumah.

BP Batam melakukan pertemuan dengan Economic Development Cooperation Fund (EDCF) Korea Perwakilan Jakarta terkait perkembangan proyek pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), Selasa (24/06/2025). (F: Dok. BP Batam)

Sambungan rumah (house connection), katanya, target pada tahap pertama sejumlah 11.000 sambungan menunjukkan progres pesat dengan lebih dari 8.500 sambungan telah terhubung.

“Nah, jika melihat data jumlah sambungan rumah yang baru terealisasi 8.500, berarti masih tersisa 2.500 sambungan, artinya jika angka itu benar untuk sambungan rumah masih terdapat 22 persen yang belum terpasang, ini berapa lama menyelesaikannya?” kata Panahatan.

Pipa sambungan rumah proyek IPAL BP Batam. (F: BatamNow)

Meski masih menyimpan banyak pertanyaan yang akan diungkapkan, pihaknya akan mengawal penyelesaian proyek ini.

Hasil wawancara khusus dengan LI-Tipikor akan dimuat pada edisi selanjutnya. (Red)

Berita Sebelumnya

Pabrik Rokok di FTZ Batam Jadi Target Utama Satgas Bea Cukai

Berita Selanjutnya

Hari ini Rumah Sakit Awal Bros Batu Aji Batam Diresmikan

Berita Selanjutnya

Hari ini Rumah Sakit Awal Bros Batu Aji Batam Diresmikan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com